KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahRandiman Pantau Drainase Medan Tetap Banjir oleh : Jenda Bangun
08-Feb-2016, 17:38 WIB


 
 
Randiman Pantau Drainase Medan Tetap Banjir
KabarIndonesia - Medan,Meski beberapa waktu belakangan ini Penjabat (Pj) Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP sering
memantau sarana dainase, namun tampaknya bukan solusi kebanjiran.Hujan yang mengguyur wilayah Sumatera Utara beberapa hari ini membuat sejumlah air sungai di
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Kasus RJ Lino Hukum atau Politik 17 Jan 2016 02:38 WIB

 
Nelayan 02 Feb 2016 18:04 WIB

Bunga 02 Feb 2016 17:59 WIB

 
Sister City Larantuka - Fatima 26 Jan 2016 09:14 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
 
 
OPINI

Kurikulum 2013, Dukamu atau Gembiramu
Oleh : Istiningsih | 06-Feb-2013, 00:19:06 WIB

KabarIndonesia - Beberapa bulan lagi tepatnya pada tahun ajaran 2013/2014 pemerintah melalui kementrian pendidikan nasional akan menerapkan kurikulum baru dengan tujuan seperti yang diungkapkan Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) adalah untuk menciptakan anak didik yang kompeten dan bisa dipertanggungjawabkan (29/11/2012).

Penerapan kurikulum baru ini masih mendapat respons negatif dari masyarakat terutama masyarakat pendidik dengan berbagai argumennya. Respons negatif masyarakat terhadap penerapan kurikulum baru ini sangat wajar karena melihat dari pengalaman-pengalaman yang lalu.  Penerapan kurikulum di Indonesia terkesan sudah tidak wajar lagi, tergesa-gesa dan bahkan persepsi masyarakat yang berkembang saat ini adalah ganti menteri ganti kurikulum.

Kalau memang tujuannya baik, maka pemerintah harus dapat membuktikan itu semua pada masyarakat karena yang diubah bukan seperti mengonversi minyak ke gas tetapi membentuk manusia yang kalau salah cetak maka akan berdampak sepanjang zaman.


Substansi Kurikulum 2013

Beberapa hal yang menjadi substansi kurikulum tersebut menyangkut standar isi, standar proses dan standar penilaian. Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran di tingkat SD bersifat tematik-integratif. Misalnya dalam satu tema mendiskripsikan tentang air, maka dalam materi pelajaran air tersebut ada mata pelajaran bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam dan mata pelajaran lain. Sementara di tingkat SMA penjurusan sosial dan pengetahuan alam diganti mata pelajaran pilihan. Siswa diberi ruang untuk memilih mata pelajaran yang disenangi. Sehingga tidak ada penjurusan IPA dan IPS. Dalam hal penilaian, guru dituntut tidak terfokus hanya pada penilaian kognitif tapi juga sikap dan keterampilan melalui observasi dan portofolio.

Akibat perubahan penilaian ini jika akan dilakukan maka akan menambah waktu jam belajar bagi siswa. Prinsip kurikulum ini dalam hal jam pelajaran akan ditambah, dan beberapa mata pelajaran akan dikurangi. Hal ini memang sudah banyak dilakukan di beberapa negara. Mereka menambah jam pelajaran dan mengurangi mata pelajaran, sehingga pendalaman dan waktu untuk mengeksplorasi kompetensi dasar pelajaran lebih mendalam.

Kurikulum yang diubah itu bukan mengganti semuanya, tetapi lebih pada penyempurnaan pada bagian-bagian tertentu. Seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dilaksanakan tahun 2004, yang kemudian diganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada 2006, dan selanjutnya diubah menjadi Kurikulum 2013.

Kalau dicermati ketiganya, sangat banyak persamaannya, terutama tekanannya pada penguasaan kompetensi dan pengaktifan siswa semaksimal mungkin dalam belajar. Masalah bagi guru dari pihak dunia pendidikan, khususnya guru dan peserta didik janganlah menjadi sebuah objek dari sebuah implementasi kurikulum. Kesiapan guru dalam setiap sebuah revisi kurikulum sangat diperlukan. Peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru sangat diperlukan untuk menyambut setiap kebijakan yang ada. Kreatifitas dan inovasi guru dalam setiap kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada pedoman kurikulum saat itu harus segera di tingkatkan. Perubahan jaman dan kebutuhan belajar peserta didik dari waktu ke waktu terus berbeda dan guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas dirinya agar tidak terlindas oleh jaman, dan peserta didik bukan lagi menjadi kelinci percobaan dari setiap implementasi kurikulum.

Entah apa pun nama dan misi dari sebuah kurikulum, harus dicermati lebih mendalam tentang latar belakang dan tujuannya. Sigap dan cermat akan lebih baik daripada mengeluh sepanjang waktu dan akhirnya menghambat sebuah program yang seharusnya dilaksanakan. Derita atau gembira tergantung dari mindset yang dibentuk oleh diri sendiri. Percaya dan yakin bahwa apa pun itu, kebijakan pendidikan yang disodorkan oleh pemerintah, tapi itulah yang dianggap terbaik saat itu.
Jika menurut sebagian praktisi pendidikan itu tidak baik, maka jadikanlah menjadi baik melalui kreatifitas dan inovasi yang dibentuk sendiri tanpa meninggalkan acuan kurikulum saat ini.(*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Banjiroleh : Jenda Bangun
09-Feb-2016, 19:24 WIB


 
  Banjir Meski air meluap namun warga tetap beraktivitas di pinggir Sungai Babura Padang Bulan Medan, Sumatera Utara, kemarin. Hujan deras yang terjadi menyebabkan sejumlah rumah di kota Medan terendam banjir luapan Sungai Deli, sungai Babura dan Sungai Sei Mencirim.(*)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 
Desa Wure dan Wisata Tuan Senhor 02 Feb 2016 17:57 WIB

 

 

 

 
Yuk, Kita Jadi Penulis! 29 Jan 2016 14:28 WIB


 

 
 

 

 
Confreria Reinha Rosari Larantuka 26 Jan 2016 09:33 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia