KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
OPINI

Kepemimpinan dan Filosofi Bugis
Oleh : Sulhayat Takdir, Sh | 19-Feb-2010, 00:00:30 WIB

KabarIndonesia : Hakekat pembangunan, adalah perbaikan isi pikiran manusia. syarat utamanya, bahwa suatu negara dalam program pembangunan nasional adalah energi, skill dan karakter. untuk membangun, di perlukan isi pikiran manusia lebih dahulu.

Cara demikian ditempuh bangsa Jepang karena telah membudaya faham Bushido sama dengan pengertian siri' (malu). Dipandangan hidup orang-orang Sulawesi Selatan, mengandung etik pembedaan antara manusia dan binatang, dengan adanya harga diri dan kehormatan yang melekat pada manusia dan mengajarkan moralitas kesusilaan berupa ajaran, larangan, hak dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk men jaga dan mempertahankan harga diri dan kehormatan.

Siri', adalah hasil proses en dapan kaidah yang diterima dan berlaku dalam lingkungan masyarakat, sebagai per tumbuhan berabad-abad sehingga mem budaya. Maka siri' tak mungkin sama dengan kejahatan. Rasa harga diri dan kehormatan sebagai esensi siri' secara implisit mem bawa pengertian Malu. Suatu rasa yang timbul akibat adanya perkosaan terhadap harga diri dan kehormatan. Siri mewajibkan adanya tindakan terhadap penyebab timbulnya malu.

Dalam ungkapan buku karangan Dr. Shelly Errington, bahwa hanya dengan Siri kita disebut manusia. Jika itu tak ada Siri, bukan lagi kita manusia. Kita hanya bernama orang-orangan. Ungkapan Dr. Shelly ini ter kenal di Sulwesi Selatan.

Bahwa Siri menempati posisi sentral da lam kerangka sistem nilai budaya Sulawesi Selatan yang dapat diketahui dalam ungkap an-ungkapan leluhur Sulawesi Selatan lewat penafsiran Dr. B. F. Mattes :

"Hanya karena Siri' ku maka aku mempertuanmu, gila tuanku mencabutnya maka hubungan antara kita putus dan aku tak menghiraukan nyawamu lagi".

Sedangkan Prof. Dr. Mr. Zainal Abidin, seorang sejarawan dan Budayawan Sula wesi Selatan berpendapat, di masyarakat Sulawesi Selatan banyak ditemukan nilai-ni lai budaya, dan yang paling fundamental adalah : Siri' merupakan pandangan hidup yang bertujuan untuk mempertahankan dan me ningkatkan harkat dan harga diri, baik sebagai individu, maupun sebagai mahluk sosial. Pesse (Bugis), Pacce (Makassar), dapat diartikan sebagai perasaan yang halus dalam memelihara rasa kebersamaan dalam kedukaan dan penderitaan setiap anggota masyara kat. Were (Bugis), Sare (Makassar), ber makna bahwa hanyalah dengan bekerja ke ras tanpa bosan yang dapat merubah nasib seseorang.

Seorang yang dibesarkan dalam lingkungan adat Bugis yang demokrasi, harus memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika perkembangan masyarakat. Sepereti  ajaran lontara dengan satu sikap, bahwa "Kepemimpinan dari Pemimpinnya".

Filosofi ini mengajarkan, Jati diri seorang pemimpin dengan yang dipimpinnya, bukan hubungan struktural yang mengandalkan hierarki jabatan yang mengandalkan kekuatan bahkan arogansi kepemimpinan dari pemim pinnya. Melainkan seorang pemimpin harus memiliki karakter yang arif dan bijaksana, memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika masyarakat yang dipimpinnya.
 
Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Bugis itu, maka pemaknaan nilai budaya yang berlaku di masyarakat Bugis, merupakan nilai budaya yang bersifat sangat fundamental bagi masayarakat Bugis dan masyarakat Sula wesi Selatan pada umumnya, kemudian di telaahnya, dengan menerapkan kandungan filosofi bugis; Pertama, Lempu yang berarti jujur. Kedua, Getteng berarti tegas, berani dan kuat dalam pendirian. Ketiga, Ada Tongeng mengandung pengertian "berpegangan pada kebenaran." Keempat, Temmapaisilaingeng bermakna "berlaku adil kepada semua pihak". Folosofi itu mengajarkan suatu cita-cita luhur yang ingin dicapai secara bertahap.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia