KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTeologi Inklusif Sebagai Alternatif oleh : Gunoto Saparie
18-Des-2017, 07:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mendengar istilah "teologi inklusif", saya langsung teringat kepada Nurcholish Madjid. Nurcholish adalah salah seorang cendekiawan muslim yang concern cukup mendalam terhadap persoalan hubungan agama-agama dan dialog antaragama. Ia secara teoritis mengedepankan pencarian dan konsep titik temu agama-agama secara eksplisit
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Surat Terbuka untuk Nurdin Halid

 
OLAH RAGA

Surat Terbuka untuk Nurdin Halid
Oleh : Oki Sukirman | 03-Mar-2008, 14:19:43 WIB

Kabar Indonesia - Akhir-akhir ini sudah lama tak terdengar berita tentang Nurdin Halid, kalaupun ada itu hanya berita-berita tentang kontroversi kasus-kasus sepak bola yang tentunya berkaitan betul dengan kepemimpinan beliau di badan tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI .

Maka izinkalah saya menyapa beliau, Apa kabar pa saat ini? Semoga saja harapan saya sebagai pecinta sepak bola Indonesia keadaan bapak tidak kurang sedikitpun, ya pendengarannya, penglihatannya dan yang paling utama hati nurani bapak. Semoga saja bapak dibalik jeruji sana senantiasa mendapat lindungan Allah Swt dan senantiasa mendapatkan rahmat dan hidayah.

Oia pak, saya hanya bisa menulis surat ini untuk bisa ngobrol bareng sana bapak, rasanya saya tidak mungkin untuk ke Jakarta sana apalagi ke LP untuk bisa berbincang. Jujur saja saya paling alergi pada penjara, saya sering merinding kalau melintas LP manapun. Namun saya juga sering berpikir, ”beruntung betul orang yang ada didalamnya, ia bisa mempunyai waktu yang sangat panjang untuk ngobol bersama Tuhan, berkarya dan merenung tanpa diganggu dengan rongrongan duniawi”.

Eits, tapi bukan berarti saya hendak dan ingin mengisi ruangan itu, saya tidak siap untuk menerima hukuman sosial apalagi hukuman dihari akhir nanti, karena yang saya tahu yang masuk ke dalam sana adalah orang-orang yang khilaf dan lupa berbuat kesalahan. Namun yang saya catat adalah berkarya, sejarah mencatat ternyata penjara tak selamanya kelam, banyak sekali buah pikir yang dihasilkan dari penjara. Sebut saja Buya Hamka, yang berkat kotemplasinya pada ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan maha karyanya Tapsir Al-Azhar. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berkarya didalam penjara, yang mudah-mudahan ini menjadi motivasi bapak didalam penjara sana.

Oh, maaf jika saya terlalu menggurui kepada bapak, tidak saya justru ingin belajar. Begini pak, menurut saya dari pada pusing-pusing mengurus urusan sepak bola dan keadaan bapak didalam penjara, saya pikir lebih enak dengan ”kesendirian” bapak untuk lebih banyak merenung. Dan mengenai kepemimpinan PSSI diluar sana, kita beri kesempatan pada yang lain. Saya pikir masih banyak yang potensial dan mampu seperti bapak untuk bisa memimpin PSSI. Karena saya pikir sulit untuk memimpin ”jantungnya” persepakbolaan Indonesia sedangkan yang memimpinnya diluar sistem, katakanlah di penjara. Apalagi untuk kemajuan sepak bola Indonesia kita mesti saling percaya dan legowo lengser dari kursi PSSI.

Oh ya, baru kali air mata saya kering sedikit terobati dengan menulis surat ini, sebelumnya kemarin-kemarin saya menangis tersendu-sendu melihat aksi brutal bentrokan yang tak pernah berakhir. Kejadian teranyar adalah kerusuhan antara suporter Persipuran dan Persija yang memakan korban seorang Jackmania-sebutan suporter Persija.

Baru sebulan kerusuhan yang dilakukan oleh suporter Arema Malang, ternyata kerusuhan itu terulang kembali. Cukuplah korban yang kemarin adalah untuk yang terakhir kali dan jangan sampai terulang lagi. Kita ingin sepak bola Indonesia maju dan berprestasi di ajang Internasional. Dan tentu saja menurut saya, yang harus dibangun dahulu adalah Liga Indonesia yang berkualitas, sebab dari Liga inilah sebagai tolak ukur persepakbolaan Indonesia, ya para pemainnya, pelatihnya dan tentunya para suporter.

Jadi kalau Liga Indonesia saja sudah tidak berjalan dengan baik, jangan harap persepakbolaan Indonesia (timnas) bisa maju dan berpretasi. Dan semua itu beranjak dan dimulai dari roda PSSI selaku badan tertinggi yang mengatur persepakbolaan Indonesia. Sekali lagi, apa kabar pak? Semoga penglihatan, pendengaran dan hati nurani tidak mati. Itu saja. Terima kasih.

Penulis adalah Mahasiwa Jurusan Jurnalistik UIN SGD Bandung yang mencintai sepak bola Indonesia, http://www.oki-online.co.cc/

Sumber Foto: www.romokoko.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia