KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
OPINI

BN2PTKI Apa Peranmu ?
Oleh : Airlangga | 02-Mei-2008, 20:08:30 WIB

KabarIndonesia - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau lebih sering di sebut BN2PTKI , sebuah badan yang mengurusi para TKI di luar negeri ini tak ubahnya seperti "siluman terbang" ( maaf kalau terlalu kasar )

Banyaknya kasus penipuan yang mengatasnamakan recruitment kerja ke luar negeri seolah tidak membuat BN2PTKI tidak surut dari tugas tugas dan fungsi utamanya, belum lagi kasus kasus TKI di luar negeri yang tidak pernah kunjung selesai.Tragis memang nasib TKI. Ketika para pemimpin Indonesia ribut soal kekuasaan,dominasi partai, dan bagi-bagi uang anggaran baik di pusat maupun daerah, para TKI yang sekadar berjuang bertahan hidup tidak mendapat perhatian serius.

Persoalan yang sering mendera para buruh migran Indonesia ketika bekerja di luar negeri, coba di antisipasi pemerintah dengan membuat sebuah lembaga baru. Di awal 2007 pemerintah meresmikan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Eksistensi, fungsi dan tugas dari BNP2TKI sejak awal sudah menuai kontroversi banyak pihak. Mulai dari kalangan legislatif yang merasa kebakaran jenggot karena pemerintah tidak pernah mengkonsultasikan pembentukan lembaga ini kepada tuan-tuan terhormat yang berada di Senayan. Sampai kepada sorotan para aktivis mau pun lembaga yang selama iini bergelut dengan dinamika buruh migran atas penunjukkan Jumhur Hidayat untuk memimpin lembaga ini.Pembentukan BNP2TKI sebagai lembaga pemerintah non departemen yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan buruh migran, ternyata masih masih sayup-sayup kedengaran kiprahnya. Padahal BNP2TKI merupakan badan yang berada di bawah, dan langsung bertanggungjawab kepada presiden.


BN2PTKI DI BIAYAI DARI APBN


Gelontoran dana dari APBN untuk menghidupi BNP2TKI juga tidak bisa dibilang kecil. Melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), per Februari 2007 telah di salurkan anggaran sebesar Rp 97 miliar kepada lembaga ini untuk biaya operasional pelaksanaan-pelaksanaan kebijakan dan 36 Milyar untuk BNP2TKI di daerah. Dana ini belum termasuk 29 perwakilan di luar negeri. Untuk RAPBN 2008, pemerintah tidak tanggung-tanggung meminta gelontoran anggaran dana APBN 2008 sebesar Rp 273.5 milyar untuk BNP2TKI!

Namun sayangnya, permintaan gelontoran dana tidak identik dengan perkuatan kapasitas kelembagaan ini. Secara perlahan-lahan BNP2TKI hanya sebatas menjadi mesin birokrasi yang sering ngadat ketika mengurusi buruh migran. BNP2TKI kehilangan roh sebagai tangan negara yang harus benar-benar melindungi rakyatnya terutama para buruh migran yang mengadu nasib di luar negeri.

Yang naik nampak kepermukaan adalah ketakutan kehilangan kewenangan dan pundi-pundi uang dari beberapa departemen atas munculnya lembaga baru ini. Jauh-jauh hari, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah mewanti-wanti bahwa untuk urusan buruh migran, Depnakertrans sebagai pembuat kebijakan atau regulator dan BNP2TKI sebagai pelaksananya, jadi tidak akan tumpang tindih. Sekilas nampak oke-oke saja, tapi kondisi lapangan ternyata tidak semudah yang diomongkan para petinggi birokrat ini. Untuk persoalan keberadaan dan sepak terjang Perusahaan Pengerah jasa Tenaga Kerja Indonesia (PPJTKI) ilegal saja, BNP2TKI tidak punya “gigi” untuk menindak tegas.Kasus lain yang terjadi di lapangan misalnya pemalsuan dokumen. Hampir semua orang tahu dan paham tempat-tempat yang menjadi area pemalsuan dokumen untuk buruh migran. Padahal selain penempatan dan perlindungan, BNP2TKI juga mempunyai tugas penyelesaian masalah TKI termasuk didalamnnya melakukan pengawasan terhadap dokumen. Namun lagi-lagi, BNP2TKI tidak bisa apa-apa. Paling banter hanya menghimbau dan sekali lagi menghimbau. Pemalsuan dokumen menyangkut buruh migran dengan melibatkan aparat pemerintah dan lintas departemen telah menjadi gurita raksasa yang sewaktu-waktu dapat menelan BNP2TKI.Fenomena tersebut hanya merupakan setitik air kecil dari lautan persoalan yang terus ada dalam dinamika buruh migran. Ketika untuk persoalan kecil saja tidak mampu di atasi oleh lembaga ini, mungkin lebih baik lembaga ini berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Tuhan. Biar orang-orang yang berada di lembaga ini lebih berani untuk berjibaku mengurusi nasib buruh migran, karena kalau tidak becus hukumannya jelas yaitu siksa api neraka


BN2PTKI DAN KASUS TKI

Hati sangat sedih sekali ketika membaca berita dari media mengenai nasib TKI yang kerja di Malaysia dan sekarang kehidupan mereka semakin tidak jelas. setiap kali membaca berita penderitaan dan kemiskinan dari warga Indonesia, hati saya tidak terima karena begitu banyaknya praktek dari para penguasa dengan KKN tanpa mempedulikan warga yang kekurangan makan dengan perut lapar dan menderita kemiskinan. Malah di daerah pengungsian disana sudah ada yang meninggal,dan yang membuat hati bertambah sedih saat membaca cerita dari media mengenai ungkapan polos dari anak kecil mengenai kepergian ayah mereka yang mereka kira ayahnya lagi tidur.

Bagaimana seorang bocah yang berusia empat tahun, tidak menyadari kepergian sang ayah yang tubuhnya terbaring kaku di sebuah lorong Puskesmas Nunukan lantaran di siksa majikannya dan di kejar kejar Polisi diraja malaysia sebagai "pendatang" haram Kedua bocah itu bermain dengan jenazah ayah mereka yang mereka kira sedang tertidur pulas dengan sarung menutup wajah.

Ibu mereka, Wahidah Daeng Nur (34), sedang hamil tua. Tanpa tangis, Wahidah berusaha tabah menyaksikan tingkah laku kedua anaknya yang polos itu. Hatinya terasa pahit, setelah 13 tahun berumah tangga dan merantau ke Malaysia setahun terakhir untuk mengumpulkan uang bersama, sang suami pergi dengan tiba-tiba.

Adegan di atas adalah sebagian kecil dari ribuan kasus TKI yang tidak pernah tuntas di tangan BNP2TKI.Tidak ada nya perlindungan  bagi TKI di Luar negeri adalah bukti nyata bahwa BN2TKI hanya sebuah badan pepesan kosong belaka.


MONOPOLI INFORMASI

Sebagai Badan Nasional yang menangani penempatan daan perlindungan tenaga kerja seharusnya BN2PTKI memberikan informasi yang kongkrit mengenai Lowongan pekerjaan di Luar negeri dari discription job  , dan keabsahaan lowongan tersebut. Penipuan yang dilakuakn oleh salah satu perusahaan PJTKI yang bisa memberangkatkan ke New Zealand , mengindikasikan bahwa telah terjadi Diskomunikasi informasi.

Distribusi informasi kerja luar negeri dapat di ilustrasikan sebagai berikut :

1 Sumber Informasi - KJRI/KBRI/ Perwakilan Negara kita di LN informasi kerja di distribusikan ke :
2. BN2PTKI/Depnaker (Pemerintah)
3. PJTKI
4. Konsumsi Publik / Masyarakarat

www.bnp2tki.go.id yang seharusnya memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia tidak pernah mempublikasikan informasi kerja ke New Zealand atau Canada, yang jelas-jelas apabila di konfirmasi ke KJRI/KBRI di Luar Negeri bahwa informasi sudah di sampaikan ke www.bnp2tki.go.id ?

www.bnp2tki.go.id tidak pernah meng updated berita info kerja ke luar negeri yang telah menghabiskan berjuta2 untuk membuat proyek websites tersebut, tetapi mengapa katakan PT.YAS (PJTKI) bisa menjual informasi kepada masyarakat mengenai informasi kerja ke New Zealand dan negara lain yang mengakibatkan kasus penipuan 105 orang CTKI ?

Ada apa sebenarnya ? lalu informasi yang di berikan KBRI dan KJRI di jual kemana dan kepada siapa ? apakah BNP2TKI transparan ? silahkan kunjungi websites nya www.bnp2tki.go.id apakah pernah ada informasi kerja ke New Zealand atau Canada padahal informasi tersebut sudah di berikan oleh perwakilan Negara Indonesia di Luar Negeri.

Sumber dari PJTKI yang kami dapat ( Yang tidak mau di sebutkan namanya) : bahwa oknum BNP2TKI untuk kerja ke New Zealand ikut serta dalam bisnis informasi ini. Mengapa tidak di publikasikan di dalam websites nya yang bernilai ratusan juta?

Satu bukti keserakahan pemerintah adalah akan di berlakukannya pendekatan G to G untuk TKI ke New Zealand, BNP2TKI dan Depnaker ikut berbisnis komoditi Manusia yang sangat menguntungkan bagi orang-orang BNP2TKI dan Depnaker, Mengapa urusan kasus PJTKI terkesan tidak pernah tuntas ?

Kenapa New Zealand di buat G to G ? tidak beda dengan halnya negara tujuan Korea, dimana Negara tersebut animo masyarkat yang ingin bekerja meningkat tentu saja di buat G to G.

Dengan membuat G to G proses perekutan ini akan menjadikan pemerintah sebagai pemain tunggal dalam penyaluran tenaga kerja ke Korea , dan sebentar lagi New Zealand.

sudah seharusnya pemerintah menyediakan ruang untuk publik dengan memberikan keterbukaan informasi yang menyangkut apa yang menjadi hak dan harus di ketahui oleh publik.Dengan demikian transparasi dan informasi ke publik benar benar sampai.

Kesimpulan akhir dari opini ini adalah :

1. Masih adanya birokrat yang bermental Minta dilayani adalah kendala utama dalam transparasi informasi publik
2. Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa BN2PTKI belum cukup memadahi dalam menjalankan fungsi fungsi nya , masih banyaknya intrik kepentingan di dalamnya menjadikan BN2PTKI seperti "Siluman terbang" tidak jelas kemana akan mengawal , melindungi dan membela hak hak TKI di Luar negeri.
3. Pembenahaan menyeluruh BNP2TKI adalah mutlak untuk mendapatkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja yang benar benar Menjalankan fungsi seperti yang di harapkan masyaratkat banyak.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia