KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
OPINI

Fungsi Bank Garansi Sebagai Jaminan Pelaksana Tender
Oleh : Yon Sadono | 05-Nov-2008, 09:08:26 WIB

KabarIndonesia - Untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu pembangunan proyek bergantung kepada adanya Bank Garansi. Bank garansi merupakan unsur yang penting dalam menjamin keberhasilan pembangunan proyek, baik dalam tahap pelelangan yang dikenal dengan nama jaminan penawaran (tender bond) maupun dalam perjanjian kerja yang dikenal dengan nama jaminan pelaksanaan pekerjaan (performance bond).

Perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan landasan hukum Bank Garansi dalam pelaksanaan tender, fungsi Bank Garansi sebagai jaminan tender, akibat hukum dan penyelesaiannya jika terjadi wanprestasi, dan mengetahui berakhimya Bank Garansi.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan metode library research dengan menggunakan data sekunder, terutama bahan hukum primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan Bank Garansi atau jaminan bank merupakan suatu jaminan yang diberikan oleh bank dimana bank menjamin untuk memenuhi suatu kewajiban apabila pihak yang dijamin di kemudian hari ternyata tidak memenuhi kewajiban kepada pihak lain sebagaimana telah diperjanjikan.

Sedangkan landasan hukum Bank Garansi dalam pelaksanaan tender yaitu Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 juncto Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Dalam UU itu disebutkan bahwa Bank Umum memberi Jaminan Bank (Bank Garansi) dengan tanggungan yang cukup.

Landasan hukum lainnya adalah Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia tertanggal 28 Maret 1979 UPPB mengenai ketentuan-ketentuan tentang pemberian Jaminan oleh Bank dan pemberian oleh Lembaga Keuangan bukan Bank. Ada lagi Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tertanggal 19 Maret 1984, No.233/KMK.011/1984, tentang Penunjukan Bank dan Lembaga Keuangan yang dapat menerbitkan Jaminan Bank (Bank Garansi).

Fungsi Bank Garansi sebagai jaminan pelaksanaan tender adalah untuk memperlancar hubungan kedua belah pihak, baik untuk kepentingan kontraktor maupun kepentingan pemilik proyek. Kepentingan di pihak kontraktor adalah sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi kontraktor dalam mengajukan surat penawaran dalam tender yang diikutinya.

Apabila kontraktor tidak menyerahkan tender bond (Bank Garansi dalam tahap tender), maka kontraktor tersebut tidak diperbolehkan ikut dalam tender. Akibat hukum yang timbul dengan dikeluarkannya Bank Garansi terhadap pihak ketiga baru ada apabila telah terjadi suatu tindakan wanprestasi. Untuk hal tersebut, maka pihak ketiga dapat mengajukan klaim kepada bank penerbit Bank Garansi untuk memenuhi prestasi yang telah dijamin.

Apabila terjadi wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian pemborongan, maka pihak yang menerima jaminan dari bank akan menuntut tanggung jawab kepada bank yang mengeluarkan Bank Garansi tersebut. Penyelesaiannya, jika terjadi wanprestasi, maka pihak pemilik proyek (penerima jaminan) mengajukan klaim/ tuntutan secara tertulis kepada bank disertai bukti-bukti otentik bahwa pihak kontraktor harus diajukan setelah batas waktu yang telah ditentukan atau setelah berakhir jangka waktu Bank Garansi dan selambat-lambatnya 14 hari sejak berakhirnya Bank Garansi.

Pemberian Bank Garansi dalam pelaksanaan tender akan berakhir jika perjanjian pokok berakhir; pihak yang dijamin (kontraktor) telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sehubungan dengan maksud dikeluarkanya Bank Garansi tersebut; dan berakhimya Bank Garansi sebagaimana yang ditetapkan dalam BankGaransi yang bersangkutan.

Disarankan, Bank Garansi atau jaminan bank sebagai salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh bank-bank untuk menunjang pelaksanaan pembangunan, terutama dalam pemborongan proyek, agar diberikan tanpa harus menyerahkan jaminan atau agunan, khususnya bagi pemborong ekonomi lemah.

Hal itu dimaksudkan agar biaya provisi/ administrasi penerbitan bank garansi dapat ditekan serendah mungkin untuk memberi kemudahan bagi golongan ekonomi lemah dalam menggunakan jasa bank garansi ini.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia