KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahBupati Sergai Menerima Penghargaan dari USAID PRIORITAS oleh : Agus Suriadi
30-Mei-2017, 06:35 WIB


 
 
KabarIndonesia - Serdang Bedagai, Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman menerima piagam penghargaan dari USAID PRIORITAS yang diserahkan oleh Koordinator USAID PRIORITAS Provinsi Sumatera Utara Agus Marwan bertempat di rumah dinas Bupati,  Jalan Negara No.300 di Sei Rampah, Sabtu (27/5)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Tragedi Pasuruan dan Pengelolaan Zakat
Oleh : Rudy Handoko | 20-Sep-2008, 23:39:25 WIB

KabarIndonesia - Memilukan dan betapa menyedihkan! Bingung untuk mencari kata lain yang pas ketika menonton tayangan Tragedi Zakat Maut Pasuruan! 21 nyawa melayang, belasan yang terluka, puluhan yang trauma dan kehilangan.

Sungguh pedih, sedih, muak, kecewa, memalukan dan berbagai rasa bercampur menjadi satu melihat kejadian miris parade kemiskinan yang berujung maut, yang ‘mungkin’ hanya terjadi di Indonesia. Niat mulia, jadi petaka…karena seperti adagium jika niat dan perbuatan baik tapi dilakukan dengan cara yang salah dan sembrono, maka hasilnya adalah kesalahan dan dosa. Begitupun jika di lakukan tanpa ilmu maka tunggulah kehancurannya, apalagi karena kesombongan pamer kedermawanan di depan parade kemiskinan.

Saya katakan demikian, karena Tragedi Zakat Pasuruan adalah sebab orang yang kebetulan kaya, berniat baik tapi keterlaluan dan sombong, sehingga melakukan zakat dengan jalan yang salah dan tanpa ilmu. Jika mereka mengerti dan faham, maka kecelakaan-kecelakaan itu pastilah dapat di-eliminir. Jika mereka tahu bahwa yang datang akan membludak, harusnya mereka melibatkan banyak pihak, membagi tempat dan wilayah sehingga tidak menumpuk  dan mengundang maut.

Memang ajal sudah menjadi takdir di manapun menjemput! Tapi kelalaian inilah yang menjadi faktor utamanya. Ini juga lebih tepatnya disebut penghinaan, karena betapa rendah dan hinanya kaum miskin yang nyawanya mesti digadaikan hanya demi 30 ribu rupiah. Yaa…Tuhan! Kemudian, ada kawan yang bertanya…siapa yang patut disalahkan? Pihak penyelenggara sudah pasti! Tapi tentunya jika dirunut lebih dalam lagi, negara dan beberapa institusi juga bertanggung jawab.

Bukan bermaksud saling menyalahkan dan menyudutkan berbagai pihak, tapi negara bertanggung jawab, karena bagaimanapun, hilangnya nyawa-nyawa secara sia-sia ini juga bentuk dari pembiaran dan kegagalan negara. Ada unsur pembiaran, karena negara dalam hal ini yakni berbagai institusi negara gagal dan mungkin lalai mengantisipasi kejadian ini.

Padahal jika melihat pengalaman yang sudah-sudah, dan melihat kerumunan yang hadir dalam kasus tragedi zakat tersebut, maka berbagai institusi terkait…diminta atau tidak…oleh pihak penyelenggara, harusnya ikut mengamankan dan melakukan berbagai langkah antisipasi, bahkan peringatan dan teguran kepada penyelenggara jika memang belum berkoordinasi.

Bukannya hanya menonton, membiarkan dan terkesan tak tahu atau tak mau tahu, serta baru heboh setelah kejadian! Intitusi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat (BAZ) juga patut di pertanyakan fungsi dan perannya. Kerjaan MUI bukan hanya sebatas menyatakan fatwa haram ketika sudah jatuh korban, tapi mestinya pada momen-momen Ramadhan begini, MUI dan BAZ harusnya lebih giat menyosialisasikan tentang bagaimana berzakat yang benar, sesuai syariah dan efektif.

Kalau bukan MUI dan BAZ yang menyerukan, terus siapa lagi! Lebih lanjut, BAZ bukan sekedar menyalahkan bahwa penyelenggara yang tidak mau bekerjasama dan berkoordinasi dengan BAZ buat menyalurkan zakatnya. Tapi sebenarnya BAZ itu harusnya “sedikit” saja lebih progresif dan variatif dalam menarik dan mengelola zakat, mestinya jemput bola dan bukan menunggu saja, apalagi sudah jelas zakat itu hukumnya wajib yang mesti ditarik dan diambil dari para wajib zakat. Kelemahan lainnya, terutama BAZ (BAZNAS dan BAZDA) sebagai pengelola zakat adalah….berupa suatu pertanyaan, mengapa masih banyak muslim yang wajib zakat lupa berzakat, enggan berzakat dan kalaupun berzakat, maka lebih merasa afdhal berzakat sendiri (menyalurkannya sendiri)?

Jawabannya karena, BAZ tidak profesional, muncul dan aktif hanya momen Ramadhan saja, padahal zakat itu bukan hanya di bulan Ramadhan. Tidak profesional ,karena jejaring zakatnya lemah, SDM pengelolanya tidak kompeten, sosialisasi dan metodenya tidak menarik dan variatif dan sebagainya, sehingga partisipasi ummat minim. Termasuk yang paling parah adalah ketidak-akuntabel-an dan ketidak-transparan-an pengelolaan zakat ummat, sehingga wajiba zakat “emoh “ berzakat melalui BAZ. Ini bukan rahasia umum lho!

Di daerah saya, yang namanya BAZDA sangat jarang mengeluarkan dan memberi penjelasan mengenai neraca pengelolaan zakat. Jadi wajar dunk tingkat kepercayaan (trust) wajib zakat jadi hilang memudar, yang tentunya mempengaruhi minat berzakat. Padahal jika zakat dikelola optimal, akuntabel dan transparan serta tepat sasaran termasuk mampu produktif, maka harusnya ini mampu memberdayakan ummat lepas dari kehinaan kemiskinan. Inilah persoalan yang harus diperbaiki dan dibenahi!
 
Alhamdulillah, sekarang sudah semakin banyak lembaga-lembaga zakat yang lebih profesional, akuntabel, transparan, di kelola dengan manajemen yang lebih modern, dan dengan pola yang lebih atraktif serta variatif dalam menarik, mengumpulkan dan mengelola zakat. Seperti Dompet Dhuafa di tingkat nasional. Dan di daerah saya ada LAZ Dompet Ummat yang berhasil memberdayakan mustahiqnya melalui pelatihan dan pendampingan wirausaha, juga LAZ Al-Mumtaz dan sebagainya. Mudah-mudahan ke depan pengelolaan zakat jadi lebih baik, dan kejadian seperti Tragedi Zakat Maut Pasuruan tidak terulangi lagi! Amiiin.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia