KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bencana Lebih Dahsyat, Siapkah Kita?

 
OPINI

Bencana Lebih Dahsyat, Siapkah Kita?
Oleh : Berthy B Rahawarin | 27-Okt-2010, 01:20:27 WIB

KabarIndonesia - Tsunami Mentawai pukul 22.00 WIB, (25 Oktober 2010) tiba-tiba menghantar pergi korban jiwa di atas tiga ratus orang di beberapa pulau Mentawai dan beberapa pulau di sekitarnya. Di Jakarta, setelah pengumuman BMKG yang menyebutkan bahwa peringatan Tsunami telah dicabut dan disiarkan beberapa stasiun TV, kita kembali tidur terlelap.

Siang harinya, Selasa (26/10) kita terkejut bahwa ternyata tsunami melanda Pulau Mentawai dan pulau-pulau sekitarnya.


Padahal, sampah "tsunami-darat" Wasior belum sempat dirapikan. Saat tsunami Mentawai terjadi, staf khusus Presiden untuk penanganan bencana, Andi Arif, merasa kecolongan karena sedang tengah mempersiapkan mitigasi bencana di pesisir Sumatera Barat.

Kota Padang baru memperingati setahun Gempa menghancurleburkan kota Padang dan pesisir selatan-barat Sumatera (17 Juli 2009 yang dihadiri kurang lebih 43 tamu Negara. Pelbagai daerah lain, termasuk Aceh hingga Yogya, bekas bencana belum hilang sama sekali atau malah membentuk "peringatan" tentang dahsyatnya alam yang bekerja dengan hukum-hukumnya.

Tentunya saya harus setengah frustrasi menulis ketika ingat mitigasi bencana Merapi juga tengah disiapkan. Mengingatkan erupsi Gunung Merapi segera terjadi dalam waktu dekat.

Pelbagai studi dan pernyataan tentang Indonesia sebagai wilayah dengan potensi-potensi bencana darat dan laut dari yang kecil hingga yang mahadahsyat, terus diingatkan dari seluruh pelosok dunia, termasuk dari dalam negeri. Potensi bencana itu, betapa pun terkadang bercampur mitos di tengah kisah masyarakat. Pelbagai penelitian ilmiah memperkuat prakiraan dan perkiraan yang mendekati kebenaran dan kepastian bencana.

Release peta gempa Indonesia yang dilakukan 8 Juli 2010 di Bandung, melibatkan belasan ahli dari pelbagai disiplin ilmu memberikan gambaran betapa wilayah negara Indonesia menyimpan potensi-potensi bencana yang perlu diantisipasi dini.

Danny Hilman, ahli geoteknologi menegaskan akan terbukanya bencana-bencana yang lebih mengerikan karena bergesernya lempengan kulit bumi, antara lain sejak tsunami Aceh. Sebuah peta bencana bukan untuk menakut-nakutkan tapi juga untuk ditonton.


McCloskey dan Demitologisasi Bencana

Catatan tentang akan terjadinya bahaya di pesisir selatan Sumatera, beberapa bulan setelah Padang diporak-poranda gempa, diingatkan Mc Closkey dan tim ahli seismologi. Hal itu dilansir kantor berita AFP, Senin (18/1). Peringatan itu dituangkan dalam surat untuk jurnal Nature Geoscience.

Ilmuwan terkemuka John Mc Closkey, profesor di Institut Riset Sains Lingkungan Hidup di Universitas Ulster, Irlandia Utara, mengetuai tersebut dan hitungan-hitungannya menjadi acuan pakar. McCloskey terkenal sejak prediksi gempa Sumatera yang relatif akurat di tahun 2005.

Pendapat mereka, kemudian hari ikut menjadi acuan Danny Hilman tentang bahaya di pesisir Sumatera yang berasal dari penumpukan tekanan yang terus-menerus dalam dua abad terakhir di belahan parit Sunda (Sunda Trench). Salah satu zona gempa paling mengerikan di dunia yang berlangsung paralel ke pantai Sumatera bagian barat. Mc Closkey dan timnya tidak berbicara tentang waktu yang pasti, jelas memperingatkan, khususnya penduduk Kota Padang, dengan 850 ribu jiwa penduduk yang terletak di wilayah yang beresiko tersebut, agar tetap bersiaga.

“Ancaman untuk peristiwa itu adalah jelas dan kebutuhan untuk aksi mendesak sangatlah tinggi,” demikian peringatan para ahli seismologi tersebut.

Mc Closkey juga dihormati karena kebenaran peringatannya akan bencana gempa, 28 Maret 2005, dengan kekuatan 8,6 SR menerjang Pulau Simeulue dan menciptakan tsunami setinggi 3 meter.

Sumber Yahoo News, mengutip Tim Mc Closkey mengatakan, kini tim Mc Closkey mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah guna menyiapkan diri terhadap resiko gempa bumi berikutnya di Padang usai gempa dahsyat di Padang pada 30 September 2009. Tim Mc Closkey selanjutnya mengatakan, penting sekali bahwa pemerintah Indonesia dengan bantuan komunitas Internasional dan organisasi-organisasi non pemerintah, memastikan mereka menuntaskan upaya bantuan dan pembangunan tahan gempa usai gempa bumi tersebut dan bekerjasama dengan rakyat Padang untuk membantu mereka menyiapkan diri untuk gempa berikutnya.

Gempa dan tsunami Mentawai, kemungkinan hanya sebuah permulaan dari yang ingin dikatakan. Tim Mitigasi Bencana pesisir seperti implisit dalam pernyataan Staf-khusus Presiden Andi Arif, kecolongan "Tsunami Melawai". Kalau yang "kecil" kita kecolongan, yang lebih dahsyat, kita hanya akan mendengar berita dari luar negeri tentang seluruh peristiwa bencana di halaman negeri kita.  (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia