KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiAndakah Calon Editor Sukarelawan HOKI? oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Aug-2016, 17:30 WIB


 
 
Andakah Calon Editor Sukarelawan HOKI?
KabarIndonesia - Harian Online KabarIndonesia (HOKI) sedang membuka kesempatan kepada pewarta warga HOKI yang tertarik bergabung sebagai salah satu Tim Editor Sukarelawan.  Bila Anda tergerak untuk
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Tiada Hari Tanpa Berita Duka 07 Aug 2016 10:07 WIB

Hidup di Negeri Dongeng 01 Aug 2016 20:48 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Kepemimpinan dan Filosofi Bugis
Oleh : Sulhayat Takdir, Sh | 19-Feb-2010, 00:00:30 WIB

KabarIndonesia : Hakekat pembangunan, adalah perbaikan isi pikiran manusia. syarat utamanya, bahwa suatu negara dalam program pembangunan nasional adalah energi, skill dan karakter. untuk membangun, di perlukan isi pikiran manusia lebih dahulu.

Cara demikian ditempuh bangsa Jepang karena telah membudaya faham Bushido sama dengan pengertian siri' (malu). Dipandangan hidup orang-orang Sulawesi Selatan, mengandung etik pembedaan antara manusia dan binatang, dengan adanya harga diri dan kehormatan yang melekat pada manusia dan mengajarkan moralitas kesusilaan berupa ajaran, larangan, hak dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk men jaga dan mempertahankan harga diri dan kehormatan.

Siri', adalah hasil proses en dapan kaidah yang diterima dan berlaku dalam lingkungan masyarakat, sebagai per tumbuhan berabad-abad sehingga mem budaya. Maka siri' tak mungkin sama dengan kejahatan. Rasa harga diri dan kehormatan sebagai esensi siri' secara implisit mem bawa pengertian Malu. Suatu rasa yang timbul akibat adanya perkosaan terhadap harga diri dan kehormatan. Siri mewajibkan adanya tindakan terhadap penyebab timbulnya malu.

Dalam ungkapan buku karangan Dr. Shelly Errington, bahwa hanya dengan Siri kita disebut manusia. Jika itu tak ada Siri, bukan lagi kita manusia. Kita hanya bernama orang-orangan. Ungkapan Dr. Shelly ini ter kenal di Sulwesi Selatan.

Bahwa Siri menempati posisi sentral da lam kerangka sistem nilai budaya Sulawesi Selatan yang dapat diketahui dalam ungkap an-ungkapan leluhur Sulawesi Selatan lewat penafsiran Dr. B. F. Mattes :

"Hanya karena Siri' ku maka aku mempertuanmu, gila tuanku mencabutnya maka hubungan antara kita putus dan aku tak menghiraukan nyawamu lagi".

Sedangkan Prof. Dr. Mr. Zainal Abidin, seorang sejarawan dan Budayawan Sula wesi Selatan berpendapat, di masyarakat Sulawesi Selatan banyak ditemukan nilai-ni lai budaya, dan yang paling fundamental adalah : Siri' merupakan pandangan hidup yang bertujuan untuk mempertahankan dan me ningkatkan harkat dan harga diri, baik sebagai individu, maupun sebagai mahluk sosial. Pesse (Bugis), Pacce (Makassar), dapat diartikan sebagai perasaan yang halus dalam memelihara rasa kebersamaan dalam kedukaan dan penderitaan setiap anggota masyara kat. Were (Bugis), Sare (Makassar), ber makna bahwa hanyalah dengan bekerja ke ras tanpa bosan yang dapat merubah nasib seseorang.

Seorang yang dibesarkan dalam lingkungan adat Bugis yang demokrasi, harus memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika perkembangan masyarakat. Sepereti  ajaran lontara dengan satu sikap, bahwa "Kepemimpinan dari Pemimpinnya".

Filosofi ini mengajarkan, Jati diri seorang pemimpin dengan yang dipimpinnya, bukan hubungan struktural yang mengandalkan hierarki jabatan yang mengandalkan kekuatan bahkan arogansi kepemimpinan dari pemim pinnya. Melainkan seorang pemimpin harus memiliki karakter yang arif dan bijaksana, memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika masyarakat yang dipimpinnya.
 
Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Bugis itu, maka pemaknaan nilai budaya yang berlaku di masyarakat Bugis, merupakan nilai budaya yang bersifat sangat fundamental bagi masayarakat Bugis dan masyarakat Sula wesi Selatan pada umumnya, kemudian di telaahnya, dengan menerapkan kandungan filosofi bugis; Pertama, Lempu yang berarti jujur. Kedua, Getteng berarti tegas, berani dan kuat dalam pendirian. Ketiga, Ada Tongeng mengandung pengertian "berpegangan pada kebenaran." Keempat, Temmapaisilaingeng bermakna "berlaku adil kepada semua pihak". Folosofi itu mengajarkan suatu cita-cita luhur yang ingin dicapai secara bertahap.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Inovasi Bekraf Melalui Bekidoleh : Wahyu Ari Wicaksono
18-Aug-2016, 14:21 WIB


 
  Inovasi Bekraf Melalui Bekid Pameran lukisan Istana Negara bertajuk¬†Goresan Juang Kemerdekaan: Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, sangat diminati masyarakat. Bahkan kemarin antrean pendaftaran penonton yag berminat mencapai 9 meter.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 
Hidup Sehat dengan Berlari 15 Aug 2016 07:34 WIB


 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia