KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tuhan dan Sains

 
ROHANI

Tuhan dan Sains
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 10-Jan-2019, 15:48:31 WIB

KabarIndonesia - "Kenapa setiap kali ada orang bertanya tentang Tuhan, menginginkan penjelasan tentang Tuhan, kebanyakan akan menjawab bahwa Tuhan itu tak mungkin dijelaskan. Penjelasan tentang Tuhan katanya hanya akan meruntuhkan keimanan seseorang kepada-Nya.  Apakah Tuhan itu memang sesuatu yang tidak jelas, tidak masuk akal, atau akal kita saja yang tidak diasah untuk bisa memahami-Nya dengan akal sehat?"

Seorang pencari kebenaran tentang Tuhan membuka percakapan dengan sahabatnya.  Namun sahabatnya yang mendengar kegundahan itu dengan gusar segera menepis kata-katanya. "Tidak mungkinlah. Tuhan tidak mungkin dipelajari dengan ilmu pengetahuan. Selain karena Tuhan itu tak terpikirkan, tak terjangkau akal manusia yang terbatas, ajaran agama dan spiritualitas memang tidak akan pernah bertemu dengan ilmu pengetahuan atau sains. Ibarat arah timur dan barat." Sergahnya penuh percaya diri.
  
Seorang lelaki tua yang berada di dekat mereka, hanya tersenyum sembari menimpali. "Sini, kubagikan apa yang pernah diajarkan padaku. Itu pun bila gelas kalian sudah dikosongkan dan pintu ruang akal telah kalian buka kembali"  Hening. Namun serasa anggukan kepala mereka terlintas mengijinkan lelaki tua itu meneruskan kata-katanya. 
"Pertama, Tuhan itu mesti kau kenali dalam 3 aspek utama-Nya. Sebagai aspek Tuhan yang tak berwujud, sebagai yang menunjukkan diri-Nya, serta sebagai Tuhan yang mewujudkan eksistensi-Nya."

"Ketika Dia
ada dalam aspek-Nya yang tak berwujud, Dia adalah KECERDASAN SEMESTA TAK TERBATAS yang mengisi segenap ruang kosong di alam semesta. Dengan itulah Dia ada di mana-mana, mengisi setiap ruang kosong dari semesta tak terbatas hingga ruang kosong di materi semesta terkecil. Tak ada ruang di mana Dia tidak ada.  Dia ada di mana pun kalian memandang, pada apa pun kalian menatap." 
  
"Dalam keadaan-Nya sebagai yang abstrak, sebagai Kecerdasan Semesta Tak Terbatas itu, kalian akan mengerti kenapa Dia memiliki segala sifat sebagaimana pernah diajarkan dalam agama dan kesimpulan para bijak dan suci di masa lalu. Orang-orang yang mencoba memahami-Nya sebagai Dia yang tak berwujud, akan menemukan itu melalui pengetahuan agama, spiritual dan metafisika."

"Lalu
sebagaimana seorang penyanyi hebat akan menunjukkan kemampuan bernyanyinya, seorang pelukis hebat akan menunjukkan kemampuan melukisnya, begitulah Dia, Sang Kecerdasan Semesta Tak Terbatas akan menunjukkan kemampuan semesta-Nya dalam segala usaha; Penciptaan, Pemeliharaan dan Peleburan, yang akan menjadikan semesta dan seluruhnya isinya ini menjadi ada dari apa yang awalnya tiada.  Kemampuan melakukan segala usaha inilah disebut sebagai ENERGI SEMESTA." 

"Maka kalian bisa merasakan energi semesta itu ketika energi-Nya hadir sebagai medan listrik, medan magnet, panas, dingin yang membuatmu kerap merinding. Atau kalian bisa melihat energi semesta-Nya saat hadir sebagai energi cahaya atau foton, atau disebut juga sebagai Div, Nur (cahaya) dalam beraneka warnanya. Begitulah banyak orang kemudian bisa mencari-Nya sebagai Energi Semesta, dalam rasa dan cahaya."

"Sebagian dari Energi Semesta-Nya kemudian memampat menjadi MATERI SEMESTA. Materi Semesta terkecil sering disebut sebagai atom, meski sesungguhnya masih ada lagi yang lebih kecil dari itu. Materi Semesta itulah wujud dari pemampatan Energi Semesta-Nya yang kini bisa kalian sentuh, lihat dan rasakan dengan panca indera."

"
Ketika ada dalam aspek diri-Nya sebagai Energi dan Materi Semesta inilah orang-orang kemudian mencoba mempelajari dan memahaminya lewat pengetahuan fisika, kimia, biologi dan sains lainnya. Sebagai Kecerdasan Semesta, Dia dipelajari melalui ilmu metafisika, agama, spiritual.  Sebagai aspek Energi dan Materi, Dia dipelajari melalui ilmu fisika."

"
Itulah sebabnya, baik lewat ajaran agama maupun spiritual, dipahami bahwa Tuhan sebagai Kecerdasan Semesta Tak Terbatas itu tak pernah diciptakan, tak pernah dilahirkan, tak pernah termusnahkan.  Inilah hukum kekekalan Tuhan. Begitu pun dalam pengetahuan fisika, para ahli akan bertemu kesimpulan bahwa Energi dan Zat di alam semesta ini tak pernah diciptakan, tak pernah dilahirkan, tak pernah dimusnahkan. Inilah hokum kekekalan Zat dan Energi.  Dari sini, bukankah ketiga aspek semesta-Nya itu memiliki sifat kekekalan yang sama?" 

"Maka sesungguhnyalah pengetahuan tentang Tuhan dan segala ciptaan-Nya di semesta ini ada dalam satu lingkup yang sama, yakni pengetahuan semesta.  Agama, spiritualitas, ilmu pengetahuan rohani dengan ilmu pengetahuan duniawi, sains, fisika, kimia, biologi, astronomi dan lainnya, sesungguhnya sedang mempelajari Dia dengan segala aspek kesemestaan-Nya.  Keduanya bukan arah timur dan barat yang selalu terpisah. Sebab keduanya bertemu untuk membentuk lingkaran bumi."

"Bila seseorang hanya berjalan sedikit ke arah timur atau ke arah barat, tentu ia tidak akan sampai pada titik pertemuan keduanya.  Namun ia yang meneruskan perjalanannya hingga ke ujung, akan sampai di titik di mana ia memulainya.  Di titik pertemuan yang membentuk lingkaran itulah ia akan bergumam ‘OOOOH' sebagai tanda pemahamannya telah utuh tentang kedua jalan tersebut." 

"Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh, sedangkan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta. Demikian kata Albert Einstein, seorang fisikawan yang akhirnya menemukan kesatuan antara Sang Pencipta dengan Ciptaan-Nya.  

Sebaliknya, seorang pencari kebenaran agama dan spiritual yang telah mencapai tujuan perjalanan, akan menemukan hal sebaliknya; agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta, sedangkan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh.  Sebab ia telah melihat bahwa agama yang dijalankan tanpa kecerdasan akal sehatdan pengetahuan, bisa menjadi ajaran yang membuat orang bertindak secara membabi buta.  
Sedangkan ilmu pengetahuan yang tidak disertakan oleh keyakinan akan kuasa Tuhan atau Kecerdasan Semesta Tak Terbatas, akan menjadi pengetahuan yang penuh keraguan untuk melangkah. Ia menjadi ilmu sains yang lumpuh." 

"Begitulah dalam keutuhan pemahaman, kau akan mengerti bahwa tak ada yang terpisah antara Dia yang tak berwujud dengan Dia yang mewujud, antara Sang Pencipta dengan Ciptaan-Nya. Persis seperti matahari dengan api dan cahayanya.  Karena sesungguhnyalah Dia tak terbatas oleh apa pun dalam kesemestaan-Nya." 

"Jadi ketika pengetahuan tentang Tuhan dianggap tak terjelaskan oleh akal pikiran, itu karena manusia tidak menggunakan seluruh potensi akalnya untuk memahami-Nya.  Setiap pengetahuan pada akhirnya akan terjelaskan oleh akal pikiran.  Begitu pun pengetahuan tentang-Nya.  Namun demikian, perjumpaan rasa tentang-Nya itulah yang sesungguhnya sulit dijelaskan dengan akal pikiran.  Karena rasa ada di tataran pengalaman sendiri, yang tidak akan cukup dijelaskan lewat kata-kata kecuali dialami langsung." 

"Maka janganlah takut untuk bertanya tentang-Nya, karena Dia akan mengalirkan jawaban bagimu semampu yang bisa kau pahami.  Karena sebagaimana kata Socrates, seorang bijak dari Yunani, bahwa hidup yang tidak dipertanyakan bukanlah hidup yang layak dijalani.  Bertanyalah tentang-Nya agar kau semakin mengenali-Nya.  Dengan itu kau akan bisa menjalani kehidupan beragamamu dengan selayak nya."

"Pertanyaan tentang Tuhan bukanlah perusak keimanan. Ia adalah rasa lapar yang akan mendapatkan nutrisi pengetahuan untuk membuat pikiran, hati dan Jiwa semakin tumbuh dewasa dalam keyakinan dan kebenaran tentang-Nya."
 
 
Kedua sahabat itu hanya tercenung mendengar paparan singkat dari lelaki tua yang bergegas melangkah pergi meninggalkan mereka dalam perenungan ke dalam.    (*) 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia