KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKonferensi Asia Afrika ke-60 Diikuti 79 Negara Asia Afrika oleh : Bambang
21-Apr-2015, 00:30 WIB


 
 
Konferensi Asia Afrika ke-60 Diikuti 79 Negara Asia Afrika
KabarIndonesia - Pejambon (Jakarta), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggelar temu pers di Kantor Kemenlu Pejambon, Jakarta. Pada Dita Faisal (tvOne), Ira Kusno (Kompas TV), Najwa Shihab (Metro TV) dan Pewarta Kabarindonesia, beliau mengatakan bahwa seluruh isi Deklarasi/Dasa Sila Bandung
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Sakit Hati Dipolisikan 04 Apr 2015 11:06 WIB

 
Mooi Bandoeng 19 Apr 2015 11:35 WIB

Dialog via SMS 16 Apr 2015 14:15 WIB

 
Tahura Sultan Adam 13 Apr 2015 02:01 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
RESENSI NOVEL: Let Me Be With You 04 Apr 2015 10:55 WIB

 
Sang Penantang Takdir! 16 Apr 2015 08:55 WIB

Krisis Kepercayaan Narasumber 15 Apr 2015 07:48 WIB

 

Revolusi Seks Bebas di Indonesia

 
OPINI

Revolusi Seks Bebas di Indonesia
Oleh : Adi Supriadi | 25-Des-2007, 01:59:23 WIB

KabarIndonesia - Kebebasan berhubungan seks di Barat, semuanya tidak dilarang, boleh saja, seks bebas, nudis di pantai, toko-toko porno dan sebagainya. Pernikahan gay atau pasangan berkelamin sejenis pun tidak dilarang. Sedangkan di Amerika Serikat masih terjadi kontroversi sekitar pernikahan sejenis ini yang dianggap berada di luar moral agama. Negara yang menjunjung kekebasan seperti Amerika Serikat masih melarang perkawinan sejenis.

Seks Bebas di Amerika & Eropa

Perbedaan antara Eropa dengan Amerika Serikat dalam hal ini orang-orang Eropa menganggap orang Amerika Serikat terlalu over, bahkan munafik, sok suci. Apa-apa yang berbau seks ditolak namun sebaliknya Amerika lah produsen film porno terbesar di dunia.  Anehkan?

Anda masih ingat mantan presiden Clinton yang jajan di luar nikah. Skandal bukan, beda sekali dengan Perancis, di mana mendiang Presiden Mitterand justru mengundang putrinya yang lahir dari hubungannya dengan istri gelap untuk tinggal serumah.

Belanda pun pernah mengalami jaman yang anti seksual, di mana seks masih ditabukan. Yang mencolok sikap ini berubah pada tahun 60-an, ketika di Belanda terjadi revolusi di segala bidang kehidupan sosial  dari emansipasi perempuan sampai ke kebebasan menentukan sendiri kehidupan seks. Revolusi budaya ini muncul setelah negara Belanda terwujud. Orang mulai memikirkan hal-hal non materialis, kebahagian individual dan budaya apa yang mengekang.

Tahun 60-an dan 70-an merupakan dekade-dekade serba boleh, toleran, juga terhadap semua ungkapan yang mungkin berbeda dari apa yang dalam tradisi dianggap normal. Kumpul kebo, seks remaja, penggunaan ganja dan bahkan narkoba keras, hidup dalam komune, kelompok yang saling bagi harta dan partner, sampai ke pasangan sejenis.

Pembawa Seks Bebas ke Indonesia

Globalisasi dan tekhnologi memakan korban untuk bangsa kita. Penulis tidak anti globalisasi dan tekhnologi tinggi, justru harapan kita globalisasi dan tekhnologi tinggi disikapi dengan bijak dan ilmu pengetahuan. Perilaku Seks bebas di Eropa sudah bukan barang baru, justru ini menjadi budaya karena anggapannya bahwa hal ini terkait kedalam kebutuhan pokok seperti makan dan minum.

Ketika orang-orang Eropa datang ke indonesia sebagai turis maka seks bebas pun dibawa ke Indonesia, terlebih himpitan ekonomi dan keinginan mencari uang dengan cara mudah sengaja diciptakan oleh sistem yang ada, membuat seks bebas merupakan hal yang tidak tabu lagi di Indonesia bahkan iklan kondom pun dikumandangkan untuk mengiringi budaya ini.

Bagaimana dengan Umat Islam di Eropa?

Di Eropa, penentang keras seks bebas ini hanya dari kalangan umat islam, akibatnya hampir Semua fraksi di Belanda misalnya menuntut masjid ini ditutup, dan imamnya yang warga negara asing diusir. Toleransi di Belanda terhadap ummat Islam semakin hari semakin merosot. Bagi mereka, Islam adalah simbol yang berlawanan dengan semua hal yang mereka anggap hasil penting dari revolusi budaya tahun 60-an: kesamaan dan persamaan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, posisi kaum minoritas antara lain kaum gay yang sederajad dengan golongan mayoritas, dan hak individual setiap orang untuk menentukan kehidupan seksualnya.

Bagaimana dengan Umat Islam di Indonesia?

Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai akar budaya keagamaan yang sangat kental, di mana setiap lapangan kehidupan harus dilandasi dengan hukum syariat atau paling tidak hukum adat yang biasanya lebih dekat dengan hukum agama.
 
Seks Bebas di Indonesia khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Batam, Bali dan Jogjakarta misalnya mendapat rangking tertinggi. Hal inilah yang merisaukan umat islam, terlebih hukum pemerintah yang mencla-mencle, tidak jelas ukurannya dan mudah disimpangsiurkan, membuat perilaku seks bebas ini seolah-olah mendapat tempat untuk terus membudaya.

Khawatirnya kita akan dituding sebagai bangsa yang munafik dan fasik di mana aturan-aturan dan perundang-undangan melarang perilaku seks bebas dan ditambah lagi masyarakat kita yang religius tetapi kenyataanya bukan rahasia lagi jika perilaku anak bangsa di berbagai daerah sudah berani mengadakan syuting film porno sendiri, membuat foto telanjang dan sebagainya, yang lebih parahnya dan memalukan adalah pembuat aturan dan perundang-undangan malakukan hal-hal yang dilarang di dalam undang-undang yang mereka buat sendiri.

Berdasarkan hasil survei penulis, Bandung misalnya merupakan tempat strategis dan aman bagi oknum pejabat eksekutif & oknum anggota dewan dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan perilaku seks bebas dan skandal di hotel-hotel berbintang lima di Bandung. Wajar saja jika Azab Allah begitu banyak menimpa negeri ini karena memang kita yang menantang ALLAH Swt. Nauzubillah.

*) Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Winaya Mukti Bandung Jawa Barat, Alumni STAI Al-Haudl Ketapang Kalbar

Sumber image: drbongs.co.uk

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bandung Siap Sambut KAA 2015oleh : Johanes Krisnomo
19-Apr-2015, 13:53 WIB


 
  Bandung Siap Sambut KAA 2015 Geliat suasana persiapan gelaran Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Bandung, 24 April 2015 tampak meriah dan bersemangat. Penyelesaian tahap akhir sarana dan prasarana pendukung masih tampak di beberapa tempat di sekitar Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, tempat berlangsungnya acara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Mobil, Buku, Soekarno dan Mandela 16 Apr 2015 14:11 WIB


 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia