KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupWALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua oleh : Wahyu Ari Wicaksono
25-Okt-2014, 09:55 WIB


 
 
WALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua
KabarIndonesia - Sejak pelantikan 20 Oktober 2014, rakyat Indonesia menunggu dengan bersemangat pengumuman kabinet presiden Jokowi. Pengumuman ini tentunya membawa pesan harapan akan adanya    Pemerintahan yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Naturalisasi dan Fatih Terim

 
OPINI

Naturalisasi dan Fatih Terim
Oleh : Arief Kamil | 19-Okt-2010, 12:21:54 WIB

KabarIndonesia - Banyak pihak menilai wacana pencomotan pemain keturunan (naturalisasi) yang bakal dilakukan PSSI merupakan wujud ketidakmampuan otoritas tertinggi sepak bola nasional itu dalam melahirkan Timnas yang berkualitas.

Naturalisasi adalah jalan pintas yang sebenarnya sangat merugikan
talenta-talenta muda yang  jika PSSI jeli banyak sekali tersebar di tanah air.

"Pemutihan paspor" pemain keturunan seperti Johnvan Beukering, Rafael Guilermo, Sergiovan Djik yang ketiganya keturunan Belanda serta nama terakhir Cristian "Mustafa" Gonzales sebenarnya bukan solusi tepat. Toh, selain Gonzales, tiga nama tersebut belum begitu mengenal cara bermain serta karakteristik Timnas secara umum.

Memang, dengan berjalannya waktu mereka mungkin bisa menyatu di dalam tim, tapi berahikah PSSI menggaransi Timnas akan lebih baik dengan kehadiran mereka?

Permasalahan yang dihadapi Timnas sekarang seperti bola salju, yang  jika tidak segera dicarikan jalan keluarnya akan menimbulkan rentetan masalah baru.

Lihat saja, paska "dipermak" Uruguay 7-1 serta berhasil menggulung tim "gurem" Maladewa, kembali masalah menerpa Tim Garuda. Kali ini bukan menyangkut kepengurusan PSSI atau buruknya permainan Boas Sollosa dan kawan-kawan. Lebih melainkan karena sikap arogan sang pelatih kepala, Alfred Riel. Kabarnya hubungan yang awalnya berjalan mulus akhirnya merenggang gara-gara sikap keras kepala Riedl. Pelatih asal Austria ini di tuding kurang mengerti adat ketimuran.

Spekulasi pun segera berkembang, malah PSSI memberikan ultimatum jika Riedl gagal membawa Timnas ke putaran Final Piala AFF maka ia harus rela angkat kaki dari kursi pelatih.

Belum tuntas urusan naturalisasi, baru-baru ini beredar lagi rumor yang "menggemaskan" kabarnya pemerintah sedang melakukan pendekatan dengan seorang  pelatih berkelas dunia, Fatih Terim. Pelatih asal Turki yang pernah melatih klub Galatasaray, Fiorentina, dan AC Milan itu dikabarkan akan menukangi Tim Garuda. Benar atau tidaknya berita itu, kita tunggu sajalah.

Sosok pelatih jelas menentukan di dalam tubuh tim. Namun jangan salah, peran pelatih tidak akan terlihat sempurna kalau pemain tak mampu menjalankan arahan  serta taktik yang dikerahkan pelatih.

Masalah komunikasi menjadi kendala  mendasar yang harus dibenahi dalam tubuh  tim. Berkaca dari Riedl yang tidak  fasih berbahasa Indonesia, hal ini jelas menjadi hambatan antara pemain dan peramu tim. Hubungan emosional dua belah pihak tidak akan  berjalan baik.

Fatih Terim, Alfred Riedl dan naturalisai, tiga hal itu menjadi polemik yang tidak berkesudahan. Pemerintah dan PSSI harusnya bergerak cepat dalam mengambil keputusan. Jika Fatih lebih pantas menangani Timnas, segera direkrut sekedar menjadi Direktur Teknik mendampingi Riedl atau mengambil alih posisi Riedl.

Menyangkut naturalisasi, sebaiknya pemerintah bersikap arif, kalau memang yakin dengan kualitas serta performa para pemain keturunan, ya segera dipermudah sajalah proses naturalisasi mereka.

Jangan ditarik ulur lagi. Namun yang harus digaris bawahi pemerintah dan PSSI harus benar-benar yakin akan nasionalisme pemain yang akan direkrut. Kalau perlu  tidak ada salahnya membuat memorandum of understanding (MOU) agar komitmen kedua belah pihak selalu terjaga.

Sepertinya kita harus tetap bersabar menunggu kabar selanjutnya! (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia