KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PemiluPasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla Memenangkan Pilpres 2014 oleh : Badiyo
26-Jul-2014, 23:44 WIB


 
 
Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla Memenangkan Pilpres 2014
KabarIndonesia – Jakarta, Dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara nasional Pemilihan Presiden (Pilpres), yang berlangsung hari Selasa (22/7) mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Menjadi Wanita Karier dan Istri yang Baik Ternyata Mudah

 
OPINI

Menjadi Wanita Karier dan Istri yang Baik Ternyata Mudah
Oleh : Kartika Krisnawati | 28-Feb-2008, 20:18:58 WIB

KabarIndonesia - Sebagai wanita kita sering dihadapkan pada satu pilihan yang sulit. Ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses tetapi kita sedikit banyak harus mengorbankan keluarga yang kita sayangi. Atau menjadi istri & ibu rumah yang teladan tapi ujung-ujungnya kita harus mengorbankan karir kita juga. Padahal sangat mudah untuk bisa menjalani keduanya asalkan kita tahu trik-triknya agar keduanya bisa berjalan harmonis.

1. Yang paling UTAMA, kita harus memahami lebih dulu bahwa keluarga adalah segalanya & meskipun karir dalam hal ini sebagai prioritas kedua tetapi karir adalah hal yang sangat berharga & sayang bila harus dihempaskan begitu saja. Dengan pemahaman ini kita menjadi lebih relaks & enjoy dalam menjalani keduanya.

2. Pintar-pintar me-manage waktu dan menjadikan sebagai kebiasaan/ rutinitas. Jadikan sebagai kebiasaan kita sehari-hari untuk mempersiapkan rutinitas kita di dalam agenda kita. Seringkali kita malas untuk mencatatnya di dalam buku agenda, jadi boleh-boleh saja jika kita memasukkannya ke dalam agenda otak kita. Kegiatan ini akan menjadi sulit dilakukan jika tidak dibiasakan. Jadi intinya adalah MEMBIASAKAN diri sehingga lama kelamaan hal tersebut sudah terprogram dengan sendirinya di dalam memory otak kita.

- Manage-lah waktu kita sebaik & seproposional mungkin, Lakukan dengan cekatan/tidak dengan gemulai, dalam waktu ini pendapat bahwa Time is Money boleh dipraktekkan. Sebagai contoh :
  • Berikan pekerjaan-pekerjaan rumah kepada pembantu, kecuali menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak, biasakan untuk menanyakan kepada suami dan anak-anak apa yang mereka inginkan untuk sarapan, lalu mintalah pembantu untuk menyiapkannya. Sementara itu anda bisa mengisi waktu dengan hal-hal lain seperti menyiapkan keperluan kerja anda atau bersiap-siap untuk mandi. Jadi intinya anda tidak perlu harus menjalankan semuanya sendiri, jadikan pembantu anda sebagai rekan kerja anda di rumah. Hitung-hitung anda menjadi leader atau manager yang memiliki otak/rencana sedangkan pembantu anda adalah staff yang menjalankan rencana anda. Jangan sampai pembantu anda yang menjadi boss di rumah anda sendiri.
Komunikasi kecil dengan menanyakan sarapan mereka seperti itu akan membuat suasana nyaman dan harmonis, meski sepele mereka akan merasa diperhatikan walau kenyataannya pembantu yang memasaknya. Pada saat sarapan usahakan anda bercengkerama dengan mereka. Sambil lalu tanyailah anak-anak soal kegiatan mereka di sekolah, juga tentang suasana kantor suami. Meskipun dengan waktu kurang dari 30 menit tetapi jika suasananya hangat, hal itu akan lebih berarti dibandingkan sarapan selama 1 jam tetapi sekedar melakukan kewajiban makan bersama.

Jika
anak kita masih bayi, jadikan waktu ini untuk menyuapi dan menyusui. Bahkan anda bisa melakukannya sambil sarapan. Kenapa tidak? Buang egoisme diri karena merasa seperti kerja marathon. Selama niat kita ikhlas untuk keharmonisan keluarga maka kita bisa enjoy melakukannya. Believe It. Tidak ada sesuatu yang mudah jika anda tidak menganggapnya mudah. Everything is easy if you think it is easy.
  • Menyiapkan keperluan suami seperti pakaian dan dasinya, hal ini tidak akan memberatkan jika kita melakukannya pada saat kita menyiapkan pakaian untuk diri kita sendiri. Hanya memerlukan waktu 5-10 menit-lah. Dengan begitu suami akan merasa diperhatikan hingga hal yang terkecil.
  • Sempatkan menengok anak-anak sebelum berangkat ke kantor. Sentuhlah mereka dengan usapan atau kata-kata sayang dan berpamitlah kepada mereka ketika akan keluar rumah. Lebih bagus lagi jika anda biasakan anak-anak anda mencium tangan orang tuanya.
Menyapa & berpamitan seperti itu memberi pesan bahwa anda masih ibu mereka. Keberadaan anda masih utuh di hati anak anda. Ada kesan keintiman dan kesepakatan antara orang tua dan anak. Meskipun klise, tapi katakan pada mereka kata-kata pesan seperti "Mama berangkat dulu ya sayang, hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa telepon mama atau papa ya. Daghh..." Jangan malas dan enggan melakukannya !! Ingat, Keengganan/kemalasan adalah awal dari ketidakharmonisan, karena rasa malas itu ibarat rasa kantuk yang bisa menular pada orang-orang di sekitar kita.
  • Tidak perlu setiap hari, tetapi sangat bagus sekali jika anda meluangkan waktu 3 menit di antara Lunch anda untuk menelpon ke rumah sekedar meyakinkan diri bahwa mereka baik-baik saja. Atau menelpon suami anda di ponselnya sekedar mengingatkan waktunya makan siang. Jangan terlalu lama dan keseringan agar tidak terkesan kaku atau terlalu mendominasi. Komunikasi kecil seperti ini akan memberikan rasa tenteram dan nyaman dalam jiwa mereka. Sekali-kali gantilah perhatian melalui telepon itu dengan mengungkapkannya lewat SMS agar tidak bosan.
  • Hindarkan meluangkan waktu lebih banyak di luar rumah untuk bukan urusan kantor. Memang perlu terkadang anda mengikuti ajakan keluar teman anda sekedar jalan ke pertokoan selepas jam kantor untuk menghindarkan kejenuhan. Tetapi jangan lupa selalu memberitahu kepada keluarga anda terutama suami dimana anda saat itu atau bahwa anda sedikit telat pulang kerumah. Yah, jangan terlalu sering apalagi setiap hari, paling tidak anda melakukannya sebulan sekali. Karena ingatlah, bahwa anda adalah seorang isteri dan ibu yang baik dan santun. Jadi jangan sampai lupa diri dan waktu. Percayalah, akan terasa lebih enjoy dan aman jika keluar rumah atau meluangkan banyak waktu dengan keluarga. Misalnya anda janjian dengan suami atau anak-anak untuk ketemu di mall untuk belanja bersama selepas jam kantor.
  • Sekembali anda di rumah, nikmatilah waktu kebersamaan itu sebaik mungkin. Mungkin anda capek atau stress dengan pekerjaan anda di kantor. Tetapi relaks-kan itu pada saat anda dalam perjalanan pulang. Anda bisa melakukan dengan cara meregangkan otot-otot anda untuk melepaskan capek dan stress itu selama beberapa menit saat anda di mobil, atau buat diri anda tertidur sejenak. Atau pada saat anda sampai di kamar. Regangkan otot kejang anda sambil relaks sebentar di tempat tidur, kalau perlu anda bisa merajuk kepada suami anda untuk memijit sebentar tengkuk anda. Tapi ingat, jangan menyuruh. Meminta tolong dengan merajuk itu akan membuat suatu keintiman baru yang lebih indah. Atau sebaliknya, lakukan hal yang sama kepada suami jika anda melihat dia sedang stress atau capek. Dengan begitu, waktu anda di rumah akan lebih berharga, anak-anak akan sangat senang jika mereka bisa bersama dengan orang tua mereka. Bukannya anda malah langsung tidur sepulang kerja sehingga waktu anda dengan mereka sangat minim. Ingatlah satu hal bahwa, ke-egois-an kadang datang tanpa kita sadari. Kadang kita merasa sudah capek seharian kerja mencari tambahan pendapatan demi keluarga. Sehingga kita merasa sudah sewajarnya kalau kita tidur nyenyak dan beristirahat sepulang kantor. Yang akhirnya tidak kita sadari bahwa kita telah mengabaikan suami dan anak-anak kita. Padahal kita bisa saja istirahat sambil tiduran diruang keluarga dengan mereka. Atau sambil tidur-tidur ayam di pangkuan suami kita sementara dia menonton televisi. Yah, tidak ada yang sulit-lah jika kita biasakan.
  • Usahakan selalu makan malam di rumah bersama keluarga. Nikmatilah waktu ini selama dan sebaik mungkin. Anda bisa ngobrol dan bercengkerama sambil sedikit mencari tahu kegiatan mereka di luar rumah. Anda juga harus sedikit menceritakan kegiatan anda atau bahkan hal-hal sepele yang anda temui di luar rumah/di jalan sehingga hal itu akan men-sugesti ­mereka untuk tidak segan-segan bercerita pula. Suatu komunikasi dua arah yang baik dan harmonis adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul.
  • Jangan langsung pergi ke tempat tidur dengan cepat. Nikmati kebersamaan dengan mereka, misalnya menemani mereka nonton televisi atau menengok anak-anak yang sedang belajar, jika mampu berinteraksilah tentang PR mereka. Jangan takut salah, bantulah mereka sebisa mungkin menurut versi anda. Sometimes kesalahan-kesalahan kecil yang terlontar akan membuat suatu kelucuan yang mengundang senyuman/tawa. Tidak apa-apa diketawain, tidak perlu malu atau gengsi, ingatlah mereka adalah keluarga anda, suami yang anda sayangi dan anak-anak yang lahir dari rahim anda sendiri, bukan musuh/saingan anda dimana anda merasa gengsi karena melakukan kesalahan kecil itu.
  • Ngobrolah dengan suami anda senyaman mungkin. Jangan bicarakan soal pekerjaan yang seharusnya tidak perlu suami harus tahu atau yang suami anda buta soal itu. Karena sometimes hal itu bisa memicu ketegangan. Sharing Together -lah dengan suami soal kantor jika itu memang perlu. Apalagi jika anda mempunyai masalah dengan teman sekantor atau hal-hal lain yang tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaan.
Sharing together-lah tentang anak-anak yang semakin tumbuh dewasa serta langkah-langkah yang harus dilakukan bagi masa depan mereka. Tapi ingat, jangan melontarkan pendapat bahwa ide andalah yang the best. Utarakan visi anda beserta maksud dan nilai lebihnya lalu mintalah pendapat suami anda. Jika tidak sependapat, tanyakan alasan suami anda mengapa memilih langkah itu lalu pikirkan kemungkinan kebagusannya. Ingatlah, tidak ada pendapat yang sama persis. Yang ada hanyalah bagaimana kita bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan perbedaan itu. Kemudian selaraskan perbedaan itu dengan lapang dada, bukan berarti anda harus kalah. Rangkum pendapat anda berdua menjadi satu, lalu carilah solusinya bersama-sama.

Utamakan hal-hal yang terpenting lebih dahulu. Insyaallah, semuanya berjalan dengan indah. Ber-toleransi itu bukan berarti kita mengalah, tetapi hanyalah mencari keseimbangan dalam 2 visi yang berbeda. Tidak ada yang harus paling menonjol dan diutamakan diantar suami isteri. Yang ada hanya saling melengkapi jikalau ada kekurangan dari kedua visi itu.

Berinteraksilah dengan anak-anak soal keinginan masa depan mereka, misalnya mereka ingin jadi apa kelak ? Ingin melanjutkan sekolah dimana? Jika anda anggap keinginan mereka itu tidak sesuai/tidak bagus, janganlah anda langsung mengatakan JANGAN! Tetapi tanyakanlah alasan mereka kenapa menginginkannya, lalu anda berikan solusi dan contoh-contoh aktual tentang sisi baik dan buruk dari pilihan mereka itu, serta semua konsekuansinya. Selain itu juga lontarkan pilihan baru yang menurut anda baik untuk mereka tanpa terkesan menyuruh/memaksa. Contohnya, anda berkata "Kalau menurut mama sekolah ini juga bagus sayang, coba deh lihat...bagus kan? Di sekolah ini ada ini, ada itu, dan seterusnya...coba deh nih kamu baca brosurnya. Kamu lihat-lihat dan pikir-pikir dulu, besok baru kamu putuskan. Ok ?"

Untuk beberapa lama biarkan mereka memikirkan lagi apa yang terbaik buat mereka. Jangan mendesak mereka, Just Slowly But Sure. Itu lebih bagus. Di lain hari anda bisa menanyakan kembali kepada mereka tentang keinginan mereka. Ingat, jangan menyinggung-nyinggung soal pembicaraan kemarin. Hanya tanyailah mereka, kembali interaksi dan jika mereka tetap dengan keinginan mereka maka mungkin sudah saatnya bagi anda yang harus memikirkan kemungkinan bahwa pilihan mereka mungkin memang baik. Jadi, berlapang dadalah tentang semua hal yang terjadi dalam lingkungan anda.


3. Selalulah ingat bahwa tidak selalu yang kita dapatkan bisa berlaku sesuai yang kita harapkan. Tetapi paling tidak kita harus bisa memikirkan segi positifnya bagi kebaikan bersama. Jika masih ada kebaikan dan nilai positif di dalamnya, kenapa kita harus angkuh untuk menolaknya dengan mentah-mentah. Setiap hal yang terjadi di sekeliling kita, baik ataupun buruk adalah manifestasi dari sikap dan pikiran kita. Karena sebenarnya, kehidupan ini sangat kompleks dan penuh dengan ketidakpastian. Kita sendirilah yang akan menentukan apa yang akan kita dapatkan kelak di kemudian hari. Jika kita selalu berpikir positif, maka sikap dan tindakan serta perkataan kita pun akan ter-sugesti untuk selalu positif. Atau malah sebaliknya.

Tidak ada yang benar-benar sempurna di dunia ini, tetapi tidaklah salah jika kita berusaha untuk sesempurna mungkin selama kita terus yakin bahwa pada setiap persoalan akan meninggalkan hikmah yang baik bagi kita. Mungkin kesempurnaan secara lahir tidak bisa kita dapatkan, tetapi paling tidak kesempurnaan dalam jiwa akan membuat kita lebih tenteram, nyaman dan lebih dapat menghargai apapun yang kita dapatkan di dunia ini.

Dan terakhir yang bisa saya katakan adalah, apapun yang telah saya katakan di atas hanyalah sebagai salah satu solusi, dan tetap hanya akan menjadi sebuah solusi belaka jika kita tidak benar-benar mencoba mempraktekkannya dengan seungguh-sungguh.

Akhirnya, semoga kita bisa menjadi seperti apa yang kita harapkan. Kurang atau cukup semuanya pasti memiliki sisi kebaikan di dalamnya. Sukses selalu kaum wanita yang telah mampu menjalankan emansipasi sebaik-baiknya tanpa lupa sisi lainnya sebagai seorang wanita sejati, yaitu seorang wanita yang juga dapat bersikap sebagai seorang isteri dan ibu yang baik bagi keluarganya.

Sumber Image: madeandi.blogspot.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia