KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Desa, Basis Kekuatan Ekonomi

 
OPINI

Desa, Basis Kekuatan Ekonomi
Oleh : Jantan Putra Bangsa | 04-Okt-2010, 01:38:15 WIB

KabarIndonesia - Mudik lebaran menjadi ritual setiap tahun bagi masyarakat Indonesia. Meninggalkan kota-kota besar untuk kembali ke kampung halaman (desa). Silaturahmi menjadi semacam “kewajiban” yang tidak boleh terlewatkan. Padatnya alat transportasi tidak menjadi hambatan bagi mereka yang ingin mudik demi bertemu sanak saudara di kampung.

Sebenarnya apa yang menyebabkan di Indonesia terjadi ritual mudik? Jika ditelusuri, ternyata banyak orang rela meninggalkan kampung halaman untuk pergi ke kota-kota besar demi mencari nafkah. Karena semakin menyempitnya lahan pertanian di desa.

Penulis langsung mengasumsikan seperti itu, karena saat ini lahan di desa semakin sempit. Seorang petani sudah tidak mampu lagi menghidupi dirinya serta keluarganya dengan hanya mengandalkan lahan pertaniannya yang sempit. Selain itu, perbedaan infrastruktur yang mencolok antara desa dan kota semakin tajam. Kita lihat saja, bagaimana perbedaan jalan raya antara desa dan kota. Jelas sangat timpang!

Di desa, orang mengakses kendaraan umum bisa menunggu berjam-jam. Sedangkan di kota, kendaraan lalu-lalang dengan seenaknya dan memadati ruas jalan kota. Ini jika kita lihat dari segi infrastruktur dan fasilitas yang membedakan. Banyak hal lain yang timpang antara desa dan kota.

Mari kita lihat dari segi pendidikan. Di kota, sekolah-sekolah dasar—dari SD-SMA—terdapat hampir di setiap sudut kota. Bahkan untuk SD, hampir di setiap kecamatan ada satu sekolah. Sehingga akses pendidikan sangat mudah. Bandingkan saja dengan di desa, orang harus menempuh jarak yang cukup lumayan untuk mengakses sekolah sehingga wajar saja ketika banyak orang pergi ke kota dan meninggalkan desanya.

Hal terpenting, persoalan mata pencaharian. Tanah yang merupakan alat produksi primer bagi petani harus benar-benar dilindungi oleh negara. Banyak petani yang kehilangan tanahnya gara-gara menyekolahkan anaknya atau berobat ke rumah sakit yang biayanya sangat mahal. Awalnya tanah digadaikan. Namun karena tidak mampu membayar akhirnya tanah itu dijual. Jika sudah tidak memiliki alat produksi, bagaimana seorang petani mampu hidup serta menghidupi keluarganya? Maka mereka menjual jasa adalah satunya cara yang diambil. Jika orang desa tidak mau meninggalkan desanya, tentu ia menjual jasa dengan menjadi buruh tani. Jika dia pergi ke kota, akan menjual jasa dengan bekerja di pabrik atau di tempat yang mau menerima jasannya. Hal ini karena alat produksi sudah tidak dimiliki!

Sebenarnya bagi negara untuk memproteksi para petani yang hidup di desa sangatlah mudah. Karena negara mempunyai kekuasaan melindungi warganya. Itulah fungsi negara yang sesungguhnya. Ingat, negara kita adalah negara agraris. Negara yang mempunyai sistem pertanian yang cukup hebat dengan terasiringnya, negara yang mempunyai lahan subur dan terkaya di dunia. Maka dari itu Indonesia disebut Zamrud Khatulistiwa.

Sungguh ironis bukan? Negara dengan lahan subur paling luas tapi masyarakatnya malah memilih pergi ke kota untuk mencari nafkah dan meninggalkan desanya. Padahal di kota sangat sumpek dan padat, tidak ada tanaman. Yang ada hanyalah gedung-gedung bertingkat.

Kita ambil contoh seperti ini, coba anda pergi ke luar Indonesia dan keliling dunia dengan membawa catatan kecil. Silahkan catat di negara selain Indonesia apa saja yang tidak ada di Indonesia. Dengan cepat dan tepat tentu akan membuat daftar panjang hal-hal yang tidak ada di Indonesia. Lalu ketika anda kembali ke Indonesia, silahkan catat apa saja yang tidak ada di dunia. Saya yakin 100 % anda akan kesulitan mencari sesuatu yang tidak ada di Indonesia. Kenapa? Karena di Indonesia semuanya tersedia.

Melihat hal seperti ini, seharusnya kita harus mulai menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi, seperti dalam syair lagu Iwan Fals: "Desa harus jadi kekuatan . . .”  Kita bangun infrastruktur di desa, membuat kebijakan untuk memproteksi para petani.

Negara saja mampu membantu Bank Century dengan mengeluarkan dana triliunan rupiah, masakan tidak mampu mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk para petani. Dengan begitu, desa akan menjadi kekuatan ekonomi nasional. (*)


Penulis: Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM
Sumber Foto: Google





Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB


 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia