KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
PUISI-PUISI SILIVESTER KIIK 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Umat Yang Bingung

 
ROHANI

Umat Yang Bingung
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 18-Mei-2019, 15:45:10 WIB

Kabar Indonesia  - Tumben sekali ini Nasrudin seolah sedang menguji Joko Kendal dengan pertanyaan menyelidik.  Padahal biasanya Joko Kendal yang lebih dulu bertanya pada Nasrudin.

"Kawanku, Joko Kendal.  Sudah berapa lama kau beragama?" Nasrudin mengawali dengan pertanyaan yang seakan tak begitu penting untuk dijawab.

"Tentu saja aku sudah beragama seumur hidupku ini, Nasrudin.  Ada apa kau menanyakan hal itu? Dan aku akan tetap beragama sampai mati nanti, bahkan sampai aku ada di alam sana."

"Lalu, apakah kau meyakini bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh ada?" Semakin ke sini pertanyaan Nasrudin makin terkesan menguji keyakinannya.

"Tentu saja aku meyakini bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh ada.  Bagaimana  mungkin aku beragama sembari meragukan kebenaran adanya Tuhan?" Joko Kendal agak bingung.

"Baiklah.  Hingga seusia ini kau menjalankan agamamu dan meyakini keberadaan Tuhan, apakah kau pernah bertemu Tuhan?"

Joko Kendal tersentak dengan pertanyaan terakhir ini. "Tidak.  Aku tidak pernah bertemu Tuhan."

Nasrudin tersenyum.  "Lalu siapakah teman-teman seagamamu atau yang beragama lainnya yang pernah mengaku bertemu Tuhan, atau setidaknya pernah mendengar bisikan dari Tuhan?"

"Aku sendiri tidak pernah mendengar itu dari mereka.  Aku belum pernah bertemu orang yang mengaku pernah bertemu Tuhannya.  Kadang jika ada yang mengaku demikian, merasa pernah melihat atau mendengar bisikan Tuhan, kami mungkin akan meragukannya.  Sebab bisa saja ia sedang kurang waras."

Nasrudin tertawa terbahak-bahak. "Nah, bagaimana kalau ada yang mengaku sering bicara sama Tuhan?"

"Itu pun mungkin terkesan aneh", sahut Joko Kendal.

"Lalu bagaimana menurutmu ketika orang memanjatkan doa atau mengadu kepada Tuhannya.  Bukankah saat itu ia sedang bicara pada Tuhannya?"

"Oooh... iya..ya.  Umat yang berdoa mungkin memang sedang mencoba bicara pada Tuhannya. Namun tidak sungguh-sungguh berbicara seperti aku sedang bicara denganmu, kawan." Joko Kendal tiba-tiba turut merasa aneh dengan semua itu.

Nasrudin kian lebar tertawa. "Baiklah kawan.  Kalau kau tak pernah bertemu Tuhan, apakah kau sendiri pernah berharap akan bertemu dengan-Nya nanti?"

"Tentu saja, Nasrudin. Untuk itulah aku menjalani perintah agamaku, agar setidaknya kelak aku bisa berjumpa dan bersama dengan Tuhan di alam kematian. Bukankah itu pun harapan semua umat beragama apa pun?"

"Baiklah.  Kalau begitu, semoga kelak kau akan berjumpa dengan-Nya.  Tetapi, apakah kini kau telah betul-betul mengenal-Nya sehingga tidak bingung saat berjumpa dengan-Nya kelak?"

Joko Kendal kembali merasa terpojok ke sudut yang sangat gelap. "Jika mau jujur, aku sendiri tidak benar-benar mengenal-Nya. Bahkan aku tidak memiliki bayangan seperti apa Tuhan itu.  Karena aku hanya diajarkan tentang keyakinan akan keberadaan-Nya.

"Begitulah kawan.  Kita meyakini sesuatu yang diajarkan pada kita, tanpa benar-benar mengerti apa yang kita yakini itu.  Bahkan selama ini kita tidak berani mempertanyakan keyakinan itu, bukan?  Kita dilarang mewujudkan-Nya, namun diminta membayangkan-Nya dalam doa-doa.  Kita dilarang memikirkan-Nya, namun diminta memusatkan pikiran pada-Nya."

"Kita ingin bertemu dengan Tuhan namun tidak mengenali-Nya.  Kita tampaknya seperti ikan-ikan di tengah samudra yang kebingungan mencari air.  Menariknya, kita tetap bangga melakukan perjalanan beragama tanpa benar-benar tahu apa yang kita cari di jalan agama itu."  Nasrudin berhenti sejenak mengalirkan isi hatinya.

Joko Kendal merunduk.  "Jadi apa yang mesti kita perdalam sebagai umat beragama ini, Nasrudin?"

Nasrudin menarik napas panjang dan berbisik lembut pada sahabatnya.

"Sebaiknya kita tidak hanya berhenti pada keyakinan tentang-Nya, namun juga berusaha memahami-Nya lewat pengetahuan dan merasakan-Nya lewat pengalaman suka duka kehidupan."

"Mari kita mulai bertanya tentang-Nya dan mencari pengetahuan mendalam tentang-Nya.  Mencari penjelasan-penjelasan tentang-Nya agar semakin terjelaskan apa yang kita yakini sebagai Tuhan itu.  Lalu merenung ke dalam, menyatukan semua pengetahuan itu agar bisa mekar menjadi kepekaan rasa akan kehadiran-Nya di mana-mana."

Joko Kendal merasakan sesuatu mengembang di dadanya.  Kata-kata Nasrudin seperti menggembungkan ruang kelegaan dalam dirinya.  Ada ruang yang mulai terbuka untuk diisi dengan pengetahuan dan pengalaman baru.  Ia tidak ingin menjadi umat yang tetap bingung namun tidak menyadari kebingungan dirinya. Kuta, 18 Mei 2019   Kuta    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia