KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBlunder (Sang Buruh) Menteri Tedjo oleh : Arief Rahmat Piliang
23-Feb-2015, 10:52 WIB


 
  KabarIndonesia - Pernyataan Menkopolhukam, Tedjo Edhi Purdijanto, kian hari kian blunder. Setelah sebelumnya menyebut KPK didukung rakyat tak jelas, kini Tedjo memasuki ranah buruh. Ancaman pegawai KPK untuk mogok jika seluruh pimpinannya ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri, direspon Tedjo dengan jawaban
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Pejuang Hidup 25 Feb 2015 20:38 WIB

Benarkah? 23 Feb 2015 10:55 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 
Kisah Memilukan Sang Penjual Tebu 17 Feb 2015 14:12 WIB

 
 
OPINI

Menyelesaikan Permasalahan Masyarakat dan Bangsa Indonesia
Oleh : Yunus | 21-Nov-2013, 22:26:30 WIB

KabarIndonesia - Indonesia merupakan negara kesatuan yang besar, terdiri atas ribuan suku bangsa dengan kekayaan dan keindahan alam yang patut kita syukuri dan jaga kelestariannya. Kemampuan bangsa yang berdaya saing tinggi adalah sebuah kunci untuk membangun kemandirian bangsa.

Daya saing yang tinggi, akan menjadikan bangsa ini siap menghadapi tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Kemandirian suatu bangsa akan tercermin pada generasi penerus yang sehat, SDM yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan. Sehingga terbentuk kemandirian aparatur pemerintahan yang solid, pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri semakin kukuh, serta kemampuan memenuhi sendiri kebutuhan pangan tanpa impor bahan pangan.

Kemandirian bangsa Indonesia masih terkendala oleh kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah kompleks bangsa saat ini. Pemenuhan kebutuhan pangan yang layak dan memenuhi persyaratan gizi masih menjadi persoalan bagi masyarakat miskin.

Rendahnya kemampuan daya beli merupakan persoalan utama bagi masyarakat miskin. Sedangkan permasalahan ketersediaan pangan yang merata dengan harga terjangkau masih sulit terlaksana. Hal ini tidak terlepas dari ketergantungan yang tinggi terhadap impor bahan pangan yang merata dengan harga terjangkau masih sulit terlaksana dan kurangnya upaya diversifikasi pangan. Sementara itu permasalahan pada tingkat petani sebagai produsen, berkaitan dengan belum efisiennya proses produksi pangan, serta rendahnya harga jual yang diterima.

Krisis ekonomi yang terjadi tahun 1997 sangat berimbas hingga sekarang. Meskipun pemerintah sedang memperbaiki perekonomian saat ini, tetapi itu belum dapat menjamin masyarakat yang miskin akan sejahtera.

Pemberantasan kemiskinan dan pembangunan tidak merata di seluruh tanah air, menjadi potret keadaan bangsa kita saat ini. Kemiskinan menjadi support meningginya kasus kurang gizi bahkan kematian bayi, ibu hamil dan melahirkan. Hal ini disebabkan karena standar kehidupan mereka yang tidak memadai.

Data UNICEF tahun 2006 menunjukkan penderita gizi buruk pada anak meningkat jumlahnya dari 1,8 juta jiwa pada tahun 2005, meningkat menjadi 2,3 juta jiwa pada tahun 2006. Data ini menggambarkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Indonesia saat ini masih banyak di bawah garis kemiskinan.

Kekurangan gizi pada anak disebabkan karena asupan makanan kurang sehingga mudah terkena penyakit. Dampaknya, tubuh anak akan mengalami keseimbangan negatif, berat badan akan kurang dari berat badan ideal. Ketika kekurangan gizi terus terjadi pada usia sekolah dan masa remaja mengakibatkan gangguan pertumbuhan, produktivitas menurun, dan tingkat kecerdasan yang rendah.

Generasi muda demikian, jelas akan menghambat sekaligus menjadi beban pembangunan bangsa. Jika dibiarkan, kedepannya akan muncul rantai generasi produktif yang hilang.

Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah bangsa saat ini adalah memperkecil kesenjangan sosial masyarakatnya. Jurang pemisah antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin di negeri ini sangat lebar.

Kesenjangan sosial dapat diperkecil dengan pembangunan infrastruktur yang merata di Tanah Air, baik di antara kelompok masyarakat, di antara kota-kota, maupun di antara daerah-daerah.

Pembangunan infrastruktur mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan mobilitas dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga memiliki keuntungan bersama, dimana masyarakat miskin akan memiliki penghasilan dan pekerjaan yang memadai, dan masyarakat kaya dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan investasi untuk tujuan bersama yakni kemandirian bangsa.  

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sisi Lain Wilayah Perbatasanoleh : Ibnu Hafidz
21-Feb-2015, 05:52 WIB


 
  Sisi Lain Wilayah Perbatasan Dua orang pengunjung tengah asyik menikmati suasana waduk Cirata, Kamis, 19/2/2015. Waduk Cirata berada di tiga daerah: Purwakarta, Bandung, dan Cianjur. Tempat ini merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah 62 KM2. Biasanya para
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia