KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
EkonomiGubsu Minta Mobil Mewah Pakai Pertamina Dex oleh : Jenda Bangun
30-Aug-2014, 12:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Medan, Pasca normalisasi pasokan BBM, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujonugroho memantau langsung penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Pertamina Jalan KL Yosudarso, kemarin.

Gubsu juga mengimbau pengendara mobil mewah yang sedang mengantri mengisi BBM. Dengan ramah,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kucingku dan Gadisku 13 Aug 2014 15:52 WIB

PINTU 12 Aug 2014 14:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB

 

 
 
OPINI

Strategi Menulis Pidato Berkualitas
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Apr-2013, 00:23:17 WIB

KabarIndonesia - Tidak semua manusia dilahirkan untuk menjadi seorang yang pandai berbicara, piawai menyampaikan gagasan atau menjadi orator yang mampu menguasai audiens. Untuk menjadi seorang pejabat publik juga tidaklah dipersyaratkan harus mampu berpidato. Namun sangat wajar bila seorang pejabat mampu menulis  dan  membacakan pidato sebab dalam hal berpidato, seseorang dapat belajar seiring dengan pergaulan dengan sesama pejabat atau seniornya.

Sangat sedikit pejabat yang selalu siap dan mampu berpidato secara spontan atau tanpa teks atau yang lazim disebut impromtu. Pejabat seperti ini memang tidak terlalu membebani stafnya untuk membuat pidato tertulis. Namun harus diingat bahwa sudah menjadi keharusan bagi seorang pejabat publik mempersiapkan pidato tertulis. Pidato tertulis untuk keperluan dokumentasi bagi organisasinya, bahan evaluasi kerja, dan yang tidak boleh diabaikan copy-annya  sebagai bahan berita buat media massa.

Buat saya, pejabat yang demikian pantas diacungi jempol.  Namun perlu dingatkan agar jangan terlalu percaya diri. Sangat besar kemungkinan  pejabatnya bisa salah berpidato, misalnya salah menyampaikan, salah baca, salah data, melompat-lompat, tidak sesuai dengan tema, atau lebih bersifat subjektif. Pidato tanpa teks sering mudah dilupakan oleh audiens. Selain itu pejabat yang suka berpidato tanpa teks tidak memberi manfaat dalam pembinaan terhadap staf, menyebabkan akan makin sedikit staf yang mampu menulis pidato.


Kenapa Terjadi Kesalahan Dalam Pidato?

Menurut pengamatan saya, di negeri kita tercinta ini, kebanyakan pidato pejabat masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Terutama (maaf), bila pejabat publik (Pimpinan Daerah) bukan dari kalangan birokrat, tingkat pendidikan masih rendah atau tidak memiliki latar belakang pendidikan pemerintahan umum. Patut diingat dan dipahami bahwa berbicara, berpidato, menyampaikan gagasan, ide, sambutan adalah juga menggambarkan  kualitas dan kepribadian seseorang. 

Kekurangan dan kelemahan pidato pejabat antara lain: panjang, bertele-tele, tidak fokus, tidak faktual, tidak runut, tidak mengalir seperti air, cara dan gaya penyampaiannya tidak mantap, malah membingungkan. Pidato seakan-akan hanya sekedar untuk memenuhi acara atau  menyenangkan hati  pendengarnya dan penyelenggara acara. Selain itu kelemahan lainnya, para pejabat publik tidak menyadari bahwa apa yang dipidatokan adalah sebuah pernyataan, janji untuk direalisasikan. Audiens mencatatnya dan menunggu realisasinya. Terkadang kita akan mendengar peserta acara nyeletuk: "Ahhh omong doang.  Dia nggak ngerti apa yang dikatakannya, dia sudah pernah katakan itu, janji-janji saja."

Selama lebih dari sepuluh tahun sebagai penulis pidato Kepala Daerah. saya selalu mencermati dan melakukan evaluasi terhadap pidato yang disusun dan dibacakan pada suatu acara atau kegiatan. Kesalahan dalam pidato itu dapat terjadi tidak semata-mata dilakukan oleh pembuat atau penulis pidato, tetapi juga oleh pejabat yang membacakan pidato,  top manager, pejabat yang berwenang untuk menetapkan keputusan dan kebijakan.

Dalam pemahaman saya, terjadinya kesalahan dalam naskah pidato diakibatkan dua faktor, yakni faktor internal dari pribadi penulis pidato dan faktor eksternal dari pimpinan pembaca pidato dan pimpinan unit penyelenggara acara. 


Faktor Internal

Mengenai faktor internal ini, yang pertama, penulis pidato seharusnya memahami pengertian pidato, yakni kegiatan berbicara dengan susunan yang baik di depan umum (orang banyak) dalam situasi dan waktu tertentu, untuk tujuan tertentu menyampaikan pendapat, pandangan, ide, gagasan dan pikiran atau memberi gambaran dan penjelasan tentang sesuatu hal. Dengan memahami definisi tersebut, penulis pidato akan dapat menggambarkan dalam pikirannya hal-hal apa yang akan dituliskan untuk dibacakan, sesuai dengan status pejabat yang akan membacakannya.

Kedua, penulis tidak memiliki persiapan waktu, tidak dalam keadaan sehat dan ‘fresh' untuk menulis pidato.  Perintah untuk mempersiapkan pidato diterima pada waktu yang mendesak, maka si penulis pidatopun akan tergesa-gesa untuk menyelesaikannya secara baik atau sempurna. Biasanya kondisi pribadi yang dihadapi penulis saat menulis pidato tersebut akan tergambar pada keseluruhan isi pidato. Misalnya, kesalahan dalam cara penulisan kata, rangkaian kalimat, tanda-tanda baca, tata bahasa, data dan informasi, dan bisa terjadi secara keseluruhan pidato itu tanpa makna, tanpa maksud dan manfaat yang berarti.


Faktor Eksternal

Adapun faktor eksternal adalah yang berasal dari pejabat atau pimpinan (pembaca pidato). Sudah seharusnya seorang pimpinan  lebih bertanggung jawab atas isi pidatonya. Dialah top manager yang akan membacakan teks pidato dan sudah barang tentu menanggungjawabi isi pidato.  Penulis pidato untuk dapat menulis, harus menganggap diri sebagai seorang pejabat. Sangat tidak etis bila seorang pejabat menimpakan kesalahan terhadap penulis pidato, dengan mengatakan di depan khalayak: "Baiklah saya membacakan pidato yang dipersiapkan oleh staf." Jika itu terjadi, maka sesungguhnya pejabat tersebut tidak layak atau mungkin tidak kompeten.  Pejabat seperti ini akan akan menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan menjadi beban bagi penulis pidato. 

Faktor yang menimbulkan kesalahan dalam pidato biasa terjadi pada saat naskah diserahkan dalam bentuk draft atau konsep (ditulis dengan mesin tik atau komputer) yang membutuhkan pengawasan dan editing.  Pada tahap ini pimpinan mengoreksi pidato dari segi bahasa, tata cara penulisan, data dan informasi, maksud dan tujuan pidato, termasuk gaya bahasa yang dipakai. Kesalahan dapat terjadi  ketika menyampaikan atau membacakan pidato.  Seorang pejabat bila berbicara di hadapan umum harus memahami etika, tata cara menyampaikan pidato dan menguasai situasi dan kondisi acara. Pengetahuan bahasa dan kemampuan membaca seorang pejabat juga harus menjadi pertimbangan bagi seorang penulis pidato.    


Pidato yang Berkualitas

Tidak ada ukuran yang pasti untuk menyebut sebuah pidato sempurna dan berkualitas karena pidato tidak berada pada ruang kosong tanpa pengaruh, terutama pidato pejabat publik yang harus tertulis dan dibaca (disampaikan dalam bahasa lisan). Ada banyak jenis dan tinjauan terhadap pidato, antara lain berdasarkan bentuk atau sifat acara, ruang lingkup acara, ada tidaknya persiapan naskah, dan tujuan pidato.  Sedangkan berdasarkan isi pidato adalah gaya dan bahasa pidato, serta siapa yang membacakan naskah.

Pidato yang berkualitas adalah produk dari tahapan atau proses untuk sampai pada layak dibacakan atau dipidatokan, yakni tahap persiapan, tahap penulisan konsep, tahap editing oleh si penulis, tahap dibaca dan dibedah oleh atasan, selanjutnya oleh pejabat tertinggi sebagai pengawasan atau editing terakhir, hingga konsep menjadi sebuah pidato yang definitif, siap dan layak dibacakan.   

Kesempurnaan pidato dapat dilihat dari  kerangka penulisannya meliputi bagian pembukaan (salam pembuka, ucapan syukur, ucapan terimakasih, apresiasi, tujuan acara), bagian isi (gagasan, ide, pandangan, pendapat, instruksi, himbauan dan pemahaman atas tema acara, serta hal-hal yang hendak dicapai), bagian penutup (kesimpulan, ajakan, harapan, permintaan maaf, salam penutup).

Hal yang patut diperhatikan, pidato harus  mampu menginformasikan, menjelaskan apa yang menjadi maksud, tujuan, sasaran dari acara digelar, sehingga pendengar merasakan manfaat mengikuti dan mendengarnya. Perlu juga diwaspadai saat yang tepat untuk menyampaikan pidato dan suasana yang berkembang di sebuah acara. Saat menjelang istirahat, saat untuk makan, dan lain sebagainya.  Boleh jadi audiens akan meninggalkan acara atau tidak mengikuti rangkaian acara apabila mereka lapar,  merasa  tidak memperoleh manfaat atau mungkin sudah pernah mendengarnya tetapi tidak ada tindak lanjut.      

Dengan demikian, strategi  menulis atau mempersiapkan pidato yang berkualitas adalah bagaimana seorang penulis menggunakan peran manajemen.  Dalam pengertian umum manajemen adalah proses dan seni pengaturan sesuatu  kegiatan agar berlangsung secara berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai sasaran. Maka manajemen penulisan pidato adalah berkaitan dengan pengaturan atas kegiatan mempersiapkan pidato (tulisan dan lisan). Sebagai sebuah proses, maka menulis pidato harus diatur mengikuti proses manajemen, yakni perencanaan, pengorganisasi, pelaksanaan dan pengawasan. Yang pasti, manajemen pidato bisa mengatasi dan meminimalkan kesalahan pada penulisan pidato. (*)



Penulis: PNS di Sumatera Utara, peserta pelatihan menulis online HOKI (PMOH), Kelas Umum, Tajar V, Angkatan V, 2013: www.pelatihanmenulis.com 
    

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Bendera HUT RI-69oleh : Gholib
22-Aug-2014, 08:56 WIB


 
  Upacara Bendera HUT RI-69 Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, 17 Agustus 2014, puluhan anggota pecinta kereta api dan pegawai PT. KAI melakukan upacara bendera di pelataran gedung Lawang Sewu Semarang, Jateng, dengan memakai baju dan atribut pejuang tempo dulu.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
KSPI Tolak Kenaikan BBM 29 Aug 2014 10:55 WIB


 

 

 

 
Perang Bintang di MILO Camp 29 Aug 2014 10:57 WIB


 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Ajang Kreatif dan Inovatif 20 Aug 2014 18:54 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia