KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan Juli 2014 Kategori Berita Artikel oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Jul-2014, 06:01 WIB


 
 
Top Reporter Bulan Juli 2014 Kategori Berita Artikel
KabarIndonesia - Pada bulan Juli 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Rio Anggoro sebagai Top
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

Kenangan 15 Jul 2014 22:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB


 
 
OPINI

Menyelesaikan Permasalahan Masyarakat dan Bangsa Indonesia
Oleh : Yunus | 21-Nov-2013, 22:26:30 WIB

KabarIndonesia - Indonesia merupakan negara kesatuan yang besar, terdiri atas ribuan suku bangsa dengan kekayaan dan keindahan alam yang patut kita syukuri dan jaga kelestariannya. Kemampuan bangsa yang berdaya saing tinggi adalah sebuah kunci untuk membangun kemandirian bangsa.

Daya saing yang tinggi, akan menjadikan bangsa ini siap menghadapi tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Kemandirian suatu bangsa akan tercermin pada generasi penerus yang sehat, SDM yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan. Sehingga terbentuk kemandirian aparatur pemerintahan yang solid, pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri semakin kukuh, serta kemampuan memenuhi sendiri kebutuhan pangan tanpa impor bahan pangan.

Kemandirian bangsa Indonesia masih terkendala oleh kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah kompleks bangsa saat ini. Pemenuhan kebutuhan pangan yang layak dan memenuhi persyaratan gizi masih menjadi persoalan bagi masyarakat miskin.

Rendahnya kemampuan daya beli merupakan persoalan utama bagi masyarakat miskin. Sedangkan permasalahan ketersediaan pangan yang merata dengan harga terjangkau masih sulit terlaksana. Hal ini tidak terlepas dari ketergantungan yang tinggi terhadap impor bahan pangan yang merata dengan harga terjangkau masih sulit terlaksana dan kurangnya upaya diversifikasi pangan. Sementara itu permasalahan pada tingkat petani sebagai produsen, berkaitan dengan belum efisiennya proses produksi pangan, serta rendahnya harga jual yang diterima.

Krisis ekonomi yang terjadi tahun 1997 sangat berimbas hingga sekarang. Meskipun pemerintah sedang memperbaiki perekonomian saat ini, tetapi itu belum dapat menjamin masyarakat yang miskin akan sejahtera.

Pemberantasan kemiskinan dan pembangunan tidak merata di seluruh tanah air, menjadi potret keadaan bangsa kita saat ini. Kemiskinan menjadi support meningginya kasus kurang gizi bahkan kematian bayi, ibu hamil dan melahirkan. Hal ini disebabkan karena standar kehidupan mereka yang tidak memadai.

Data UNICEF tahun 2006 menunjukkan penderita gizi buruk pada anak meningkat jumlahnya dari 1,8 juta jiwa pada tahun 2005, meningkat menjadi 2,3 juta jiwa pada tahun 2006. Data ini menggambarkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Indonesia saat ini masih banyak di bawah garis kemiskinan.

Kekurangan gizi pada anak disebabkan karena asupan makanan kurang sehingga mudah terkena penyakit. Dampaknya, tubuh anak akan mengalami keseimbangan negatif, berat badan akan kurang dari berat badan ideal. Ketika kekurangan gizi terus terjadi pada usia sekolah dan masa remaja mengakibatkan gangguan pertumbuhan, produktivitas menurun, dan tingkat kecerdasan yang rendah.

Generasi muda demikian, jelas akan menghambat sekaligus menjadi beban pembangunan bangsa. Jika dibiarkan, kedepannya akan muncul rantai generasi produktif yang hilang.

Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah bangsa saat ini adalah memperkecil kesenjangan sosial masyarakatnya. Jurang pemisah antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin di negeri ini sangat lebar.

Kesenjangan sosial dapat diperkecil dengan pembangunan infrastruktur yang merata di Tanah Air, baik di antara kelompok masyarakat, di antara kota-kota, maupun di antara daerah-daerah.

Pembangunan infrastruktur mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan mobilitas dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga memiliki keuntungan bersama, dimana masyarakat miskin akan memiliki penghasilan dan pekerjaan yang memadai, dan masyarakat kaya dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan investasi untuk tujuan bersama yakni kemandirian bangsa.  

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pasmar-2 Marinir Gelar Latihan Pengendalian Demonstrasi Massaoleh : Dispen Kormar
18-Jul-2014, 21:20 WIB


 
  Pasmar-2 Marinir Gelar Latihan Pengendalian Demonstrasi Massa Dalam rangka memelihara kesiapsiagaan pasukan yang akan diterjunkan dalam proses pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang pada 22 Juli mendatang memasuki tahap rekapitulasi suara di KPU, satu Satuan Setingkat Batalyon (SSY) pasukan siaga Pam Pilpers Pasmar-2 Marinir menggelar Latihan penanggulangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia