KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataEat like an Emperor – Makan seperti Kaiser! oleh : Mang Ucup
01-Jul-2015, 20:46 WIB


 
 
Eat like an Emperor – Makan seperti Kaiser!
KabarIndonesia - Amsterdam Di Hong Kong, Mang Ucup pernah mecoba Makan ala Emperor atau Kaiser Tiongkok dengan tarif US$ 20.000 per orang. Mereka menyajikan makanan Non Stop selama Tiga Hari - Tiga Malam. Selama waktu tersebut mereka
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Keyakinan Jiwa 04 Jul 2015 02:33 WIB

Kebenaran 16 Jun 2015 09:47 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB


 

Desa, Basis Kekuatan Ekonomi

 
OPINI

Desa, Basis Kekuatan Ekonomi
Oleh : Jantan Putra Bangsa | 04-Okt-2010, 01:38:15 WIB

KabarIndonesia - Mudik lebaran menjadi ritual setiap tahun bagi masyarakat Indonesia. Meninggalkan kota-kota besar untuk kembali ke kampung halaman (desa). Silaturahmi menjadi semacam “kewajiban” yang tidak boleh terlewatkan. Padatnya alat transportasi tidak menjadi hambatan bagi mereka yang ingin mudik demi bertemu sanak saudara di kampung.

Sebenarnya apa yang menyebabkan di Indonesia terjadi ritual mudik? Jika ditelusuri, ternyata banyak orang rela meninggalkan kampung halaman untuk pergi ke kota-kota besar demi mencari nafkah. Karena semakin menyempitnya lahan pertanian di desa.

Penulis langsung mengasumsikan seperti itu, karena saat ini lahan di desa semakin sempit. Seorang petani sudah tidak mampu lagi menghidupi dirinya serta keluarganya dengan hanya mengandalkan lahan pertaniannya yang sempit. Selain itu, perbedaan infrastruktur yang mencolok antara desa dan kota semakin tajam. Kita lihat saja, bagaimana perbedaan jalan raya antara desa dan kota. Jelas sangat timpang!

Di desa, orang mengakses kendaraan umum bisa menunggu berjam-jam. Sedangkan di kota, kendaraan lalu-lalang dengan seenaknya dan memadati ruas jalan kota. Ini jika kita lihat dari segi infrastruktur dan fasilitas yang membedakan. Banyak hal lain yang timpang antara desa dan kota.

Mari kita lihat dari segi pendidikan. Di kota, sekolah-sekolah dasar—dari SD-SMA—terdapat hampir di setiap sudut kota. Bahkan untuk SD, hampir di setiap kecamatan ada satu sekolah. Sehingga akses pendidikan sangat mudah. Bandingkan saja dengan di desa, orang harus menempuh jarak yang cukup lumayan untuk mengakses sekolah sehingga wajar saja ketika banyak orang pergi ke kota dan meninggalkan desanya.

Hal terpenting, persoalan mata pencaharian. Tanah yang merupakan alat produksi primer bagi petani harus benar-benar dilindungi oleh negara. Banyak petani yang kehilangan tanahnya gara-gara menyekolahkan anaknya atau berobat ke rumah sakit yang biayanya sangat mahal. Awalnya tanah digadaikan. Namun karena tidak mampu membayar akhirnya tanah itu dijual. Jika sudah tidak memiliki alat produksi, bagaimana seorang petani mampu hidup serta menghidupi keluarganya? Maka mereka menjual jasa adalah satunya cara yang diambil. Jika orang desa tidak mau meninggalkan desanya, tentu ia menjual jasa dengan menjadi buruh tani. Jika dia pergi ke kota, akan menjual jasa dengan bekerja di pabrik atau di tempat yang mau menerima jasannya. Hal ini karena alat produksi sudah tidak dimiliki!

Sebenarnya bagi negara untuk memproteksi para petani yang hidup di desa sangatlah mudah. Karena negara mempunyai kekuasaan melindungi warganya. Itulah fungsi negara yang sesungguhnya. Ingat, negara kita adalah negara agraris. Negara yang mempunyai sistem pertanian yang cukup hebat dengan terasiringnya, negara yang mempunyai lahan subur dan terkaya di dunia. Maka dari itu Indonesia disebut Zamrud Khatulistiwa.

Sungguh ironis bukan? Negara dengan lahan subur paling luas tapi masyarakatnya malah memilih pergi ke kota untuk mencari nafkah dan meninggalkan desanya. Padahal di kota sangat sumpek dan padat, tidak ada tanaman. Yang ada hanyalah gedung-gedung bertingkat.

Kita ambil contoh seperti ini, coba anda pergi ke luar Indonesia dan keliling dunia dengan membawa catatan kecil. Silahkan catat di negara selain Indonesia apa saja yang tidak ada di Indonesia. Dengan cepat dan tepat tentu akan membuat daftar panjang hal-hal yang tidak ada di Indonesia. Lalu ketika anda kembali ke Indonesia, silahkan catat apa saja yang tidak ada di dunia. Saya yakin 100 % anda akan kesulitan mencari sesuatu yang tidak ada di Indonesia. Kenapa? Karena di Indonesia semuanya tersedia.

Melihat hal seperti ini, seharusnya kita harus mulai menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi, seperti dalam syair lagu Iwan Fals: "Desa harus jadi kekuatan . . .”  Kita bangun infrastruktur di desa, membuat kebijakan untuk memproteksi para petani.

Negara saja mampu membantu Bank Century dengan mengeluarkan dana triliunan rupiah, masakan tidak mampu mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk para petani. Dengan begitu, desa akan menjadi kekuatan ekonomi nasional. (*)


Penulis: Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM
Sumber Foto: Google





Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Renovasi Stasiun Kebayoranoleh : Dicky Ari Wibowo
28-Jun-2015, 20:29 WIB


 
  Renovasi Stasiun Kebayoran Seorang pengguna jasa kereta api melintasi aktivitas renovasi Stasiun Kebayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2015). Meskipun renovasi terus berlanjut, masyarakat pengguna jasa kereta api dan commuterline masih bisa menggunakan Stasiun Kebayoran.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Program Upsus Kasrem 044/GAPO 29 Jun 2015 03:40 WIB

 

 

 
Isu Beras Nasional 29 Jun 2015 06:06 WIB


 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia