KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Tanda Kehadiran Tuhan
Oleh : Js Kamdhi | 21-Des-2010, 12:16:48 WIB

KabarIndonesia - “Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang  begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak  menamai Zakharia menurut nama ayahnya, tetapi ibunya berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak-saudaramu yang bernama demikian. Lalu, mereka member isyarat kepada ayahnya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia pun meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, “Namanya Yohanes.”  Dan, seketika itu juga terbukalah dan terlepasnya lidahnya. Lalu, ia berkata-kata dan memuji Allah.” (Lukas 1: 57-60).

Sahabat, Yohanes, anak  Zakharia-Elisabet, dikenal dengan nama Yohanes Pembaptis. Zakharia-Elisabet sudah tua, sehingga tidak memungkinkan lagi mempunyai keturunan. Namun, kuasa Tuhan luar biasa. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Elisabet pun mengandung pada usia tuanya. Karena Zakharia tidak percaya ‘kehendak Tuhan’, ia pun menjadi ‘bisu’. Dan, Zakharia pun bisa berbicara begitu ia menuliskan nama anaknya: Yohanes. Gelar Yohanes Pembaptis diberikan karna tugas dan panggilan Tuhan yang dihayati seumur hidupnya. Yohanes meninggalkan “keturunan imam” hidup di padang gurun dengan pakaian bulu domba.

Ia berkotbah di padang gurun, laksana seorang pertapa, melaksanakan tugas “pertobatan” Sesuai namanya Yohanes: Penyayang Tuhan, kasih Tuhan yang menjadi pergumulan-pergulatan hidupnya. Usia 27 tahun Yohanes muncul sebagai pengkhotbah di tepi Sungai Yordan dan berseru, "Bertobatlah kerajaan Allah sudah dekat!". Kemudian masyarakat mengaku dosa dan bersedia dibaptis oleh Yohanes. Ketika orang menanyakan siapakah dirinya ia menjawab,"Akulah suara yang berseru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Aku membaptis kamu dengan air. Tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal. Dia yang datang kemudian daripadaku. Membuka tali kasutNya pun aku tak pantas".

Yohanes memiliki banyak pengikut, termasuk orang-orang yang kemudian dipilih Yesus menjadi rasulNya. Yesus sendiri meminta untuk dibaptis olehnya. Ketika itu Yohanes berseru,"Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!" Dan dari surga berseru pula suara,"Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan!".

Sahabat, apa yang dapat kita refleksikan dengan Yohanes Pembaptis? Apalagi, menjelang perayaan natal dan tahun baru, masih adakah relevansi “Penyayang Tuhan” (Yohanes Pembaptis) untuk permenungan lahir kembali dan memasuki tahun yang baru? Menghadirkan Yohanes Pembaptis dalam refleksi menyeruakkan kesadaran bahwa hidup tidak sekadar untuk makan-minum-bekerja.

Hidup tidak sekadar memiliki jabatan-kedudukan-kekuasaan. Hidup tidak sekadar terpenuhi, bahkan melimpah ruah, hal-hal yang berkaitan dengan materi. Hidup bukan untuk uang. Namun, realitas yang terbangun, kini-sini, lebih terfokus pada perjuangan mengumpulkan-menumpuk kekayaan.

Realitas yang kasat mata hanya berjuang dan berebut kedudukan-jabatan-kekuasaan. Realitas hidup yang kita rasakan dalam kehidupan bermasyarakat-berbangsa-bernegara jauh dari kesalehan. Jauh dari keberagamaan-keberimanan. Beragama dan beriman bukan sekadar soal ritual-perilaku saleh. Beragama-beriman adalah pilihan dalam menapaki hari-hari, terus-menerus, selalu berporoses untuk menemukan jalan Tuhan.

Sahabat, Yohanes Pembaptis (Penyayang Tuhan) telah menunjukkan jalan "Bertobatlah kerajaan Allah sudah dekat. Yohanes Pembaptis merupakan model penghayatan keberagamaan dan keberimanan. Mampukah kita menjadi jalan-kebenaran-kehidupan bagi sesama?

Mampukah hidup dan kehidupan kita menjadi tanda kehadiran Tuhan? Inilah iman. Dan, inilah tugas serta panggilan yang setiap saat bergema… (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia