KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Buruh Sawit Temukan Mayat 21 Okt 2014 12:52 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Tingkatkan Pariwisata, Visit Indonesia Year 2011
Oleh : Dwi Trisnawati | 18-Jun-2011, 13:49:41 WIB

KabarIndonesia - Momen Visit Indonesia Year 2008 harusnya dapat kita jadikan bahan pembelajaran untuk menata kembali pariwisata di Indonesia. Yang lalu memang telah berlalu tapi tak bolehkah kita menengok sejenak ke belakang, mengintip dan mengevaluasi kembali penyebab kegagalan Indonesia di sektor pariwisata.Pariwisata kita sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga, peningkatan kunjungan wisata pada beberapa negara tetangga jauh lebih tinggi dari pada apa yang kita peroleh. Pada tahun 1991, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Thailand adalah sekitar 5 sampai 5.5 juta pengunjung, dua kali lebih besar dari pada Indonesia.

Tahun 2005, Malaysia mendatangkan 15 juta wisatawan, sedangkan indonesia hanya bisa mendatangkan 5 juta wisatawan. Dan pada tahun 2008, Indonesia hanya bisa mendatangkan wisatawan asing 6.4 juta orang. Jumlah itu memang angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Namun, amat kecil bila dibandingkan dengan Malaysia. Negeri Jiran itu bisa mengundang 20 juta wisatawan. Thailand juga bisa menyedot 15 juta wisatawan. Pada saat itu perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata ini kecil walau sektor ini melibatkan banyak orang. Berbeda dengan malaysia yang rajin "menjual" pariwisata Malaysia.

Dalam catatan Solusi Bangsa Malaysia di luar negeri memiliki 32 kantor perwakilan yang menjual pariwisata. Thailand memiliki 18 kantor perwakilan. Adapun Indonesia hanya memiliki 8 kantor perwakilan.Dalam hal ini penulis tidak bermaksud membanggakan Malaysia atau negara manapun atau juga bermaksud menyudutkan Indonesia, tetapi Indonesia hendaknya belajar dari pengalaman yang telah lalu dan belajar dari negara-negara lain dalam upayanya meningkatkan sektor pariwisatanya. Selain itu pengalokasian anggaran untuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang semula hanya Rp 1 triliun mungkin bisa ditambahkan lagi mengingat sumbangan pajak yang disetor hotel-hotel kepada pemerintah lebih dari Rp 50 triliun.

Disamping itu juga potensi sektor pariwisata yang begitu besar terhadap perekonomian harusnya dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan. Apalagi potensi Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Beragam potensi wisata mulai dari pantai, hutan, pegunungan, sampai wisata religi dengan situs-situs sejarah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Selain itu juga dengan adanya keanekaragaman budaya daerah bisa juga dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya, wisata religius, maupun wisata kuliner.

Visit Indonesia Year 2011 agaknya perlu digerakkan lagi, tentunya dengan strategi dan cara promosi yang perlu diubah dari sebelumnya dengan memanfaatkan perkembangan informasi teknologi dan telekomunikasi.Tak lepas dari itu peran sumber daya manusia juga harus turut diperhitungkan terutama dalam upayanya membangun citra positif terhadap sektor pariwisata.

Industri pariwisata juga harus dijalankan dengan niat melakukan amal baik dan citra baik sehingga diharapkan akan memunculkan ketulusan dalam bekerja bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelayanan pariwisata. Stigma yang melekat sebagai negara sasaran teroris, image tidak aman, dan adanya travel warning harus segera dibenahi untuk menghilangkan ketidakjelasan image Indonesia di mata wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, penulis mengajak kepada seluruh warga negara Indonesia untuk turut mendukung dan mensukseskan guna meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia. Mulailah dengan membangun citra positif dan positioning sebagai langkah awal, selanjutnya lakukan secara tulus dan sepenuh hati, sehingga gerakan Visit Indonesia Year 2011 bisa berjalan dengan hasil yang lebih memuaskan.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:

www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB


 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia