KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSwasembada Pangan Era Pembangunan, Sebuah Kenangan akan Harapan oleh : Iin Suwandi
04-Mar-2015, 11:53 WIB


 
  KabarIndonesia - Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling mendasar bagi manusia. Kebutuhan pangan sangat penting bagi kehidupan umat manusia yang akan mempengaruhi sendi kehidupan lainnya. Kehidupan sosial politik suatu negara akan terganggu manakala rakyat lapar karena seluruh rakyat
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Derita Hilang, Keluhan Hilang 04 Mar 2015 11:45 WIB

Beras ... Riwayatmu Kini 04 Mar 2015 11:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 

 

Naturalisasi dan Fatih Terim

 
OPINI

Naturalisasi dan Fatih Terim
Oleh : Arief Kamil | 19-Okt-2010, 12:21:54 WIB

KabarIndonesia - Banyak pihak menilai wacana pencomotan pemain keturunan (naturalisasi) yang bakal dilakukan PSSI merupakan wujud ketidakmampuan otoritas tertinggi sepak bola nasional itu dalam melahirkan Timnas yang berkualitas.

Naturalisasi adalah jalan pintas yang sebenarnya sangat merugikan
talenta-talenta muda yang  jika PSSI jeli banyak sekali tersebar di tanah air.

"Pemutihan paspor" pemain keturunan seperti Johnvan Beukering, Rafael Guilermo, Sergiovan Djik yang ketiganya keturunan Belanda serta nama terakhir Cristian "Mustafa" Gonzales sebenarnya bukan solusi tepat. Toh, selain Gonzales, tiga nama tersebut belum begitu mengenal cara bermain serta karakteristik Timnas secara umum.

Memang, dengan berjalannya waktu mereka mungkin bisa menyatu di dalam tim, tapi berahikah PSSI menggaransi Timnas akan lebih baik dengan kehadiran mereka?

Permasalahan yang dihadapi Timnas sekarang seperti bola salju, yang  jika tidak segera dicarikan jalan keluarnya akan menimbulkan rentetan masalah baru.

Lihat saja, paska "dipermak" Uruguay 7-1 serta berhasil menggulung tim "gurem" Maladewa, kembali masalah menerpa Tim Garuda. Kali ini bukan menyangkut kepengurusan PSSI atau buruknya permainan Boas Sollosa dan kawan-kawan. Lebih melainkan karena sikap arogan sang pelatih kepala, Alfred Riel. Kabarnya hubungan yang awalnya berjalan mulus akhirnya merenggang gara-gara sikap keras kepala Riedl. Pelatih asal Austria ini di tuding kurang mengerti adat ketimuran.

Spekulasi pun segera berkembang, malah PSSI memberikan ultimatum jika Riedl gagal membawa Timnas ke putaran Final Piala AFF maka ia harus rela angkat kaki dari kursi pelatih.

Belum tuntas urusan naturalisasi, baru-baru ini beredar lagi rumor yang "menggemaskan" kabarnya pemerintah sedang melakukan pendekatan dengan seorang  pelatih berkelas dunia, Fatih Terim. Pelatih asal Turki yang pernah melatih klub Galatasaray, Fiorentina, dan AC Milan itu dikabarkan akan menukangi Tim Garuda. Benar atau tidaknya berita itu, kita tunggu sajalah.

Sosok pelatih jelas menentukan di dalam tubuh tim. Namun jangan salah, peran pelatih tidak akan terlihat sempurna kalau pemain tak mampu menjalankan arahan  serta taktik yang dikerahkan pelatih.

Masalah komunikasi menjadi kendala  mendasar yang harus dibenahi dalam tubuh  tim. Berkaca dari Riedl yang tidak  fasih berbahasa Indonesia, hal ini jelas menjadi hambatan antara pemain dan peramu tim. Hubungan emosional dua belah pihak tidak akan  berjalan baik.

Fatih Terim, Alfred Riedl dan naturalisai, tiga hal itu menjadi polemik yang tidak berkesudahan. Pemerintah dan PSSI harusnya bergerak cepat dalam mengambil keputusan. Jika Fatih lebih pantas menangani Timnas, segera direkrut sekedar menjadi Direktur Teknik mendampingi Riedl atau mengambil alih posisi Riedl.

Menyangkut naturalisasi, sebaiknya pemerintah bersikap arif, kalau memang yakin dengan kualitas serta performa para pemain keturunan, ya segera dipermudah sajalah proses naturalisasi mereka.

Jangan ditarik ulur lagi. Namun yang harus digaris bawahi pemerintah dan PSSI harus benar-benar yakin akan nasionalisme pemain yang akan direkrut. Kalau perlu  tidak ada salahnya membuat memorandum of understanding (MOU) agar komitmen kedua belah pihak selalu terjaga.

Sepertinya kita harus tetap bersabar menunggu kabar selanjutnya! (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utaraoleh : Jumari Haryadi
01-Mar-2015, 10:19 WIB


 
  Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utara Lomba MTQ ke-42 Lampung Utara yang berlangsung sejak 23 Februari 2015 di desa Subik Kecamatan Abung Tengah berakhir pada 27 Februari 2015. Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari 23 kecamatan tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tanjung Raja dan menempatkannya sebagai
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mereka Tak Tahu Terlahir Kaya 02 Mar 2015 02:13 WIB


 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia