KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OLAH RAGA

Indonesia Juara Piala Dunia:Impian Atau Harapan?
Oleh : Yasmin Rasidi | 15-Jul-2010, 02:30:15 WIB

LOMBA TULIS. Piala Dunia telah usai, dan tim Spanyol secara mengesankan menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya dan juga menjadi tim Eropa pertama yang menjadi juara Piala Dunia di luar benuanya. Seperti kita ketahui, selama ini hanya Brazil yang bisa menjadi juara dunia yang diadakan di luar benuanya, yaitu tahun 1958 ( Piala Dunia di Swedia) dan 2002 ( Piala Dunia di Jepang-Korea Selatan).

Piala Dunia tahun ini mencatat sejumlah kejutan. Dari tersingkirnya juara dunia dan finalis Piala Dunia Jerman 2006, Italia dan Perancis di babak pertama sehingga ada komentar di jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter bahwa"Empat tahun lalu, Italia dan Perancis bertemu di final, tahun ini mereka bertemu di bandara".Tersingkirnya beberapa unggulan sebelum semi final seperti Inggris, Argentina dan Brazil, dan bintang-bintang yang diharapkan bersinar seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Kaka dan Lionel Messi yang juga Pemain Terbaik Dunia 2009, ternyata penampilan mereka malah jauh dari harapan. Inggris dan Argentina kalah telak dari Jerman yang suskes memadukan pemain senior dengan pemain debutan, Brazil harus menyerah 1-2 dari Belanda justru setelah unggul lebih dulu, dan Portugal, sekalipun lolos ke babak kedua, tapi hanya mampu menang telak 7-0 lawan tim debutan Korea Utara dan bermain tanpa gol lawan Brazil dan Pantai Gading. Cristiano Ronaldo hanya mencetak satu gol ke gawang Korea Utara dan di babak kedua Portugal harus menyerah 0-1 lawan Spanyol melalui gol David Villa. Sementara Lionel Messi, sekalipun cukup brilian dalam memberikan assist yang berbuah gol, tetapi tetap tidak mampu membawa Argentina melaju ke semi final dan malah kalah telak 0-4 lawan Jerman.

Beberapa negara mampu mengejutkan dunia lewat penampilan gemilangnya. Dua raksasa Asia,Jepang dan Korea Selatan mampu lolos ke babak kedua di luar benuanya sendiri untuk pertama kalinya, membuktikan bahwa kekuatan Asia tak bisa dianggap remeh lagi. Sekalipun Jepang kalah nasib lewat adu penalti lawan Paraguay dan Korea Selatan kalah tipis 1-2 lawan Uruguay, dua wakil Asia ini tetap disambut bak pahlawan. Uruguay, raksasa latin yang selama ini hanya dikenang lewat sejarah, mulai bangkit dan secara mengejutkan menjadi satu-satunya wakil Amerika Latin di semi-final setelah unggulan utama, Argentina dan Brazil harus pulang lebih awal. Dari Afrika, hanya Ghana yang mampu melaju ke perempat final, dan harus kalah nasib lewat adu penalti lawan Uruguay lewat pertandingan yang diwarnai aksi"penyelamatan Suarez"di gawang Uruguay yang mengakibatkan Suarez, pemain handal Uruguay yang mencetak empat gol, harus dikeluarkan.

Setiap Piala Dunia digelar, pertanyaan yang sama selalu muncul dari benak seluruh masyarakat Indonesia: Kapan Indonesia jadi juara dunia?Atau jika pertanyaan itu berlebihan, maka kapan tim Garuda berlaga ke Piala Dunia dan menampilkan aksi terbaiknya?Penduduk Indonesia hampir 200 juta sementara Uruguay yang berpenduduk 3,5 juta jiwa mampu tampil menawan di Piala Dunia setelah mengalami kemandekan prestasi puluhan tahun.Apa susah memilih 22 pemain berbakat untuk tim nasional? New Zealand yang dikenal dengan negeri rugby mampu membuat juara dunia 2006 Italia kerepotan dan harus"dihadiahi"penalti oleh wasit agar tidak kalah. Ketidakmampuan Italia untuk menang melawan tim anak bawang seperti New Zealand sempat menjadi bahan lelucon di koran-koran Australia. New Zealand mengakhiri tiga laga di penyisihan dengan seri dan tidak lolos ke babak kedua, tetapi mereka bisa membuktikan bahwa mereka mampu tampil baik di Piala Dunia, bahkan nilai mereka mengalahkan Italia, yang dua kali seri dan sekali kalah.

Menjadi juara dunia adalah impian tiap negara dan untuk mencapai hal itu tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat. Kita lihat Spanyol. Negeri flamenco ini dikenal memiliki dua klub hebat yang saling bersaing dan mempunyai"dendam sejarah":Real Madrid dan Barcelona. Liga Spanyol atau La Liga adalah salah satu kompetisi liga Eropa terbaik di dunia dan Spanyol banyak menghasilkan pemain-pemain berbakat, tetapi sebelum menjadi juara Eropa 2008 dan juara dunia 2010, Spanyol dianggap tim yang kurang beruntung di ajang internasional seperti ini. Paling bagus hanya sampai di perempat final.

Di tangan Luis Aragones, Spanyol menjelma menjadi kekuatan baru. Permainan indah a  la Spanyol yang mengandalkan operan ( passing) yang dikenal tiki-taka mampu menyihir dunia. Nama-nama baru seperti Fernando Torres,David Villa menjadi pemain mahal dan tahun 2008 lewat gol tunggal Torres, Spanyol mengalahkan Jerman di final Euro 2008 dan juara setelah 44 tahun menanti.

Di Piala Dunia, Spanyol sempat tertatih-tatih setelah kalah di pertandingan awal melawan Swiss, tetapi perlahan-lahan mereka bangkit dan puncaknya saat mereka mengalahkan Jerman di semi final dan Belanda di partai puncak lewat gol Iniesta di perpanjangan waktu.

Terlalu jauh membandingkan prestasi sepak bola negeri ini dengan apa yang sudah dicapai Spanyol. Tetapi yang bisa kita ambil dari kemenangan Spanyol adalah mereka sangat memperhatikan pembinaan pemain-pemain muda lewat klub lokal. Klub-klub besar seperti Barcelona dan Real Madrid jadi akademi dimana pemain-pemain muda ditempa, digembleng untuk dipersiapkan mengisi tim nasional. Intinya, regenerasi pemain, dari pembinaan di klub, kejuaraan dunia atau Eropa berdasarkan umur sampai tim senior. Xavi Hernandez dan kiper Iker Cassilas adalah pemain-pemain yang dulunya turut andil di kejuaraan dunia U-20. Selain Spanyol, pemain-pemain muda berbakat Jerman seperti Mesut Oezil dan Sami Khedira juga berawal dari tim nasional junior. Spanyol dan Jerman membuktikan betapa pentingnya regenerasi pemain yang bertahap, dan semua itu ada prosesnya.

Pertanyaannya: Apa sekarang PSSI sudah punya program ke depan yang jelas untuk membina pemain-pemain muda kita? Mereka bisa jadi Xavi, Villa, Messi, Mueller di masa depan ,tapi bagaimana anak-anak Indonesia bisa seperti mereka jika tidak ditangani dengan baik dan PSSI sebagai induk olahraga sepak bola tidak punya keinginan dan komitmen untuk memajukan sepak bola Indonesia, tapi malah jalan-jalan ke Afrika Selatan untuk menonton dengan alasan studi banding.

Jika PSSI masih dipenuhi oleh orang-orang yang sekedar mencari jabatan tanpa punya visi, misi dan kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik, maka jangankan juara dunia, lolos ke Piala Dunia pun tampaknya hanya menjadi impian.

Lalu, sekarang bagaimana mewujudkan impian (atau harapan?)untuk melihat tim Garuda berlaga di Piala Dunia?( belum jadi juara). Pertama, kepengurusan PSSI harus benar-benar dirombak dari awal. Bagaimana mungkin induk organisasi olahraga terpopuler dipimpin oleh seorang yang sedang mengalami masalah hukum dengan kasus korupsi? PSSI perlu belajar dari PSSInya Perancis. Penampilan Perancis yang mengecewakan di Piala Dunia 2010 dan segala konflik pemain-pelatih yang mewarnai Piala Dunia 2010 membuat pengurus sepak bola Perancis mundur karena malu. Sekarang, apa para pengurus sudah punya rasa malu karena gagal melakukan apa-apa untuk kemajuan sepak bola Indonesia?

Kedua, mulailah membina pemain-pemain dari tingkat klub. Tanamkan mental juara yang tidak pantang menyerah untuk mencapai sesuatu. Kita melihat Villa,Beckham,Zidane, Mueller dan lainnya itu hidup enak, tenar tetapi lupa bahwa mereka mencapai puncak ketenaran bukan dalam waktu setahun dua tahun. Mereka ditempa dari klub, lalu tim nasional junior lalu senior. Mulailah membina pemain-pemain muda dari sekarang dan jadikan mereka menjadi pemain yang tahan banting dan cobaan. Segala sesuatu ada prosesnya. Bakat memang penting, tapi yang lebih penting bagaimana mengasah diri dan punya mental olahragawan terus berjuang, pantang mundur dan menghargai orang lain.

Ketiga, komitmen dari pemerintah untuk peduli pada kemajuan olah raga. Para atlit adalah pejuang yang membawa nama bangsa dan negara. Presiden Perancis Nicholas Sarkozy rela membatalkan rapat penting demi berbicara dengan Thierry Henry, pelatih tim Perancis Raymond Domenech dan pengurus sepak bola Perancis setelah terjadi konflik antara Domenech dan para pemain yng protes setelah Nicholas Anelka diusir pulang oleh Domenech karena dianggap menghina dirinya. Sarkozy sadar bahwa masalah ini bukan sekedar main-main tetapi ini membawa nama dan kebanggaan negara. Perancis memang harus pulang lebih awal, tetapi di sini kita melihat betapa seorang presiden benar-benar punya perhatian terhadap olah raga dan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar terjun, bicara, diskusi untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi dan sama-sama mencari solusi.

Menurut saya, tiga hal ini jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, semoga Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia dan dapat menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya dikenal dengan korupsi, teroris dan segala hal buruk lainnya, tetapi kita punya tim hebat dengan pemain-pemain yang tak kalah hebat dari Zidane,Beckham atau Xavi yang siap membawa kejayaan bagi negeri ini. Semoga!




Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia