KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mampukah Negeri Ini Bebas Korupsi?

 
OPINI

Mampukah Negeri Ini Bebas Korupsi?
Oleh : Hans Wijaya | 11-Des-2010, 02:20:52 WIB

KabarIndonesia - Entah sudah berapa banyak pejabat masuk penjara gara-gara korupsi. Entah berapa banyak lagi, pejabat publik, baik yang terkenal atau tidak menjadi penghuni hotel prodeo akibat keserakahannya memanipulasi uang rakyat demi nafsu duniawi belaka.

Perilaku korup di negara ini sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hampir semua sudut bangsa ini dipenuhi perilaku koruptif. Korupsi, dalam telaah bahasa sederhana bermakna  merampas hak orang lain demi kesenangan sendiri.

Tanpa kita sadari, perilaku itu dapat terlihat dengan mata telanjang di hadapan kita. Contoh kecil, kita sering melihat pengemudi sepeda motor melewati trotoar demi melintasi kemacetan. Padahal, trotoar merupakan hak pejalan kaki atau jembatan penyeberangan yang dilalui motor demi mempercepat jalur tempuh.  Lagi-lagi kita tahu, jembatan dipergunakan untuk pejalan kaki.

Perilaku tersebut secara sadar atau tidak, sama saja dengan perilaku koruptif karena pengendara motor itu telah merampas hak pejalan kaki. Pengguna trotoar juga akan sewot walaupun dalam hati karena kenyamanannya terganggu. Itu merupakan sebuah contoh kecil saja.

Lantas bagaimana dengan perilaku penyelenggara negara? Ini juga sangat mengkhawatirkan. Bejibun pejabat negara, baik yang masih aktif atau yang sudah pensiun menyabet gelar baru, bukan gelar akademik, tapi gelar tersangka atau terdakwa. Sebegitu parahkah moral penyelenggara negara ini?

Tindakan merampas hak orang lain alias korupsi disebabkan hanya karena dua hal, yaitu ada niat dan kesempatan. Kesempatan di depan mata tapi tidak ada niat melakukannya, mungkin tidak akan terjadi.  Begitu pula sebaliknya, ketika niat sudah bulat melakukan korupsi tetapi kesempatan tidak ada, maka bisa terhindari. Tetapi ketika dua-duanya itu ada, maka korupsi akan menjadi lahan indah bagi pelakunya. Orang yang melakukan korupsi, tentunya tidak akan memikirkan akibatnya di akhirat. Falsafahnya "yang penting happy".


Benteng Agama

Segudang undang-undang yang membentengi negeri ini dari perilaku koruptor, nampaknya tidak mampu mengerem laju pelaku korupsi untuk melakukan pemufakatan jahatnya. Oleh karena pusingnya pada pelaku anti korupsi, sempat bergaung hukuman berat yang perlu ditimpali bagi koruptor, yaitu hukuman mati! Membawa solusikah?

Dari tataran makro, mungkin benar karena setidaknya para koruptor akan berpikir untuk melakukan tindak kriminalitas tersebut, tetapi secara mikro, kita masih menyangsingkan efektifitas pemberlakuannya.

Yang paling masuk akal adalah, pemiskinan pelaku korupsi karena tidak tertutup kemungkinan, semua harta yang didapat itu adalah hasil kejahatan. Tidak cukup sampai di situ, hukuman badan yang lama, tentunya akan memberikan efek domino bagi para pelaku yang belum terbongkar.

Yang paling penting di sini adalah, mengorek kembali sisi nurani anak bangsa ini dengan pendekatan agama. Di sini diperlukan kerja keras semua pihak, baik itu kaum agamawan dan pemeriantah untuk secara berkelanjutan menggemakan nilai-nilai agama agar menjadi pegangan utama dalam menjalani hidup ini.

Bila ini dijalankan secara benar tanpa tendensi politik, Insya Allah Indonesia akan terbebas dari korupsi. Semoga. (*)


Penulis adalah Peneliti International Conference of Islamic Scholars (ICIS)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB


 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 
Kampus Terkemuka Nasional 15 Apr 2014 03:51 WIB

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia