KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniAmanah vs Khianah oleh : Riezky Adrian
06-Jul-2015, 22:45 WIB


 
 
Amanah vs Khianah
KabarIndonesia - Di segala aspek kehidupan bermasyarakat maupun pribadi, seringkali kita berhadapan dengan kedua karakter ini. Orang yang bisa dipercaya secara lisan maupun perbuatan seakan langka dijumpai, namun ketika khianah mendarah daging dan tumbuh subur dalam segala aspek kehidupan, maka
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Penantian Semu 06 Jul 2015 22:47 WIB

Mbok Minah Si Pencari Daun 06 Jul 2015 22:41 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenal Pasar Rumput 06 Jul 2015 22:53 WIB

Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB

 
 
OPINI

Tingkatkan Pariwisata, Visit Indonesia Year 2011
Oleh : Dwi Trisnawati | 18-Jun-2011, 13:49:41 WIB

KabarIndonesia - Momen Visit Indonesia Year 2008 harusnya dapat kita jadikan bahan pembelajaran untuk menata kembali pariwisata di Indonesia. Yang lalu memang telah berlalu tapi tak bolehkah kita menengok sejenak ke belakang, mengintip dan mengevaluasi kembali penyebab kegagalan Indonesia di sektor pariwisata.Pariwisata kita sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga, peningkatan kunjungan wisata pada beberapa negara tetangga jauh lebih tinggi dari pada apa yang kita peroleh. Pada tahun 1991, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Thailand adalah sekitar 5 sampai 5.5 juta pengunjung, dua kali lebih besar dari pada Indonesia.

Tahun 2005, Malaysia mendatangkan 15 juta wisatawan, sedangkan indonesia hanya bisa mendatangkan 5 juta wisatawan. Dan pada tahun 2008, Indonesia hanya bisa mendatangkan wisatawan asing 6.4 juta orang. Jumlah itu memang angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Namun, amat kecil bila dibandingkan dengan Malaysia. Negeri Jiran itu bisa mengundang 20 juta wisatawan. Thailand juga bisa menyedot 15 juta wisatawan. Pada saat itu perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata ini kecil walau sektor ini melibatkan banyak orang. Berbeda dengan malaysia yang rajin "menjual" pariwisata Malaysia.

Dalam catatan Solusi Bangsa Malaysia di luar negeri memiliki 32 kantor perwakilan yang menjual pariwisata. Thailand memiliki 18 kantor perwakilan. Adapun Indonesia hanya memiliki 8 kantor perwakilan.Dalam hal ini penulis tidak bermaksud membanggakan Malaysia atau negara manapun atau juga bermaksud menyudutkan Indonesia, tetapi Indonesia hendaknya belajar dari pengalaman yang telah lalu dan belajar dari negara-negara lain dalam upayanya meningkatkan sektor pariwisatanya. Selain itu pengalokasian anggaran untuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang semula hanya Rp 1 triliun mungkin bisa ditambahkan lagi mengingat sumbangan pajak yang disetor hotel-hotel kepada pemerintah lebih dari Rp 50 triliun.

Disamping itu juga potensi sektor pariwisata yang begitu besar terhadap perekonomian harusnya dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan. Apalagi potensi Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Beragam potensi wisata mulai dari pantai, hutan, pegunungan, sampai wisata religi dengan situs-situs sejarah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Selain itu juga dengan adanya keanekaragaman budaya daerah bisa juga dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya, wisata religius, maupun wisata kuliner.

Visit Indonesia Year 2011 agaknya perlu digerakkan lagi, tentunya dengan strategi dan cara promosi yang perlu diubah dari sebelumnya dengan memanfaatkan perkembangan informasi teknologi dan telekomunikasi.Tak lepas dari itu peran sumber daya manusia juga harus turut diperhitungkan terutama dalam upayanya membangun citra positif terhadap sektor pariwisata.

Industri pariwisata juga harus dijalankan dengan niat melakukan amal baik dan citra baik sehingga diharapkan akan memunculkan ketulusan dalam bekerja bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelayanan pariwisata. Stigma yang melekat sebagai negara sasaran teroris, image tidak aman, dan adanya travel warning harus segera dibenahi untuk menghilangkan ketidakjelasan image Indonesia di mata wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, penulis mengajak kepada seluruh warga negara Indonesia untuk turut mendukung dan mensukseskan guna meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia. Mulailah dengan membangun citra positif dan positioning sebagai langkah awal, selanjutnya lakukan secara tulus dan sepenuh hati, sehingga gerakan Visit Indonesia Year 2011 bisa berjalan dengan hasil yang lebih memuaskan.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:

www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Konstruksi MRT Jalan Thamrinoleh : Dicky Ari Wibowo
29-Jun-2015, 22:47 WIB


 
  Konstruksi MRT Jalan Thamrin Sejumlah warga melintasi area konstruksi MRT di jalan Thamrin pada saat car free day, Jakarta, Minggu (28/6/2015). MRT atau Mass Rapid Transit merupakan sebuah sistem transportasi transit cepat yang sedang dibangun di Jakarta.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Kemandag Mengadakan Pasar Murah 06 Jul 2015 22:58 WIB

Isu Beras Nasional 29 Jun 2015 06:06 WIB

 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ekspektasi Bosch di Ajang Bisnis 06 Jul 2015 22:57 WIB


 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia