KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Surga yang Tak Dirindukan (1): Kepastian Tumbuhkan Cinta dan Kasih Sayang

 
ROHANI

Surga yang Tak Dirindukan (1): Kepastian Tumbuhkan Cinta dan Kasih Sayang
Oleh : Tonny Djayalaksana | 25-Mei-2019, 16:11:22 WIB

KabarIndonesia - Masing-masing manusia mempunyai jalan dan caranya sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan akhir dari kehidupan ini. Dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 256, Allah berfirman: "TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA, SESUNGGUHNYA TELAH JELAS JALAN YANG BENAR DARIPADA YANG SESAT DAN ALLAH MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI".

Dalam Ayat ini, Allah menegaskan bahwa, Allah-lah satu-satunya yang memiliki HAK untuk Menilai dan Menentukan setiap individu seluruh Makhluk dan Benda yang ada di Semesta ini. Tugas kita sebagai hamba Allah hanyalah memerankan peran yang Allah titipkan kepada kita sebaik mungkin, sesuai dengan yang sudah diskenariokan oleh Allah.    Pada umumnya setiap umat beragama, hari demi hari sibuk mencari SURGA yang Ghaib. Kenapa saya bilang Ghaib? Karena hal itu masih bebentuk "PERSEPSI" atau "PEMBENARAN". Belum menjadi "REALITA/NYATA" atau "BUKTI/KEBENARAN".     

Hampir semua agama menyampaikan dogma untuk meyakini sesuatu hanya berdasarkan cerita yang Ghaib. Hal ini bagi saya sungguh tidak masuk akal. Kenapa sebuah pemahaman yang ghaib, yang dibangun oleh persepsi manusia yang penuh dengan ketidakpastian itu harus dipertahankan sebagai sebuah KEBENARAN?     

Bukankah sesuatu yang belum punya kepastian itu sifatnya untung-untungan. Artinya, bisa IYA, bisa juga TIDAK. Hal yang demikian itu kalau kita ikuti, apa bedanya dengan JUDI? Bukankah agama melarang keras terhadap segala bentuk PERJUDIAN?     

Pertanyaan saya berikutnya, mungkinkah Tuhan (Allah) sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, memerintahkan kepada seluruh hamba dan makhluk ciptaanNya untuk beribadah kepadaNya dengan landasan sebuah hukum sebab-akibat, yang belum pasti?     

Padahal realita kehidupan yang sedang saya alami saat ini adalah sebuah REALITA/NYATA. Sungguh fenomena ini membuat saya tidak habis pikir. Kemudian saya alirkan terus pertanyaan-pertanyaan dalam diri sejati saya. Sampai akhirnya saya mendapatkan pemahaman yang sudah saya jelaskan di tulisan saya sebelumnya.   

Namun, supaya bisa lebih dipahami, saya ulangi penjelasan saya berikut ini:Awalnya Alam Semesta ini adalah hanya ada ruang kosong dan DIA (Allah) sebagai Dzat satu-satunya yang mengisi kekosongan tersebut. Inilah hakekat makna dari: LAA ILAAHA ILLALLAH yang artinya: TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH. Dalil dari Al-Quran dan referensi hasil riset secara ilmiah sebagai sebuah Fakta untuk mendukung kebenaran keterangan ini, sudah saya lampirkan di atas.    

Pertanyaan berikutnya adalah untuk apa tujuan Allah menciptakan Alam Semesta beserta seluruh isinya ini? Jawaban yang paling masuk akal dan paling relevan adalah keterangan dari sebuah Hadits Qudsy yang berbunyi : "AKU ADALAH SEBUAH PERBENDAHARAAN YANG TERSEMBUNYI MAKA AKU CIPTAKAN MAKHLUK UNTUK MENGENALI AKU". Kalimat ini sebagai konfirmasi sekaligus menjadi referensi jawaban dari pertanyaan kenapa Alam Semesta ini Allah ciptakan.    

Setelah memahami maksud Allah menciptakan Alam Semesta berikut isinya tersebut, saya baru menyadari bahwa semua yang tadinya Absolut/Ghaib, Allah wujudkan dengan Realita/Nyata agar bisa dikenal, dan sekaligus menjadi sebuah "KEBENARAN YANG PUNYA KEPASTIAN", agar tidak "BERJUDI" lagi. Karenanya, dalam 99 sifat nama Allah, jelas disebut "Aku Yang Maha Nyata" dan "Aku Yang Maha Ghaib". Prosesi seperti inilah yang seharusnya dipahami oleh semua makhluk ciptaanNya.     

Karena sudah paham dengan yang "PASTI", jadinya ibadah saya dilandasi dengan penuh Cinta dan Kasih Sayang. Tidak seperti sebelumnya. Ritual ibadah yang saya amalkan, semuanya tidak punya kepastian. Semua katanya. Dogmatis/otoritatif. Saya beribadah itu karena lebih merasa takut akan siksanya Allah. Bukan karena Cinta dan ingin mengabdi kepada Allah.    

Lalu timbulah pertanyaan saya, apakah betul Allah itu punya sifat KEJAM YANG MAHA MENYIKSA?  Bukankah Allah menciptakan Alam Semesta beserta seluruh isinya itu penuh dengan rasa Cinta dan Kasih Sayang, agar semua KaryaNya bisa dinikmati oleh semua makhluk ciptaanNya, agar eksistesiNya bisa dilihat secara Realita/Nyata?   

Dan kalau sudah selesai masa tugas dalam memerankan peranNya, semua makhluk dan benda di seluruh Alam Semesta ini akan kembali kapada Sang Maha Pencipta. KalimatNya tegas mengatakan, INNAA LILLAHII WA INNAA ILAIHI RAAJ'IUUN, yang artinya: SESUNGUHNYA KITA BERASAL DARI ALLAH DAN AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA APA YANG DIPERTUHANKAN.     

Jika kita berhasil mempertuhankan Allah, maka kita akan kembali kepada Allah. Namun sebaliknya, bila kita selalu menuhankan yang selain Allah, maka tempat kembalinya tentu saja bukan Allah. Tidak ada satu ayat pun di dalam Al-Quran yang mengatakan, "ASALNYA DARI ALLAH MAKA KEMBALI KE SURGA ATAU KE NERAKA"    

Karena itu timbulah pertanyaan saya, "Apakah betul Surga-Neraka itu ada? Dan memang termasuk dari perencanaanNya-kah? Kalau memang ada, dimana tempatnya? Dan kenapa Allah Yang Maha Mengetahui, harus punya rencana, pada akhir kehidupannya dimana sebagian besar makhluk ciptaanNya itu bakal menjadi penghuni NERAKA yang penuh dengan siksaan serta penderitaan yang KEKAL-ABADI?    

Rata-rata usia hidup manusia di semesta ini paling panjang 100 tahun. Dalam menjalankan kehidupannya, ada perbuatan Baik dan Tidak Baik (Buruk). Di akhir kehidupannya, setelah ditimbang antara PAHALA vs DOSA, ternyata lebih banyak DOSAnya daripada PAHALA, maka Allah masukan manusia tersebut ke dalam NERAKA Kekal-Abadi.    Bukankah kepahaman seperti ini sangat KONTRADIKTIF/TIDAK KOHEREN dengan 99 sifat nama Allah itu sendiri?  Sungguh sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat saya.    

Seiring dengan adanya ganjalan pertanyaan-pertanyaan tadi, saya terus mengalirkan pertanyaan-pertanyaan tadi kepada diri sejati saya. Terus berusaha mencari jawaban yang paling bisa diterima oleh akal sehat saya. Sampai tiba saatnya, sedikit demi sedikit saya bisa menemukan jawaban yang menurut pengalaman saya paling masuk akal sehat saya. (Bersambung) 
Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now   
ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT www.djayalaksana.com                                                                                                                                                                                             

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia