KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaUndang-Undang Cagar Budaya Disosialisasikan oleh : Ki Agus N. Fattah
27-Aug-2014, 10:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Bandung, Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung (Disdikbud Kab. Bandung), Drs. H. Agus Firman Zaini, M. Si., Juli 2014 lalu, pada Kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Cagar Budays Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2014, dituturkan, Pemerintah melalui misinya,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kucingku dan Gadisku 13 Aug 2014 15:52 WIB

PINTU 12 Aug 2014 14:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
OPINI

Tingkatkan Pariwisata, Visit Indonesia Year 2011
Oleh : Dwi Trisnawati | 18-Jun-2011, 13:49:41 WIB

KabarIndonesia - Momen Visit Indonesia Year 2008 harusnya dapat kita jadikan bahan pembelajaran untuk menata kembali pariwisata di Indonesia. Yang lalu memang telah berlalu tapi tak bolehkah kita menengok sejenak ke belakang, mengintip dan mengevaluasi kembali penyebab kegagalan Indonesia di sektor pariwisata.Pariwisata kita sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga, peningkatan kunjungan wisata pada beberapa negara tetangga jauh lebih tinggi dari pada apa yang kita peroleh. Pada tahun 1991, jumlah wisatawan yang mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Thailand adalah sekitar 5 sampai 5.5 juta pengunjung, dua kali lebih besar dari pada Indonesia.

Tahun 2005, Malaysia mendatangkan 15 juta wisatawan, sedangkan indonesia hanya bisa mendatangkan 5 juta wisatawan. Dan pada tahun 2008, Indonesia hanya bisa mendatangkan wisatawan asing 6.4 juta orang. Jumlah itu memang angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Namun, amat kecil bila dibandingkan dengan Malaysia. Negeri Jiran itu bisa mengundang 20 juta wisatawan. Thailand juga bisa menyedot 15 juta wisatawan. Pada saat itu perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata ini kecil walau sektor ini melibatkan banyak orang. Berbeda dengan malaysia yang rajin "menjual" pariwisata Malaysia.

Dalam catatan Solusi Bangsa Malaysia di luar negeri memiliki 32 kantor perwakilan yang menjual pariwisata. Thailand memiliki 18 kantor perwakilan. Adapun Indonesia hanya memiliki 8 kantor perwakilan.Dalam hal ini penulis tidak bermaksud membanggakan Malaysia atau negara manapun atau juga bermaksud menyudutkan Indonesia, tetapi Indonesia hendaknya belajar dari pengalaman yang telah lalu dan belajar dari negara-negara lain dalam upayanya meningkatkan sektor pariwisatanya. Selain itu pengalokasian anggaran untuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang semula hanya Rp 1 triliun mungkin bisa ditambahkan lagi mengingat sumbangan pajak yang disetor hotel-hotel kepada pemerintah lebih dari Rp 50 triliun.

Disamping itu juga potensi sektor pariwisata yang begitu besar terhadap perekonomian harusnya dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan. Apalagi potensi Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Beragam potensi wisata mulai dari pantai, hutan, pegunungan, sampai wisata religi dengan situs-situs sejarah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Selain itu juga dengan adanya keanekaragaman budaya daerah bisa juga dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya, wisata religius, maupun wisata kuliner.

Visit Indonesia Year 2011 agaknya perlu digerakkan lagi, tentunya dengan strategi dan cara promosi yang perlu diubah dari sebelumnya dengan memanfaatkan perkembangan informasi teknologi dan telekomunikasi.Tak lepas dari itu peran sumber daya manusia juga harus turut diperhitungkan terutama dalam upayanya membangun citra positif terhadap sektor pariwisata.

Industri pariwisata juga harus dijalankan dengan niat melakukan amal baik dan citra baik sehingga diharapkan akan memunculkan ketulusan dalam bekerja bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelayanan pariwisata. Stigma yang melekat sebagai negara sasaran teroris, image tidak aman, dan adanya travel warning harus segera dibenahi untuk menghilangkan ketidakjelasan image Indonesia di mata wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, penulis mengajak kepada seluruh warga negara Indonesia untuk turut mendukung dan mensukseskan guna meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia. Mulailah dengan membangun citra positif dan positioning sebagai langkah awal, selanjutnya lakukan secara tulus dan sepenuh hati, sehingga gerakan Visit Indonesia Year 2011 bisa berjalan dengan hasil yang lebih memuaskan.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:

www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Bendera HUT RI-69oleh : Gholib
22-Aug-2014, 08:56 WIB


 
  Upacara Bendera HUT RI-69 Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, 17 Agustus 2014, puluhan anggota pecinta kereta api dan pegawai PT. KAI melakukan upacara bendera di pelataran gedung Lawang Sewu Semarang, Jateng, dengan memakai baju dan atribut pejuang tempo dulu.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Satukan Dukungan Bagi Timnas 15 Aug 2014 05:15 WIB

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Ajang Kreatif dan Inovatif 20 Aug 2014 18:54 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia