KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan Juli 2014 Kategori Berita Artikel oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Jul-2014, 06:01 WIB


 
 
Top Reporter Bulan Juli 2014 Kategori Berita Artikel
KabarIndonesia - Pada bulan Juli 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Rio Anggoro sebagai Top
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

Kenangan 15 Jul 2014 22:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB


 

Meningkatnya Tindak Kekerasan di Kalangan Murid di Eropa

 
OPINI

Meningkatnya Tindak Kekerasan di Kalangan Murid di Eropa
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 08-Okt-2007, 13:32:48 WIB

KabarIndonesia - Belakangan ini semakin terdengar meningkatnya kasus tindak kekerasan di kalangan murid di berbagai sekolah di Eropa. Kekerasan di sekolah juga terjadi di Perancis dan Ceko.
Di Perancis terdapat 7500 sekolah. 10 persen dari sekolah-sekolah itu mengalami masalah kekerasan dan itu sudah lama terjadi.

Sejak awal tahun 2000 psikolog Xavier Pommerau mengamati fenomena baru yang mengkhawatirkan di Perancis: sikap agresif juga semakin sering dilakukan oleh remaja perempuan
„Baru-baru ini di klinik kami terdapat seorang remaja putri yang dianiaya oleh tema-teman sekolahnya. Kami berhasil menyembuhkan dia di pusat rehabilitasi kami, dan merasa sangat heran dimana korban tersebut tidak ingin melaporkan teman-teman perempuan pelakunya. Karena takut dibalas."

Tendensi Tindak Kekerasan Di Kalangan Perempuan Meningkat
Menurut Pommerau, pakar masalah remaja di klinik Rumah Sakit Universitas di Bordeaux, jika selama ini kaum perempuan jika menghadapi masalah identitas dan tekanan sosial cenderung mengarahkan kekerasan terhadap dirinya sendiri, dimana mereka berdiam diri dalam menanggung masalah itu, belakangan ini semakin sering para perempuan muda menunjukkan agresivitasnya dengan kekerasan fisik.

Meskipun demikian dengan satu syarat, seperti disampaikan psikolog remaja Pommeraux „Anak perempuan jarang melakukan tindak agresif sendirian. Mereka bertindak dalam kelompok. Kebalikannya dari anak laki-laki. Seorang anak perempuan baru melakukan tindak kekerasan dalam kelompok remaja atau sebuah gang. Banyak yang menceritakan kepada kami, jika mereka sendirian, mereka tidak pernah dan tidak akan pernah menyundut anak perempuan lainnya dengan rokok. Masalah terbesar dalam usia tersebut, baik remaja pria maupun perempuan mereka melepaskan rangsangan spontanitasnya begitu saja, selama orang tidak membatasinya."

Yang umumnya terjadi selama ini remaja pria  main pukul dan remaja putri melontarkan kata-kata tajam. Demikian disampaikan Fabienne Bertot direktur sekolah di Aubervilliers, sebuah kota dekat Paris. Tapi sekarang para remaja putri yang sedang puber juga melakukan pemukulan.

Untuk memperoleh rasa hormat, mereka mencontoh tindakan agresif yang dilakukan remaja pria. Sasaran mereka jarang sekali jenis kelamin lainnya, tapi sesama perempuan. Hampir setiap kali yang dijadikan kambing hitam harus anak perempuan lainnya. Apakah itu karena lebih cantik, lebih buruk atau hanya karena ia lain daripada yang lain.

Dikatakan Bertot "Di satu sisi mereka mengalami kesulitan menempatkan diri sebagai perempuan. Mereka merasa dirinya terpaksa meniru tindakan remaja pria untuk dapat membela diri pada saat-saat tertentu. Dan di sisi lain, kami semakin banyak menemui murid pria dan perempuan yang tidak dapat mengungkapkan sesuatu secara verbal. Dan jika mereka tidak dapat menyampaikan perasaan lewat kata-kata, mereka akan menempuh  tindak kekerasan."

Di kalangan remaja perempuan tindak kekerasan brutal, terutama dilakukan mereka yang berumur antara 13 sampai 16 tahun. Dengan bertambahnya usia, tingkat agresivitas ini semakin menurun. Demikian dijelasakan Psikolog Pommeraux. Dan pelaku tindak kekerasan di kalangan remaja putri tidak hanya berasal dari kalangan sosial lemah, tapi sering pula dilakukan mereka yang datang dari keluarga berada.

Kesalahan bukan hanya berasal dari orang tua dan guru, tapi juga akibat batasan-batasan sosial. Menurut psikolog spesialis masalah remaja Pommeraux, sekolah hanya merupakan resonans dari fenomena yang tampak dimana-mana. Tidak hanya di Perancis tapi juga di Ceko, misalnya.

Meningkatnya Tingkat Kekerasan di Ceko
Murid-murid di Ceko tampaknya tertib dan menahan diri. Guru-guru di sana memiliki otoritas yang besar. Namun di balik tampilan yang tertib dan penuh disiplin ini di sekolah-sekolah di Ceko, mobbing dan dan tindakan menyulitkan orang lain semakin meningkat

Mischa Vesela:
"Mula-mula saya takut untuk mengatakannya. Tapi ketika hal itu semakin memburuk, saya menceritakannya kepada ibu saya. Ia segera melapor kepada direktur sekolah, yang menjanjikan kami, semuanya akan menjadi lebih baik. Tapi ia tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi mobbing, dan akhirnya saya pindah sekolah."

Cerita dari Michaela Vesela, seorang murid kelas 8 bukan kasus satu-satunya. Sekitar 40 persen murid di Ceko sudah pernah menjadi korban tindakan yang menyulitkan. Memang belum pernah terjadi tindakan amok, yang menggemparkan dunia. Tapi menurut pengamatan Bohumil Stejskal dari kementerian pendidikan Ceko „Tindakan agresivitas semakin meningkat. Hal tersebut bukan hanya masalah sekolah seperti pendapat banyak orang di sini. Orang juga melihat misalnya dalam mengemudi mobil. Anak-anak memerlukan panutan yang positif, dan kami orang dewasa tidak menawarkan itu kepada mereka."

Anak-anak di Ceko semakin mencari panutan dalam permainan computer yang brutal dan media massa. Hal yang dianggap Stejskal sebagai penyebab utama meningkatnya tindak kekerasan di sekolah. Perubahan politik, yakni runtuhnya tembok Berlin tahun 1989 bukan penyebabnya

Stejskal:
„Tindakan tersebut sudah muncul juga sebelum tahun 1989. Sejak perubahan politik tahun 1989, hal tersebut dapat dibicarakan terbuka, itulah perbedaannya."

Tindak Kekerasan Harus Dibicarakan Secara Terbuka
Membicarakan tindak kekerasan secara terbuka, justru itu yang sulit dilakukan murid-murid yang bersangkutan maupun orang tua. Juga para guru merasa mendapat beban yang terlalu berat. Meskipun demikian tidak ada yang menolong mereka mengatasi masalah itu. Demikian menurut Ondrej Keiser, murid di sebuah sekolah di ibukota Ceko, Praha. Hanya jika orang menanganinya secara terarah, mobbing dan tindakan kekerasan dapat dihindari sejak dini

Ondrej Keiser:
"Bagaimana pun orang tidak dapat memandang tindakan menyulitkan sekecil apapun sebagai tindak bercanda yang tidak berarti. Bukan sesuatu yang dapat dipandang tidak berarti, jika menganiaya yang lemah dan kesenangan melakukan tindakan itu menjadi mode."

Sekolah Ondrej merupakan salah satu dari sejumlah proyek di Ceko yang mengangkat tema tindak kekerasan dan mobbing dalam pelajaran. Pencetus proyek tersebut adalah psikolog Michal Kolar. Ia yakin bahwa tindak kekerasan di sekolah akan lebih sedikit, jika lebih dilakukan tindakan pencegahan

Kolar:
"Beberapa tahun lalu sebuah proyek percontohan berhasil menurunkan tindak kekerasan di sekolah-sekolah yang terlibat dalam proyek itu. Dalam waktu empat bulan kasus tindak kekerasan menurun 75 persen. Suatu hasil yang sangat menjanjikan."

Sumber: Deutsche Welle

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pasmar-2 Marinir Gelar Latihan Pengendalian Demonstrasi Massaoleh : Dispen Kormar
18-Jul-2014, 21:20 WIB


 
  Pasmar-2 Marinir Gelar Latihan Pengendalian Demonstrasi Massa Dalam rangka memelihara kesiapsiagaan pasukan yang akan diterjunkan dalam proses pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang pada 22 Juli mendatang memasuki tahap rekapitulasi suara di KPU, satu Satuan Setingkat Batalyon (SSY) pasukan siaga Pam Pilpers Pasmar-2 Marinir menggelar Latihan penanggulangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia