KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumRUU Omnibus Law Inskonstitusional Buruh Minta Stop Pembahasan Sidang Paripurna DPR RI oleh : ">
05-Okt-2020, 04:26 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OLAH RAGA

Lomba Tulis: Harapan Itu Masih Ada
Oleh : Mahardika Prihati Yuda | 15-Jul-2010, 13:37:17 WIB

     Baru kali ini Andi tidak menangis bangun tidur. Ibunya heran lantas bertanya, "Kenapa kamu tersenyum?" Turun ia dari dipan. Dipeluk ibunya. "Aku mimpi bermain di Piala Dunia bersama tim nasional Indonesia dan tim kami menjadi juaranya." Ruangsempit--Palembang, 2010


     Itulah cuplikan singkat dari cita-cita dan harapan seorang anak Indonesia yang kelak ingin dirinya menjadi seorang Pemain sepakbola yang handal dan dapat membawa negaranya menjadi juara piala dunia. Tentunya harapan Andi bukan hanya terjadi pada dirinya saja namun juga terjadi pada jutaan anak Indonesia lainnya bahkan seluruh rakyat Indonesia. Jiwa anak-anak yang masih polos memang masih belum mengetahui keadaan yang terjadi saat ini. Anak-anak dengan bebasnya mengungkapkan cerita mengenai cita-cita mereka di waktu kecil. Ketika mereka dewasa mereka pun mulai sadar bahwa hal yang diimpikannya sungguh sulit untuk dicapai dan bahkan tidak akan tercapai seumur hidup mereka. Harapan anak-anak negeri ini yang awalnya tinggi terhadap mimpi mereka sedikit demi sedikit luntur akibat tergerusnya keadaan oleh perkembangan zaman.


Berkaca Pada Realita

     Perhelatan akbar Piala Dunia 2010 kini tengah digelar. Pertandingan sepak bola Piala Dunia 2010 tengah menjadi topik perbincangan utama di berbagai belahan dunia saat ini, termasuk di Indonesia. Bukanlah rahasia lagi bahwa Indonesia memiliki antusiasme yang sangat besar terhadap olahraga yang satu ini. Olahraga di mana terjadi perebutan benda bulat berisi angin ini mampu merasuk jiwa-jiwa penghuni negeri zamrud khatulistiwa, mulai dari anak kecil hingga para penghuni panti jompo. Tak ayal hanya untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga dilayar kaca mereka rela bergadang dan mengesampingkan semua kepentingan lainnya. Suasana negeri ini begitu semarak  dan meriah. Rasanya atmosfer antusiasme negeri ini bak menjadi tuan rumah perhelatan akbar ini saja.


     Tetapi dari semua fenomena diatas timbul pertanyaan dalam benakku  sebagai salah satu rakyat Indonesia. Mengapa Indonesia Tidak Pernah Masuk Piala Dunia setelah negeri ini mendapatkan kemerdekanya?, entahlah apa yang menjadi penyebabnya. Apakah karena Indonesia tidak punya potensi dalam hal sepak bola?, saya rasa tidak. Ataukah karena persepakbolaan Indonesia memang belum layak dan kalah jauh dalam segala hal dari para peserta piala dunia. Pertanyaan tersebut tentunya tidak hanya timbul dari benakku saja tetapi mungkin benak seluruh rakyat lainnya yang ada di Indonesia ini.


     Mungkin semua alasan ketidaklayakan persepakbolaan Indonesia itu memang benar adanya. Prestasi persepakbolaan Indonesia memang sedang terpuruk saat ini. Kerusuhan suporter terjadi di mana-mana. Kerugian, baik materi, tenaga, bahkan  nyawa, terpaksa harus diderita. Apakah ini memang cerminan wajah persepakbolaan Indonesia?. Kita semua tentu tidak menginginkan ini semua terjadi. Bagaimanapun juga, tujuan awalnya didirikan klub atau tim sepakbola adalah sebagai wadah bibit-bibit unggul dunia olahraga, sebagai simbol kebanggan daerah, dan pemersatu bangsa, bukan sebagai ajang tawuran. Bagaimana Persepakbolaan Indonesia bisa maju kalau peristiwa seperti ini terus terjadi berulang kali?. Berbagai peristiwa diatas semakin menjelaskan kita akan bobroknya persepakbolaan negeri ini. Dan hai itu menambah rasa pesimis kita  terhadap kemajuan sepakbola di negeri dua belas ribu pulau ini.


Setitik Harapan yang Membangkitkan Semangat 
        
     Namun berbarengan dengan semua kebobrokan persepakbolaan negeri ini terdapat berbagai prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh anak-anak Indonesia di kancah internasional. Beberapa tahun silam tim junior Indonesia berhasil merebut juara empat setelah mengalahkan Italia dan Argentina pada ajang Danone Cup di Perancis. Lalu, tim junior Indonesia yang dikirim ke uruguay, kualitas permainan mereka makin hari kian baik. Mereka mampu bersaing dengan tim-tim asal amerika latin dalam liga maupun kejuaraan yang diadakan disana. Permainan tim Indonesia tidak kalah impresif dengan tim-tim dari brazil dan argentina, bahkan mereka bisa mengalahkannya. Dan beberapa bulan yang lalu Hanif Sjahbandi seorang anak Indonesia terpilih mengikuti pelatihan di kota Manchester yang diselenggarakan oleh Manchester United. Tidak hanya itu ia juga terpilih menjadi pemain terbaik dalam pelatihan tersebut. Berbagai prestasi anak bangsa diatas memberikan kita setitik harapan yang membangkitkan kita akan prestasi persepakbolaan negeri ini.


     Prestasi itu juga semakin mengukuhkan bahwa potensi Indonesia dalam hal sepakbola dan kualitas pemain juga tidak kalah dengan Argentina, Italia, dan negara-negara lainnya, bahkan dapat melebihi mereka. Tampaknya mereka tidak terpengaruh dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang terpuruk, justru mereka semakin termotivasi untuk membawa perubahan di dunia persepakbolaan negeri ini.


Peran Serta Pemerintah
     Jika mereka para talenta muda berbakat negeri dapat dibina dengan keras, intensif dan  benar. Maka bukan tidak mungkin nantnya akan terlahir pemain-pemain Indonesia yang berstadar internasional yang dapat menggaungkan nama Indonesia di kancah Internasional.


     Tentunya semua harapan tersebut harus dibarengi dengan usaha yang keras dan didukung oleh semua pihak baik pemerintah, PSSI, pemerintah daerah, dan semua elemen masyarakat. Semuanya kembali lagi pada sejauh mana keseriusan  pemerintah dalam mengembangkan olah raga ini. Jika memang pemerintah benar-benar serius dalam mengembangkan olahraga ini, maka akan sangat mungkin semua harapan diatas bisa menjadi realita.


     Jika kita mengintip ke negara Jepang, bagaimana negara itu mengembangkan sepakbola menjadi semodern kini. Semua itu tak lepas dari usaha keras pemerintahnya untuk mengembang olahraga ini. Mereka giat melakukan pembibitan pemain muda mereka, lalu melakukan studi kompetisi di  negara-negara lain dan mendatangkan Zico (pemain legendaris Brazil) dengan misi khusus untuk mengembangkan sepakbola di jepang.  Alhasil, lihatlah kini jepang merupakan negara langganan peserta  piala dunia dan selama keikutsertaannya dalam piala dunia prestasi mereka selalu mengalami peningkatan.


     Apa yang telah  Jepang lakukan untuk menegembangkan sepakbola dinegerinya hendaknya bisa kita tiru di negeri ini. Memang, pemerintah harus ekstra kerja keras untuk membenahi persepakbolaan nasional mulai dari kompetisi dan liga, pembinaan pemain junior dan lainnya demi mewujudkan harapan bangsa. Namun jika hal ini dari sekarang sudah dimulai. Kita semua yakin 10-20tahun harapan rakyat Indonesia untuk melihat negaranya bertanding dan mendengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan di ajang piala duniapun bukanlah sebuah mimpi belaka. Jika sudah begini menjadi   juara piala dunia sekalipun akan bisa kita capai.



Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Papua Nyatakan Dukungan Agar Otsus Jilid II Dilanjutkan pada Peringatan Hari Pahlawan Menyadari bahwa sejarah perjuangan pahlawan nasional Republik Indonesia khususnya yang tercermin pada peristiwa 10 November 2020 patut dikenang dan diteladani sebagai upaya generasi muda Indonesia dalam menghormati para pejuang yang telah merebut bangsa ini dari zaman penjajah hingga nyawa mereka
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB

 

 

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia