KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataEat like an Emperor – Makan seperti Kaiser! oleh : Mang Ucup
01-Jul-2015, 20:46 WIB


 
 
Eat like an Emperor – Makan seperti Kaiser!
KabarIndonesia - Amsterdam Di Hong Kong, Mang Ucup pernah mecoba Makan ala Emperor atau Kaiser Tiongkok dengan tarif US$ 20.000 per orang. Mereka menyajikan makanan Non Stop selama Tiga Hari - Tiga Malam. Selama waktu tersebut mereka
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Keyakinan Jiwa 04 Jul 2015 02:33 WIB

Kebenaran 16 Jun 2015 09:47 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB


 

Kepiting Sawah

 
OPINI

Kepiting Sawah
Oleh : Js Kamdhi | 23-Nov-2009, 14:50:12 WIB

KabarIndonesia - Merefleksi pemanggilan Penanggung jawab Kompas dam Koran Sindo membuat kita miris. Pertama, amburadulnya tata kerja pemanggil (apalagi alasan pemanggilan berganti-ganti).

Bayangkan, rekaman sudah menjadi milik "publik" karena telah didengar luas masyarakat dari Sabang-Merauke. Kedua, kedua teman harus menandatangi berita interviu (BI).

Dari alur pemikiran tersebut, kita dapat melihat bahwa 'misteri Betsabe" (cerita ini terjadi pada Raja Daud): kebohongan yang satu akan muncul kebohongan yang lain. Pembohong adalah orang yang sangat kreatif. Kita menyadari bangsa Indonesia, khususnya wong cilik, sangat bijaksana. Mudah mengampuni orang yang meminta maaf. Kenapa harus bertahan? Kenapa harus berpura-pura? Kenapa tidak langsung aja: Rakyat Indonesia kami bersalah!Saya sangat yakin rakyat memaafkan.

Berbeda masalahnya, ngototnya penegak hukum untuk menyeret Bibit-Chandra (untuk mengetahui 'kesalehan dan kebersihan Bibit bacalah di Media Indonesia, Minggu 22 November) ke meja hijau? Kami yang tinggal di lereng bukit pun sadar bahwa karya rekayasa tak ubahnya karya fiksi. Ditulis dengan daya imajinasi tinggi, seolah ada tetapi tidak ada. Seolah terjadi, tetapi tidak terjadi. Logis, rasional tetapi hanya ada di benak atau nalar, dan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata.

Jiwa besar, dengan meminta maaf kepada rakyat lebih mulia daripada 'ngotot' karna rekayasa. Sebab, bagaimana pun, kami (rakyat di pedesaan) CAPAI. Sangat capai!

Kenapa para pemimpin tidak berpikir akan kesulitan hidup rakyat? Kenapa rakyat malah dipaksa ikut memikirkan masalah yang sebenarnya tidak ada? Kami terbiasa bergaul dengan kepiting sawah. Kepiting sawah canggih membuat lubang di pematang, selokan, sungai. Kepiting sawah lihai membobol pematang, tanggul. Sayang, kepiting sawah, kini, berada di perkantoran!

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com  
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi.kabarindonesia@gmail.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Renovasi Stasiun Kebayoranoleh : Dicky Ari Wibowo
28-Jun-2015, 20:29 WIB


 
  Renovasi Stasiun Kebayoran Seorang pengguna jasa kereta api melintasi aktivitas renovasi Stasiun Kebayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2015). Meskipun renovasi terus berlanjut, masyarakat pengguna jasa kereta api dan commuterline masih bisa menggunakan Stasiun Kebayoran.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Program Upsus Kasrem 044/GAPO 29 Jun 2015 03:40 WIB

 

 

 
Isu Beras Nasional 29 Jun 2015 06:06 WIB


 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia