KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiJangan Lewatkan Berpartisipasi pada Lomba Tulis HOKI 2016 oleh : Redaksi-kabarindonesia
06-Nov-2016, 20:01 WIB


 
 
Jangan Lewatkan Berpartisipasi pada Lomba Tulis HOKI 2016
KabarIndonesia - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Harian Online KabarIndonesia (HOKI) yang ke-10 tahun pada 11 November 2016 ini dan pembukaan kelas baru Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH),
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Puisi Kecil tuk Anakku Sayang 08 Des 2016 03:06 WIB

Asa Tak Kunjung Padam 08 Des 2016 03:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Birunya Cinta Payung Jokowi 07 Des 2016 03:21 WIB

 

Kepiting Sawah

 
OPINI

Kepiting Sawah
Oleh : Js Kamdhi | 23-Nov-2009, 14:50:12 WIB

KabarIndonesia - Merefleksi pemanggilan Penanggung jawab Kompas dam Koran Sindo membuat kita miris. Pertama, amburadulnya tata kerja pemanggil (apalagi alasan pemanggilan berganti-ganti).

Bayangkan, rekaman sudah menjadi milik "publik" karena telah didengar luas masyarakat dari Sabang-Merauke. Kedua, kedua teman harus menandatangi berita interviu (BI).

Dari alur pemikiran tersebut, kita dapat melihat bahwa 'misteri Betsabe" (cerita ini terjadi pada Raja Daud): kebohongan yang satu akan muncul kebohongan yang lain. Pembohong adalah orang yang sangat kreatif. Kita menyadari bangsa Indonesia, khususnya wong cilik, sangat bijaksana. Mudah mengampuni orang yang meminta maaf. Kenapa harus bertahan? Kenapa harus berpura-pura? Kenapa tidak langsung aja: Rakyat Indonesia kami bersalah!Saya sangat yakin rakyat memaafkan.

Berbeda masalahnya, ngototnya penegak hukum untuk menyeret Bibit-Chandra (untuk mengetahui 'kesalehan dan kebersihan Bibit bacalah di Media Indonesia, Minggu 22 November) ke meja hijau? Kami yang tinggal di lereng bukit pun sadar bahwa karya rekayasa tak ubahnya karya fiksi. Ditulis dengan daya imajinasi tinggi, seolah ada tetapi tidak ada. Seolah terjadi, tetapi tidak terjadi. Logis, rasional tetapi hanya ada di benak atau nalar, dan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata.

Jiwa besar, dengan meminta maaf kepada rakyat lebih mulia daripada 'ngotot' karna rekayasa. Sebab, bagaimana pun, kami (rakyat di pedesaan) CAPAI. Sangat capai!

Kenapa para pemimpin tidak berpikir akan kesulitan hidup rakyat? Kenapa rakyat malah dipaksa ikut memikirkan masalah yang sebenarnya tidak ada? Kami terbiasa bergaul dengan kepiting sawah. Kepiting sawah canggih membuat lubang di pematang, selokan, sungai. Kepiting sawah lihai membobol pematang, tanggul. Sayang, kepiting sawah, kini, berada di perkantoran!

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com  
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi.kabarindonesia@gmail.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pembangunan Simpang Semanggioleh : Dicky Ari Wibowo
21-Nov-2016, 18:41 WIB


 
  Pembangunan Simpang Semanggi Suasana pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta, Sabtu (21/5/2016). Pembangunan simpang susun Semanggi direncanakan akan memakan waktu sekitar satu tahun ke depan.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Kado Istimewa PBSI Wiranto 18 Nov 2016 08:43 WIB

 

 
Batas Realitas di Kaki Langit 06 Nov 2016 18:13 WIB

 

 

 

 

 
Kodam Siliwangi Gelar Istighosah 27 Nov 2016 23:13 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia