KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanSayembara Menulis Surat Untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh : Wahyu Ari Wicaksono
26-Jul-2016, 12:57 WIB


 
 
Sayembara Menulis Surat Untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
KabarIndonesia - Menyambut perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2016, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengajak anak-anak siswa SD/Madrasah Ibtidaiah kelas 4, 5, dan 6 serta siswa SMP/Madrasah Sanawiah kelas 7 di seluruh Indonesia untuk mengikuti sayembara menulis surat kepada Menteri
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Menanti 27 Jul 2016 19:43 WIB

HARAPAN 27 Jul 2016 19:38 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB

 
 
OPINI

Kurikulum 2013, Dukamu atau Gembiramu
Oleh : Istiningsih | 06-Feb-2013, 00:19:06 WIB

KabarIndonesia - Beberapa bulan lagi tepatnya pada tahun ajaran 2013/2014 pemerintah melalui kementrian pendidikan nasional akan menerapkan kurikulum baru dengan tujuan seperti yang diungkapkan Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) adalah untuk menciptakan anak didik yang kompeten dan bisa dipertanggungjawabkan (29/11/2012).

Penerapan kurikulum baru ini masih mendapat respons negatif dari masyarakat terutama masyarakat pendidik dengan berbagai argumennya. Respons negatif masyarakat terhadap penerapan kurikulum baru ini sangat wajar karena melihat dari pengalaman-pengalaman yang lalu.  Penerapan kurikulum di Indonesia terkesan sudah tidak wajar lagi, tergesa-gesa dan bahkan persepsi masyarakat yang berkembang saat ini adalah ganti menteri ganti kurikulum.

Kalau memang tujuannya baik, maka pemerintah harus dapat membuktikan itu semua pada masyarakat karena yang diubah bukan seperti mengonversi minyak ke gas tetapi membentuk manusia yang kalau salah cetak maka akan berdampak sepanjang zaman.


Substansi Kurikulum 2013

Beberapa hal yang menjadi substansi kurikulum tersebut menyangkut standar isi, standar proses dan standar penilaian. Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran di tingkat SD bersifat tematik-integratif. Misalnya dalam satu tema mendiskripsikan tentang air, maka dalam materi pelajaran air tersebut ada mata pelajaran bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam dan mata pelajaran lain. Sementara di tingkat SMA penjurusan sosial dan pengetahuan alam diganti mata pelajaran pilihan. Siswa diberi ruang untuk memilih mata pelajaran yang disenangi. Sehingga tidak ada penjurusan IPA dan IPS. Dalam hal penilaian, guru dituntut tidak terfokus hanya pada penilaian kognitif tapi juga sikap dan keterampilan melalui observasi dan portofolio.

Akibat perubahan penilaian ini jika akan dilakukan maka akan menambah waktu jam belajar bagi siswa. Prinsip kurikulum ini dalam hal jam pelajaran akan ditambah, dan beberapa mata pelajaran akan dikurangi. Hal ini memang sudah banyak dilakukan di beberapa negara. Mereka menambah jam pelajaran dan mengurangi mata pelajaran, sehingga pendalaman dan waktu untuk mengeksplorasi kompetensi dasar pelajaran lebih mendalam.

Kurikulum yang diubah itu bukan mengganti semuanya, tetapi lebih pada penyempurnaan pada bagian-bagian tertentu. Seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dilaksanakan tahun 2004, yang kemudian diganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada 2006, dan selanjutnya diubah menjadi Kurikulum 2013.

Kalau dicermati ketiganya, sangat banyak persamaannya, terutama tekanannya pada penguasaan kompetensi dan pengaktifan siswa semaksimal mungkin dalam belajar. Masalah bagi guru dari pihak dunia pendidikan, khususnya guru dan peserta didik janganlah menjadi sebuah objek dari sebuah implementasi kurikulum. Kesiapan guru dalam setiap sebuah revisi kurikulum sangat diperlukan. Peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru sangat diperlukan untuk menyambut setiap kebijakan yang ada. Kreatifitas dan inovasi guru dalam setiap kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada pedoman kurikulum saat itu harus segera di tingkatkan. Perubahan jaman dan kebutuhan belajar peserta didik dari waktu ke waktu terus berbeda dan guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas dirinya agar tidak terlindas oleh jaman, dan peserta didik bukan lagi menjadi kelinci percobaan dari setiap implementasi kurikulum.

Entah apa pun nama dan misi dari sebuah kurikulum, harus dicermati lebih mendalam tentang latar belakang dan tujuannya. Sigap dan cermat akan lebih baik daripada mengeluh sepanjang waktu dan akhirnya menghambat sebuah program yang seharusnya dilaksanakan. Derita atau gembira tergantung dari mindset yang dibentuk oleh diri sendiri. Percaya dan yakin bahwa apa pun itu, kebijakan pendidikan yang disodorkan oleh pemerintah, tapi itulah yang dianggap terbaik saat itu.
Jika menurut sebagian praktisi pendidikan itu tidak baik, maka jadikanlah menjadi baik melalui kreatifitas dan inovasi yang dibentuk sendiri tanpa meninggalkan acuan kurikulum saat ini.(*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pemudik Sepeda Motoroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
11-Jul-2016, 01:18 WIB


 
  Pemudik Sepeda Motor Para pemudik bersepeda motor melintas di Jalan Klaten Selatan pada ruas Jalan Jogja-Solo, untuk kembali ke Jakarta, Minggu, 10 Juli 2016. Sepeda motor menjadi pilihan ribuan pemudik karena fleksibilitas moda angkutan ini. Meskipun beberapa perusahaan menyediakan angkutan gratis untuk mudik,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia