KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiInternational Press Card HOKI Bukan Sekedar Kartu Pers oleh : Kabarindonesia
30-Nov-2020, 14:05 WIB


 
  KabarIndonesia - Berikut beberapa alasan mengapa International Press Card HOKI bukan sekedar Press Card biasa:

- Jumlah penulis Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) terus bertambah, hingga sudah mencapai lebih dari 15.000 orang banyaknya; 
- HOKI telah mendapat penghargaan MURI sebagai media yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
TOUR KE BELANDA GRATIS JIKA.... 04 Des 2020 15:05 WIB

 

Prediksi Hasil Piala AFF Bukan Gurita Paul

 
OLAH RAGA

Prediksi Hasil Piala AFF Bukan Gurita Paul
Oleh : Berthy B Rahawarin | 29-Des-2010, 02:49:19 WIB

KabarIndonesia - Betapapun Tim Piala AFF Garuda sangat optimis dengan hasil yang didapatnya dalam laga babak penyisihan hingga semi final berlangsung sempurna. Tim Negeri Jiran Malaysia sedang memberi batu ujian yang berat bagi Firman Utina dan teman-teman.

Kekalahan telak 3-0 pada laga tandang di Malaysia mengubah banyak hal dalam benak optimisme yang kadang berlebihan pada kubu Indonesia, terutama para pendukungnya.  Meski kekekalahan laga tandang masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Tim Garuda adalah "jago kandang", pertandingan final leg ke-2 di kandang justru menjadi tidak mudah karena harus mengejar minimum tiga gol pada masa 2x45 menit untuk menghasilkan aggregat sama, dan Malaysia tidak menambah gol.

Tim Malaysia yang sempat mencetak gol ke gawang Markus Maulana pada babak penyisihan meski Malaysia takluk 5-1, memberikan indikasi lain bahwa dalam 2x45 menit, Malaysia tidak dapat tinggal diam dan berupaya mencetak gol juga, meski mengutamakan pola bermain bertahan. Tim besutan K. Rajagopal itu dapat saja melakukan prinsip paradoksal, yakni "pertahanan terbaik adalah menyerang."


Tim Garuda dan Mission Impossible

Optimisme memenangkan lawan tanding Malaysia di atas kertas masih sesuatu yang lumrah bagi Tim Garuda. Mengingat Irfan Bachdim dan Gonzales beserta teman-teman yang lain sempat mempermalukan Malasyia 5-1. Sementara, Malaysia hanya mengalahkan tim Garuda dengan skor 3-0. Maka, meski Malaysia telah mengangtongi skor 3-0, Indonesia masih sungguh sesuatu yang sangat mungkin.

Namun beban moril yang amat berlebihan pada diri para pemain, dari sebelumnya sempat mendapat puja-puji, sekarang justru sedang terpuruk. Upaya untuk merebut tiga gol di satu sisi dan mempertahankan agar gawang tidak kebobolan di lain pihak, menjadikan tugas para pemain Garuda menjadi makin besar.

Beban untuk memenangkan laga dapat membawa hasil sebaliknya karena beratnya tanggung-jawab yang dipikul. Justru sang pelatih Riedl sangat memahami hal itu.  Karena itu berupaya agar sejak awal jangan sampai para pemain terbebani atau pudar konsenterasinya untuk hal-hal yang tidak perlu.

Sungguh, tidak mudah tugas Firman Utina dan teman-temannya. Kita, termasuk dan terutama para pendukung diharapkan menahan diri terhadap hal-hal yang tidak ada sangkut-pautnya dengan bola.

Fenomena non teknis permainan di luar lapangan yang dapat terjadi adalah sikap para pendukung yang melakukan "revenge" (balas dendam) dengan cara-cara yang bertentangan dengan semangat sportifitas yang dipromosikan bola-kaki dan olah raga umumnya. Bila para pendukung berulah lebih buruk dari yang diduga telah dilakukan oleh para pendukung Malaysia, pertandingan dapat berjalan di luar kehendak para pelaku dan pencinta sepak bola sejati.

Betapapun kita ingin mati-matian agar Tim Garuda menang.  Mari kita berupaya juga agar kita sendiri, masing-masing atau kelompok menjaga sportifitas, baik di saat menang maupun saat kalah. Sportifitas harus ada di dalam dan di luar lapangan. Pada pelatih dan pemain, pada penonton dan para pemimpin-penonton. Ini yang dianggap bagian yang sulit diprediksi tentang perilaku warga pendukung Piala AFF asal Indonesia.

Jika "Paul" Si Gurita belum mati, kita pasti menanyakan hasilnya dan Paul akan segera memeluk bendera Indonesia atau Malaysia. Ah . . . Paul. Sekarang, kami tinggal percaya, bola itu bundar. Kedua Tim ingin tampil terbaik dan merebut kemenanganya.

Tim Garuda bak sedang menjalani sebuah persiapan "mission impossible". (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia