KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupGunakan Rantang sebagai Pembungkus Makanan oleh : Irma Susilawati Dana
03-Sep-2010, 01:33 WIB


 
 
Gunakan Rantang sebagai Pembungkus Makanan
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.

Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Seleramu yang Puitis 01 Sep 2010 00:37 WIB

Pekarangan Tubuh 30 Aug 2010 02:19 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

Purnama Theatre, Nasibmu Kini 19 Aug 2010 04:04 WIB

 

Pertahanan, Peradilan dan Nelayan Lautan

 
OPINI

Pertahanan, Peradilan dan Nelayan Lautan
Oleh : Rifqi Muhammad | 03-Jul-2008, 02:15:27 WIB

KabarIndonesia - Indonesia laiknya surga yang nyata, iklimnya tropis dan dua per tiga wilayahnya berupa lautan. Posisi strategis ini menawarkan habitat yang mendukung bagi kehidupan jutaan jenis ikan. Sayang, harta melimpah itu bukan lagi milik kita. Sebab, kita tak sepenuhnya bisa memanfaatkannya. Sebaliknya, anugrah tersebut malah dilahap oleh orang lain  Irono bukan?   Dapat dipastikan, siapapun akan tergiur dengan kekayaan hasil laut Indonesia. Bagi mereka yamg melirik, beragam cara akan dilakukan untuk mengeruk lautan kita.

Tak ayal, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) menggejala di lautan Indonesia. Celakanya, hingga kini fenomena ini belum juga ditanggapi secara serius. Buktinya, pertahanan laut indonesia masih dilihat sebelah mata. Akibatnya, sektor tumpuan keamanan ini menjadi lemah. Sebab, tak ada niatan untuk memperbaiki atau mengganti sarana infrastruktur dan alat-alat pengaman banyak yang sudah usang.  Padahal, kerugian yang derita negara akibat praktik lllegal fishing sudah sangat banyak, bahkan nilainya mencapai Rp 4 triliun per tahun. Sungguh jumlah yang sangat fantastis. Namun pemerintah tampaknya pasrah dan tidak berkutik, sekalipun hanya untuk menarik kembali hasil tangkapan mereka. Pada 2007 misalnya, kita hanya bisa menyelamatkan sebesar Rp 600 miliar.  

Pada sisi lain, pemerintah juga tidak memperhatikan jutaan nelayan indonesia yang hampir gulung tikar. Padahal, apabila para nelayan tersebut beraktifitas, setidaknya praktik illegal fishing bisa sedikit dicegah. Sebab pada dasarnya kedua elemen tersebut saling berjalin kelindan. Pada saat melaut, para nelayan tidak hanya sedang mengunduh ikan, tetapi juga turut mengawasi perairan kita.  Lepas dari itu semua, selama ini, kejahatan perikanan diperparah dengan pengadilan perikanan di Indonesia yang masih lemah. Hal ini terbukti dengan sedikitnya kapal-kapal asing pembajak ikan yang berhasil dibuktikan dalam pengadilan. Kontan, kita pun tak bisa menarik kembali ikan-ikan tangkapan mereka.  

Dengan demikian, untuk menangani masalah penangkapan ikan ilegal, minimal pemerintah harus bertindak tiga langkah sekaligus. Pertama, meningkatkan kualitas pertahanan laut. Kedua, pemerintah juga harus membantu menyelesaikan  problem nelayan kita. Dan yang terakhir, ketiga, dibarengi dengan komitmen tinggi dari semua aparat penegak hukum untuk menangani tindak pidana perikanan secara jujur, adil dan tegas. Dengan demikian, perlu integrasi dan aksi nyata dari semua pihak, untuk mengawal kelautan Indonesia.  Kalau hanya satu atau dua dari ketiga langkah tersebut yang diselesaikan, niscaya formula penyelesaian itu tidak akan efektif dan tampak timpang. Harus kita akui, menyelesaikan ketiganya secara sekaligus memang terasa berat, namun, pekerjaan rumah yang menumpuk itu tidak bisa sambil jalan. Tidak pula sekadar diramaikan dengan retorika, rapat-rapat yang frekuensi dan intensitasnya ditinggikan, atau gali tutup lubang. Setidaknya, koreksi awal itulah yang mesti dilakukan. Karena itu, penjagaan dan penanganan atas kapal-kapal penangkap ikan illegal mesti menyentuh seluruh aspek.

Setelah ketiga langkah diatas berjalan, pemerintah bisa melanjutkan dengan perbaikan sistem yang lain.   Pengalaman membuktikan, solusi dan kebijakan sebaik apapun tak berarti kalau tidak dilaksanakan. Berangkat dari hal itu, solusi-solusi konkrit diatas harus segera dilaksanakan dengan seksama. Untuk bangkit dari kubangan masalah, kita harus membudayakan langkah get things done, laksanakan dan realisasikan. Dengan demikian, ketiga solusi diatas akan menjadi solutif.  

Rifqi Muhammad, Warga kabarindonesia.com, tinggal di Yogyakarta.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pengungsi Terancam ISPA dan Diareoleh : Andi Cristop
31-Aug-2010, 23:11 WIB


 
  Pengungsi Terancam ISPA dan Diare Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
DFO Bermasalah dan Feng Shui 17 Aug 2010 23:37 WIB

Penganggur Usia Muda Meningkat 17 Aug 2010 13:45 WIB

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 

 

 
Arah Perjuangan Baru JOTHI 20 Aug 2010 04:16 WIB

 
Eloknya Si Plirik van Java 31 Aug 2010 13:49 WIB

Perketat Pengawasan Tambang 27 Aug 2010 13:52 WIB

 
Sarana Komunikasi Tersendat 28 Aug 2010 02:10 WIB

Situs Porno Resmi Diblokir 19 Aug 2010 03:17 WIB

 
IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB


 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia