KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan

 
ROHANI

Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 26-Jul-2017, 16:09:46 WIB

KabarIndonesia - Kesibukan apa yang tengah Anda lakukan sekarang dan untuk apa? Jawabnya beragam namun dapat ditarik dalam benang merah yakni mencari kebahagiaan hidup. Sebagaimana dikemukakan Ahli tasawuf yang juga penyair kenamaan Jalaluddin Rummi mengandung kebenaran. Ahli tasawuf kelahiran Kota Balkh tahun 604 H/1217 M itu mengatakan: "Manusia dilahirkan di dunia untuk berjuang dan bekerja keras mencari kebahagiaan hidup."

Banyak manusia yang berpikiran bahwa sumber kebahagiaan adalah uang. Akibatnya banyak orang mengaktualkan potensi dirinya untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Memang, kecenderungan sebagai insan yang senantiasa tidak pernah merasa puas. Semakin banyak uang yang dimilikinya, semakin dilakukan upaya dengan cara apapun untuk mendapatkan lebih banyak lagi. Dia akan semakin rakus untuk mengumpul uang, hidupnya sudah menjadi demi uang. Tak peduli lagi apakah yang dikerjakan itu halal dan haram. Dipahaminya, uang hasil pekerjaan haram pun sama lakunya dengan uang dari hasil pekerjaan halal.

Uang memang memberikan banyak kemudahan karena posisinya sebagai nilai tukar. Dengan uang yang ada di tangan, kita dapat menukar dengan barang atau jasa, yang mampu melahirkan rasa puas dan bahagia dalam diri kita untuk sejenak waktu. Memang menurut teori ekonomi, semakin banyak uang yang kita miliki akan melahirkan semakin banyak keinginan atau kebutuhan yang harus dipenuhi. Teori itu menggambarkan begitu susahnya kita memperoleh kebahagiaan dalam waktu lama meski banyak sekali memiliki uang.

Lantas, bagaimana denganmu, denganku? Apa kita yang termasuk menghamba pada uang sehingga siap melakukan apa saja asal bisa mendapatkan banyak uang?. Tak peduli cara yang kita lakukan itu bertentangan dengan hukum positif atau hukum agama. Banyak orang yang masuk ke dalam golongan memiliki pemahaman bahwa ‘zaman sekarang ini cari yang haram saja susah apalagi cari yang halal'. Padahal itu sekedar untuk 'meringankan' perbuatan yang sebenarnya bertentangan dengan nurani kita dalam meraup rezeki-Nya.

Selama kita menghamba pada uang, semua keburukan bisa saja terjadi dan kita lakukan dengan ringan. Karena perasaan berdosa mudah sekali terhapus dengan uang hasil perbuatan yang tidak baik tersebut. Masalahnya, setelah banyak uang di kantong kita apa lantas kita merasa puas dan bahagia?

Dalam jangka pendek mungkin ya, tetapi dalam jangka panjang pastilah tidak. Karena sumber kepuasan dan kebahagiaan itu bukan menghamba pada uang, melainkan menghamba pada Sang Khalik. Imam Al-Ghazali mengingatkan, "Puncak tertinggi kepuasan dan kebahagiaan adalah ma'rifat (mengenal Tuhan), karena Dia-lah yang merupakan sumber segala kenikmatan dan keindahan yang bisa memuaskan manusia." (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia