KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSelalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam oleh : Iin Suwandi
25-Aug-2015, 14:17 WIB


 
 
Selalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam
KabarIndonesia - Akhir akhir ini bencana alam selalu mewarnai kabar di media massa di tanah air kita, terutama berita mengenai bencana alam meletusnya Gunung Raung, Gunung Gamalama, serta Gunung Sinabung. Letusan Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, sempat menimbulkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Wow "Bigbang" Spektakuler 10 Aug 2015 13:51 WIB

 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB


 

Mampukah Negeri Ini Bebas Korupsi?

 
OPINI

Mampukah Negeri Ini Bebas Korupsi?
Oleh : Hans Wijaya | 11-Des-2010, 02:20:52 WIB

KabarIndonesia - Entah sudah berapa banyak pejabat masuk penjara gara-gara korupsi. Entah berapa banyak lagi, pejabat publik, baik yang terkenal atau tidak menjadi penghuni hotel prodeo akibat keserakahannya memanipulasi uang rakyat demi nafsu duniawi belaka.

Perilaku korup di negara ini sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hampir semua sudut bangsa ini dipenuhi perilaku koruptif. Korupsi, dalam telaah bahasa sederhana bermakna  merampas hak orang lain demi kesenangan sendiri.

Tanpa kita sadari, perilaku itu dapat terlihat dengan mata telanjang di hadapan kita. Contoh kecil, kita sering melihat pengemudi sepeda motor melewati trotoar demi melintasi kemacetan. Padahal, trotoar merupakan hak pejalan kaki atau jembatan penyeberangan yang dilalui motor demi mempercepat jalur tempuh.  Lagi-lagi kita tahu, jembatan dipergunakan untuk pejalan kaki.

Perilaku tersebut secara sadar atau tidak, sama saja dengan perilaku koruptif karena pengendara motor itu telah merampas hak pejalan kaki. Pengguna trotoar juga akan sewot walaupun dalam hati karena kenyamanannya terganggu. Itu merupakan sebuah contoh kecil saja.

Lantas bagaimana dengan perilaku penyelenggara negara? Ini juga sangat mengkhawatirkan. Bejibun pejabat negara, baik yang masih aktif atau yang sudah pensiun menyabet gelar baru, bukan gelar akademik, tapi gelar tersangka atau terdakwa. Sebegitu parahkah moral penyelenggara negara ini?

Tindakan merampas hak orang lain alias korupsi disebabkan hanya karena dua hal, yaitu ada niat dan kesempatan. Kesempatan di depan mata tapi tidak ada niat melakukannya, mungkin tidak akan terjadi.  Begitu pula sebaliknya, ketika niat sudah bulat melakukan korupsi tetapi kesempatan tidak ada, maka bisa terhindari. Tetapi ketika dua-duanya itu ada, maka korupsi akan menjadi lahan indah bagi pelakunya. Orang yang melakukan korupsi, tentunya tidak akan memikirkan akibatnya di akhirat. Falsafahnya "yang penting happy".


Benteng Agama

Segudang undang-undang yang membentengi negeri ini dari perilaku koruptor, nampaknya tidak mampu mengerem laju pelaku korupsi untuk melakukan pemufakatan jahatnya. Oleh karena pusingnya pada pelaku anti korupsi, sempat bergaung hukuman berat yang perlu ditimpali bagi koruptor, yaitu hukuman mati! Membawa solusikah?

Dari tataran makro, mungkin benar karena setidaknya para koruptor akan berpikir untuk melakukan tindak kriminalitas tersebut, tetapi secara mikro, kita masih menyangsingkan efektifitas pemberlakuannya.

Yang paling masuk akal adalah, pemiskinan pelaku korupsi karena tidak tertutup kemungkinan, semua harta yang didapat itu adalah hasil kejahatan. Tidak cukup sampai di situ, hukuman badan yang lama, tentunya akan memberikan efek domino bagi para pelaku yang belum terbongkar.

Yang paling penting di sini adalah, mengorek kembali sisi nurani anak bangsa ini dengan pendekatan agama. Di sini diperlukan kerja keras semua pihak, baik itu kaum agamawan dan pemeriantah untuk secara berkelanjutan menggemakan nilai-nilai agama agar menjadi pegangan utama dalam menjalani hidup ini.

Bila ini dijalankan secara benar tanpa tendensi politik, Insya Allah Indonesia akan terbebas dari korupsi. Semoga. (*)


Penulis adalah Peneliti International Conference of Islamic Scholars (ICIS)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabaioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
24-Aug-2015, 21:26 WIB


 
  Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabai Bertanam cabai merah itu ibarat berjudi. Kadang kalah ketika harga cabai lagi menukik, tapi tak jarang ketika lagi hoki, menang telak saat harga meroket, seperti terhadi akhir-akhir ini. Filosofi itu dianut keluarga Lomo Hutabarat yang sudah sering mengalami naik turunnya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pisah Sambut DANREM 044/GAPO 25 Aug 2015 14:40 WIB


 

 
Pedagang Bendera Serbu Kota Tegal 13 Aug 2015 14:23 WIB

 
Pertamina Dukung GIIAS 2015 13 Aug 2015 13:27 WIB

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ford "SYNC The Day" 24 Aug 2015 04:38 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia