KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBocoran Terbaru Kabinet Kerja Jokowi-JK, Perlu? oleh : Wahyu Ari Wicaksono
24-Okt-2014, 15:46 WIB


 
 
Bocoran Terbaru Kabinet Kerja Jokowi-JK, Perlu?
KabarIndonesia - Jakarta, Pengumuman nama-nama yang akan segera mengisi beberapa kursi kementerian adalah peristiwa yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia saat ini. Apalagi kabar santer bahwa Jokowi akan segera mengumumkan nama-nama pembantunya tersebut secara unik di teriminal 3 Pelabuhan Tanjung
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Pembangunan Kembali Karakter Pemuda
Oleh : Indra Kurniawan | 25-Okt-2012, 23:42:37 WIB

KabarIndonesia - Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi sebuah bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. Hal itu didukung oleh sejumlah fakta positif yang dimiliki bangsa ini yakni posisi geopolitik yang sangat strategis, kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, jumlah penduduk yang besar, dan kemajemukan sosial-budaya. Namun modal dasar dan potensi yang besar itu tidak dikelola dengan optimal dan sering disia-siakan sehingga bangsa ini kehilangan banyak momentum untuk maju dengan cepat, sekaligus menimbulkan masalah yang kompleks. 

Di antara masalah yang menghambat dan menjadi faktor krusial dalam kehidupan bangsa ini ialah lemahnya karakter bangsa. Dalam kehidupan bangsa Indonesia dijumpai kecenderungan mentalitas yang tidak sejalan dengan etos kemajuan dan keunggulan peradaban seperti sifat malas, meremehkan mutu, suka menerabas (jalan pintas), tidak percaya pada diri sendiri, tidak berdisiplin murni, suka mengabaikan tanggungjawab, berjiwa feodal, suka pada hal-hal beraroma mistik, mudah meniru gaya hidup luar tanpa seleksi, bergaya hidup mewah, dan lain-lain.
Kendati kecenderungan mentalitas tersebut tidak bersifat menyeluruh tetapi manakala dibiarkan maka tidak mustahil akan menjadi penyakit mentalitas secara keseluruhan di tubuh bangsa ini.

Karena itu kita memandang dan menuntut langkah pemecahan bahwa dalam memasuki dinamika kehidupan bangsa di tengah pergulatan dunia yang sarat tantangan diperlukan revitalisasi karakter bangsa ke arah pembentukan manusia Indonesia yang berkarakter unggul.

Pendidikan Nasional harus menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dan strategis, bukan hanya menekankan pada sopan santun, tetapi pendidikan karakter dalam aspek yang luas dan progresif. Bahwa manusia yang berkarakter unggulan dicirikan oleh kapasitas mental yang membedakan dari orang lain seperti keterpercayaan, ketulusan, kejujuran, keberanian, ketegasan, ketegaran, kuat dalam memegang prinsip, dan sifat-sifat khusus lainnya yang melekat dalam dirinya.

Rasanya sangat lucu jika dalam rangka membentuk manusia Indonesia yang berkarakter unggul, kita menyampingkan keberadaan pemuda di dalamnya. Kaum tua baik yang sedang menjalani amanah bangsa maupun yang sekadar berharap kepada kaum muda, tentu akan mengakhiri masanya. Bangsa ini jangan dibiarkan berakhir hanya karena kaum tua berakhir masa pengabdiannya. Sungguh berbahaya jika pemuda sekarang hanya menunggu peralihan tugas dari kaum tua tanpa membekali diri dengan kualitas mumpuni.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya pembekalan sedini mungkin bagi para pemuda harapan bangsa mendatang. Tidak berlebihan bila dikatakan “Jika kita ingin mengetahui bangsa ini sepuluh atau tiga puluh tahun yang akan datang, maka lihatlah pemuda kita sekarang.” Kalau memang demikian adanya, apakah karakter kaum tua saat ini buah dari pendidikan karakter mereka sewaktu muda sepuluh atau empat puluh tahun yang lalu? Coba kita inventarisir apa saja penyakit mereka yang saat ini mengemban amanah rakyat. Korup, tidak amanah, oportunis, tunduk pada tekanan asing, dan masih banyak lagi tentunya penyakit mental yang dimiliki mereka. Sejenak kita renungkan apakah mereka mengidap itu semua sewaktu muda? 

Memang dalam kenyataannya, proses menuju bangsa yang dewasa selalu diwarnai beragam dinamika. Begitu juga dengan perjalanan anak bangsa yang menyertainya. Bisa jadi kaum tua yang sedang asik mengeruk uang negara, mengkhianati amanat rakyat demi kepentingan pibadi dan asing, ketika muda justru lebih idealis dari pemuda sekarang. Toh, tidak ada rekaman untuk menggambarkan kehidupan mereka masing-masing sewaktu muda. 

Terlepas dari hal itu, hemat penulis, tanpa pondasi karakter yang kuat semua bisa saja berubah dari sesuatu yang baik atau bahkan lebih buruk. Pemuda masa lalu mungkin begitu ideal menempa diri namun karena pondasi karakternya tidak terlalu kuat atau kurang unggul sehingga membuat mereka menggadaikan idealisme-nya ketika tua. 

Senada dengan yang telah disebutkan di awal, bahwa pemuda yang berkarakter unggul dicirikan oleh kapasitas mental yang membedakan dari orang lain seperti keterpercayaan, ketulusan, kejujuran, keberanian, ketegasan, ketegaran, kuat dalam memegang prinsip, dan sifat-sifat khusus lainnya yang melekat dalam dirinya.

Lantas, bagaimana karakter para pemuda masa kini? Kira-kira akan seperti apa bangsa Indonesia sepuluh atau tiga puluh tahun mendatang? Akankah terwujud Indonesia sebagai sebuah bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat? 

Wahai pemuda Indonesia di mana saja berada. Mari kita jadikan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum refleksi, pembangunan kembali karakter, kebangkitan serta persiapan untuk bersumpah, terus menjayakan bangsa dan negara Indonesia. (*)


*Penulis adalah peraih Beasiswa Unggulan P3SWOT Kemendikbud RI, tinggal di Moskow, Rusia.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Korban Lapindo Tagih Janji Jokowi 23 Okt 2014 20:21 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia