KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan Oktober 2014 Kategori Berita Foto oleh : Redaksi-kabarindonesia
14-Okt-2014, 01:33 WIB


 
 
Top Reporter Bulan Oktober 2014 Kategori Berita Foto
KabarIndonesia - Pada bulan Oktober 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Jumari Haryadi sebagai Top Reporter untuk kategori berita foto.

Segenap Dewan Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) mengucapkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polsek Rappocini Tangkap Buronan 19 Okt 2014 00:16 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 
Tigi Menuju Perubahan! 25 Sep 2014 13:11 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bela Negara Bukan Berarti Angkat Senjata

 
OPINI

Bela Negara Bukan Berarti Angkat Senjata
Oleh : Anindya Putri Destyawati | 12-Jan-2010, 13:10:05 WIB

KabarIndonesia - Dalam berbagai kesempatan beberapa petinggi TNI mengatakan bahwa bela negara bukan hanya masalah mengangkat senjata. Bela negara adalah kemampuan warga negara dalam segenap profesinya untuk membela cita-cita dan tujuan nasional. Bela negara adalah hak dan kewajiban warga negara, bahkan merupakan kewajiban dasar manusia yang mengiringi hak asasinya. Bela negara merupakan tekad, sikap dan perilaku warga negara Indonesia yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Memang kalau kita cermati dalam UU 34/2004 tentang TNI, sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung. Sedangkan dalam kerangka ancaman militer untuk kepentingan pertahanan negara, maka sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang berada di dalam atau di luar pengelolaan departemen yang membidangi pertahanan dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik sebagai komponen cadangan, komponen pendukung, maupun sebagai unsur lain kekuatan bangsa.

Dalam konteks pertahanan pada dasarnya pendidikan kewarganegaraan sudah tercakup di dalamnya pemahaman tentang kesadaran bela negara, yang merupakan fondasi bangunan sistem pertahanan yang bersifat semesta dengan melibatkan seluruh sumber daya, sarana dan prasarana nasional. Namun demikian, pertahanan semesta tidak akan dapat dimobilisasi jika warga negara atau sumber daya manusia yang menjadi sentral bergeraknya sistem itu tidak memiliki sifat perilaku yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.

Sayangnya, kini hanya sedikit tokoh maupun pimpinan yang menyadari akan arti pentingnya memasyarakatkan bela negara, nampaknya baru institusi TNI dan Dephan yang tetap peduli dengan konsep bela negara. Untuk itu pemahaman tentang bela negara dan konsep-konsep tentang komponen cadangan patut kita dukung.

Untuk itulah sistem pertahanan negara mengamanatkan perlunya penyiapan bela negara sejak dini oleh pemerintah. Mengembangkan pengertian penyiapan dini tersebut, maka dilakukan usaha pembinaan kesadaran bela negara sejak usia sekolah, sehingga diharapkan para calon pemimpin dan calon intelektual bangsa mampu menganalisa dan mengambil keputusan yang mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun kemampuan para pendidik dalam mensosialisasikan bela negara.

Keberhasilan sistem ini, pada gilirannya akan kelihatan pada tampilan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antar warga negara dengan negara, serta pengertian bela negara dalam arti yang luas sehingga menjadi warga negara yang dapat diandalkan.

Sistem ini harus mampu mensinergikan antara kebijakan dan pelaksanaannya. Bahkan karena stigma politik, terdapat kecenderungan bela negara diartikan atau dipahami secara sempit dengan ajaran militerisme. Untuk itu sekali lagi perlu ditekankan bahwa bela negara bukan berarti angkat senjata tetapi merupakan wujud dan bentuk kecintaan kita kepada negara.sekaligus seorang pahlawan. Bukan doswan. Pendosa yang berlumur dengan keangkaramurkaan.  (**)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Ngabenoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
15-Okt-2014, 15:55 WIB


 
  Upacara Ngaben Jenazah I Ketut Lugra (90 tahun) siap dibakar setelah disucikan oleh pemuka Hindu melalui upacara ngaben. Ngaben terhadap almarhum I Ketut Lugra termasuk dalam ngaben "sawa wedana", yaitu upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB


 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia