KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikSurvei SMRC: Mayorias Warga Tidak Suka Rizieq Shihab oleh : Wahyu Ari Wicaksono
26-Nov-2020, 10:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa 73% warga Indonesia tahu atau pernah dengar nama Muhammad Rizieq Shihab (MRS). Dari yang tahu, yang suka kepada MRS 43%, yang berarti jauh di bawah kesukaan terhadap
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Marco van Basten Tinggalkan Pola 4-3-3

 
OLAH RAGA

Marco van Basten Tinggalkan Pola 4-3-3
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 23-Des-2007, 15:06:52 WIB

KabarIndonesia - Sudah bosankah dengan "TOTAL FOOTBALL"nya?

Dalam wawancara di televisi, Rabu 19 Desember 2007, pelatih kesebelasan nasional Belanda Marco van Basten  mengatakan dia sedang merintis pola permainan 4-2-3-1 dengan empat pemain bertahan, dua pemain pengontrol di lapangan tengah, satu ujung tombak yang dikelilingi tiga pemain ofensif. Bagaimana dengan 4-3-3 yang selama ini diagungkan?
 
Oranje akan punya tampilan baru pola 4-2-3-1. Pilihan pola baru ini didukung segenap skuad Oranje, demikian tambah Marco van Basten. Pelatih kelahiran Utrecht, 31 Oktober 1964 itu menekankan bahwa apapun pilihan pola permainannya, "yang penting setiap pemain tetap kosisten menjaga zonanya, baik saat menguasai dan maupun ketika kehilangan bola."
 
Oranje Tidak Maksimal
Perubahan ini bisa dipandang sebagai jawaban Marco van Basten atas desakan dan kritikan selama ini. Meskipun sebenarnya sudah meraih nilai yang bagus tapi sistem yang diterapkan Marco van Basten 4-3-3 terlalu dipaksakan. Sehingga materi pemain-pemain yang fantastis seperti Ruud van Nistelrooy, Robin van Persie, Arjen Robben, Wesley Snijder, Rafael van der Vaart, Ryan Babel, Clarence Seedorf dan lainnya yang nota bene disanjung di klub-klub besar Eropa, tidak bisa bermain maksimal di 4-3-3.
 
Gara-gara 4-3-3 yang suci itu, Robin van Persie dan Rafael van der Vaart dipasang di tempat yang bukan "alam" mereka. Memasang Rafaël van der Vaart sebagai kanan luar, sangatlah mengejutkan dan mengherankan. Di posisi itu kaki kiri ampuh dan kreativitas Rafael tidak main. Jadi menganggur lah "amazing kaki kiri" Rafael. Satu kritik lagi adalah "pengamputasian" kwalitas Robin van Persie ketika dipasang di Kanan atau Kiri Luar. Padahal pemain Arsenal itu justru ditakuti lawan ketika ditugasi di zona striker siluman. Percobaan Kidal di kanan dan Kanan di Kiri yang rupanya tidak menelurkan hasil maksimal.
 
4-3-3 Nostalgia Saja
Hanya berkat kwalitas individual pemainlah yang menyelamatkan hasil akhir pertandingan. Contohnya: Terseok-seok menang dari Bulgaria 2-1 dan dengan susah payah menang tipis dari Albania 1-0. Belakangan kritikan ke Van Basten tambah santer karena dinilai tidak menghasilkan serangan mulus dan cantik yang diharapkan. Sebagai jebolan Ajax Amsterdam, lumrah bila Van Basten selama ini menganut pola 4-3-3, karena sistem ini memungkinkan sebuah skuad yang cenderung menyerang. Pola ini pula yang selalu diagung-agungkan oleh Johan Cruijff legendaris bola Belanda.
 
Belanda berjaya dengan pola permainan 4-3-3 pada Piala Dunia 1974 dan 1978 serta Piala Eropa 1988. Johan Cruijff menilai bahwa pola 4-4-2 hanya cocok kalau materi tim yang kurang bagus. Cruijff  mengungkapkan itu tanpa sadar bahwa klub-klub besar seperti AC Milan dan Real Madrid menerapkan sistem itu. Mungkin Cruijff bernostalgia pada era kejayaan Oranje di tahun 1974,  1978 serta 1988 masa jayanya trio Marco van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard di bawah Rinus Michels.
 
Bukti Sukses 4-4-2
Salah satu kubu yang juga kurang mendukung sistem 4-3-3 itu adalah pelatih Oranje Junior Foppe de Haan. Pelatih yang berhasil mengantarkan Oranje Junior Belanda ini bukan sembarang ngomong. Ia juga memberikan bukti dengan dua kali menjuarai Piala Eropa U21. Juara Piala Eropa dengan pola 4-4-2 berujung tombak Marcelo Rigters dan Ryan Babel. Berbicara dari pengalaman, Foppe yang sebelumnya juga penganut 4-3-3 mempertanyakan pola yang disucikan Johan Cruijff itu.
 
Berubah Bukan Berarti Kalah
Perubahan pola yang dilakukan Marco van Basten itu memang akhirnya meninggalkan ciri Belanda "Serang Habis". Tetapi ketika sejarah telah membuktikan bahwa perubahan adalah jalan yang realistis maka MvB tidak perlu malu. Publik Belanda sudah terlalu lama menanti kejayaan kembali tim seniornya. Terakhir kali tim Oranje menginjak podium tertinggi sebagai juara Eropa 25 Juni 1988, ketika itu Marco van Basten adalah salah satu bintang Oranje. Siapa tahu 20 tahun kemudian, 29 juni 2008, kejayaan itu terulang kembali dan Van Basten berdiri di podium tertinggi di Stadion Ernst Happel, sebagai pelatih?

Oleh: Eka Tanjung

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Papua Nyatakan Dukungan Agar Otsus Jilid II Dilanjutkan pada Peringatan Hari Pahlawan Menyadari bahwa sejarah perjuangan pahlawan nasional Republik Indonesia khususnya yang tercermin pada peristiwa 10 November 2020 patut dikenang dan diteladani sebagai upaya generasi muda Indonesia dalam menghormati para pejuang yang telah merebut bangsa ini dari zaman penjajah hingga nyawa mereka
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB

 

 

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia