KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilDian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia oleh : Robert - Hoki
15-Sep-2014, 11:02 WIB


 
 
Dian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia
KabarIndonesia - Belanda, Kompetisi bisnis antar maskapai penerbangan di Indonesia tergolong tinggi. Pasalnya banyak perusahaan swasta, asing dan milik negara yang memperebutkan pelanggan.
Kesuksesan Garuda Indonesia, sebagai salah satu perusahaan berpelat merah (milik negara) yang bergerak dalam dunia penerbangan dalam negeri
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Investasi Jalan Tol dalam Keterbatasan Anggaran Negara

 
OPINI

Investasi Jalan Tol dalam Keterbatasan Anggaran Negara
Oleh : Muslimin B. Putra | 22-Aug-2009, 01:49:08 WIB

KabarIndonesia - Luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat membutuhkan investasi yang sangat besar di bidang infrastruktur, sementara anggaran negara sangat terbatas karena harus membiayai sektor-sektor vital lainnya. Misalnya dalam kurun waktu 2005-2009, kebutuhan investasi infrastruktur rata-rata sebesar US 13 milliar dollar per tahun, sedangkan anggaran negara hanya mampu memenuhi sekitar 38% dari total kebutuhan investasi.

Pertumbuhan dan mobilitas penduduk akhir-akhir ini menjadikan penambahan ruas jalan tol menjadi kebutuhan yang mendesak, sementara  kemampuan keuangan Pemerintah di lain pihak saat ini sangatlah terbatas. Untuk itu, keterlibatan sektor swasta dalam pendanaan dan pembangunan jalan tol sudah menjadi suatu kebutuhan.

Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jalan termasuk salah satu faktor yang menentukan perkembangan ekonomi wilayah, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Untuk itu Pemerintah perlu untuk selalu berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga kesenjangan antara kebutuhan dan pelayanan yang ada dapat diminimalkan.

Pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat sejak dekade tahun 80-an, terutama pada daerah perkotaan, telah menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan infrastruktur, khususnya jalan raya. Pembangunan ruas jalan non tol dan jalan tol baru terus dilaksanakan dan disesuaikan dengan fungsinya masing-masing.            

Bertolak dari fenomena tersebut, pemerintah membuat skema Kerjasama Pemerintah dengan Swasta (KPS) yang memungkinkan dunia swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur. Area kerjasama dalam skema KPS dalam pembangunan infrastruktur baru dan pengelolaan infrastruktur yang sudah ada. Bila skema KPS berjalan lancar, maka pemerintah dapat lebih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur yang tidak bersifat komersial dan bersifat vital dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jalan arteri, drainase, infrastruktur pedesaan, dan seterusnya. 

Dalam skema KPS, maka Pemerintah Indonesia melaksanakan proyek Infrastrukture Reform Sector Development Program (IRSDP), dengan didukung oleh Bank Pembangunan Asia dan Pemerintah Belanda. Komponen terpenting dari IRSDP adalah Project Development Facility (PDF) untuk mempercepat pelaksanaan proyek KPS.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam PDF, antara lain membantu Pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam:
(i) menyiapkan studi kelayakan proyek infrastruktur;
(ii) melaksanakan proses pelelangan proyek yang terbuka dan transparan; dan
(iii) melaksanakan transaksi proyek. BAPPENAS akan bertindak sebagai pelaksana (executing agency) dari proyek IRSDP ini.
 
Diselenggarakannya PDF adalah untuk mempercepat transaksi proyek KPS. PDF pada dasarnya merupakan bantuan teknis kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan proyek KPS, melaksanakan pelelangan, dan negosiasi dengan investor. Dengan demikian, PDF akan membantu pemerintah daerah sampai proses transaksi.  Sedangkan tahap selanjutnya, yaitu pembangunan infrastrukturnya sendiri tidak termasuk dalam skema PDF. 

Melalui PDF diharapkan partisipasi sektor swasta dalam proyek-proyek infrastruktur di daerah meningkat, pemerintah daerah lebih mampu mempersiapkan proyek KPS dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada, serta kemampuan melaksanakan KPS tersebut diadopsi dengan baik dan digunakan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan proyek-proyek KPS lainnya.

Mengacu pada Undang-undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol, ada peluang besar kerjasama antara Pemerintah dengan para investor swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam penyelenggaraan jalan tol. Sejak Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang peran partisipasi sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur, maka pertumbuhan pembangunan jalan tol di Indonesia mulai meningkat. Data yang ada, saat ini sekitar 647 km jalan tol yang sudah dioperasikan di Indonesia, 499 km di antaranya dioperasikan oleh PT. Jasa Marga dan sisanya 148 km dioperasikan oleh investor swasta.  

Contoh partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur jalan tol adalah Bank Mandiri. Bank semi-swasta tersebut pada September 2008 lalu mulai mengucurkan kredit sindikasi pada proyek dua ruas jalan tol senilai Rp 2,53 triliun setelah sengketa antara investor terkait dan pembebasan lahan terselesaikan.

Kedua proyek tersebut adalah Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) seksi W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan) senilai Rp 1,5 triliun dan jalan tol Bogor Ring Road dengan porsi pembiayaan bank Rp1,13 triliun dari total investasi Rp 1,6 triliun-termasuk tanah. Saat ini, Bank Mandiri dan BCA menjadi sindikasi untuk mengucurkan dana kredit senilai 1,461 triliun untuk proyek ruas jalan tol Cinere-Jagorawi. Bank Mandiri dalam proyek ruas tol Cinere-Jagorawi tersebut membiayai Rp 887 miliar.(*)


Foto: image.search.yahoo.com


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Jalan Bukan Tempat Jualanoleh : Jumari Haryadi
15-Sep-2014, 17:12 WIB


 
  Jalan Bukan Tempat Jualan Jalan raya diciptakan manusia untuk lalu lintas kendaraan. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat berjualan. Kondisi ini bisa menyebabkan jalan menjadi kotor dan terkesan kumuh, juga bisa menyebabkan kemacetan. Dalam foto di atas terlihat pemandangan di daerah Andir, Jalan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Desa di Sumut Butuh Dokter 15 Sep 2014 10:43 WIB

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia