KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataGaruda Indonesia, Penerbangan yang Sangat Diminati di Belanda oleh : Djoko Suryo
28-Okt-2014, 01:32 WIB


 
 
Garuda Indonesia, Penerbangan yang Sangat Diminati di Belanda
KabarIndonesia - Jakarta, Berdasarkan data yang dirilis oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, jumlah kunjungan turis Belanda ke Indonesia pada 2013 meningkat hingga 6,69 persen dari sekitar 147 ribu orang per tahun menjadi 157 ribu. Angka tersebut adalah salah
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Kajati Kalteng Kunjungi Katingan 30 Okt 2014 19:41 WIB


 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sudahkah Indonesia Merdeka?

 
OPINI

Sudahkah Indonesia Merdeka?
Oleh : Hans Wijaya | 18-Aug-2010, 01:13:29 WIB

KabarIndonesia - Makin tua usia sebuah negara, bukan jaminan akan semakin baik tata kelolanya. Fakta menunjukkan, setengah abad lebih Indonesia lepas dari tangan penjajah, kesejahteraan rakyatnya makin tak jelas. Arah kebijakan negeri ini seperti tak bermuara.

Pemerintah yang diberi kepercayaan meneruskan cita-cita luhur founding fathers menyejahterakan rakyatnya, tak bergerak dengan cepat.  Tampak umumnya dari mereka terbelenggu oleh kepentingan sesaat demi keuntungan pribadi, kelompok dan golongannya.

Tujuan utama para pejuang dulu teramat jelas, membentuk Indonesia sebagai negara yang merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya. Meredeka dari kemiskinan, kebodohan, merdeka dari intervensi asing dan yang lebih utama merdeka dari kelompok-kelompok opurtunis yang membungkus dirinya dengan jargon "demi kepentingan rakyat".

Memasuki usianya yang sudah tak muda lagi, negara sepertinya tak berdaya menghadapi kelompok-kelompok borjuis yang mengeruk kekayaan alam negeri ini. Belum lagi dengan bendera "aspirasi" dengan seenak udelnya mereka mengacak-acak tata kelola bangsa ini dan kita belum merdeka dari itu semua.

Di usianya yang tua ini, Indonesia sepertinya sudah menjauh dari cita-cita mulia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Negara ini semakin lemah dan mengkhawatirkan. Setiap hari kita disuguhi menurunnya kualitas kehidupan rakyat ini.

Di hadapan publik, pemerintah dengan bangga merilis angka-angka yang fantastis dan menggembirakan dalam kacamata ekonomi makro. Rilis angka itu entah ditujukan kepada siapa. Faktanya, rakyat semakin sengsara, setiap hari ada saja anak bangsa yang teriak kelaparan.

Itu semua karena daya beli yang sangat rendah akibat dari ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan harga dan mengemplang tengkulak-tengkulak yang memainkan harga. Miris hati ini kita disuguhi fakta ada anak bangsa melakukan perbuatan keji, bunuh diri massal sekeluarga, akibat tekanan ekonomi. Entah berapa banyak lagi seorang ibu yang mengajak bunuh diri anggota keluarganya. Semua lini hidup ini semakin mahal.

Di bidang pertahanan, negara seperti tak punya nyali menghadapi ulah negara tetangga. Laut Indonesia yang seharusnya memberikan limpahan rejeki bagi nelayan kita, habis terjarah oleh kapal-kapal asing. Belum lagi persoalan perbatasan, apakah kasus Sipadan-Ligitan akan terulang lagi di masa depan?

Jangankan menindak hal tersebut, negara juga tak mampu menindak kelompok-kelompok yang selalu berbuat anarkis dengan mengusung bendera agama. Hak kebebasan menganut agama dan kepercayaan yang dilindungi UUD 1945 nampaknya hanya sebatas wacana. Parahnya, laskar-laskar anarkis itu diberi ruang gerak bebas melakukan aksinya.

Masih terlalu jauh rakyat negeri ini akan mengalami hidup sejahtera di rumah sendiri. Apabila pemerintah tidak mau dianggap gagal mengelola bangsa ini, momentum 17 Agustus ini hendaknya dijadikan pijakan awal memperbaiki arah kebijakannya. Tunjukkan kepada rakyat bahwa pemerintah di bawah kendali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mampu memberantas korupsi dari semua sudut tanpa harus takut dengan siapa pun. Singkirkan poltik dagang sapi!

Selain itu, berikan kepastian hukum kepada siapa saja tanpa harus takut dengan tekanan politik. Arah pembangunan ekonomi hendaknya lebih ditujukan kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan kaum kapitalis. Jangan sampai di hari kemerdekaan tahun depan nanti, rakyat menjadi lebih apatis dari saat ini. Semoga. (*)


Penulis adalah Ketua Umum Forum PaKAr dan CEO PROmanagament Jakarta



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 
We Do What We Can Do 30 Okt 2014 09:35 WIB

 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB


 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia