KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalSusi Pudjiastuti, Sosok Kontraversi Namun Sarat Prestasi oleh : Badiyo
31-Okt-2014, 14:31 WIB


 
 
Susi Pudjiastuti, Sosok Kontraversi Namun Sarat Prestasi
KabarIndonesia - Usai pengumuman Kabinet Kerja Jokowi-JK, ada satu sosok menteri yang menjadi sorotan dan perhatian publik dan ramai diperbincangkan masyarakat. Sosok itu tak lain adalah Susi Pudjiastuti yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Kajati Kalteng Kunjungi Katingan 30 Okt 2014 19:41 WIB


 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Menyelesaikan Permasalahan Masyarakat dan Bangsa Indonesia
Oleh : Yunus | 21-Nov-2013, 22:26:30 WIB

KabarIndonesia - Indonesia merupakan negara kesatuan yang besar, terdiri atas ribuan suku bangsa dengan kekayaan dan keindahan alam yang patut kita syukuri dan jaga kelestariannya. Kemampuan bangsa yang berdaya saing tinggi adalah sebuah kunci untuk membangun kemandirian bangsa.

Daya saing yang tinggi, akan menjadikan bangsa ini siap menghadapi tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Kemandirian suatu bangsa akan tercermin pada generasi penerus yang sehat, SDM yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan. Sehingga terbentuk kemandirian aparatur pemerintahan yang solid, pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri semakin kukuh, serta kemampuan memenuhi sendiri kebutuhan pangan tanpa impor bahan pangan.

Kemandirian bangsa Indonesia masih terkendala oleh kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah kompleks bangsa saat ini. Pemenuhan kebutuhan pangan yang layak dan memenuhi persyaratan gizi masih menjadi persoalan bagi masyarakat miskin.

Rendahnya kemampuan daya beli merupakan persoalan utama bagi masyarakat miskin. Sedangkan permasalahan ketersediaan pangan yang merata dengan harga terjangkau masih sulit terlaksana. Hal ini tidak terlepas dari ketergantungan yang tinggi terhadap impor bahan pangan yang merata dengan harga terjangkau masih sulit terlaksana dan kurangnya upaya diversifikasi pangan. Sementara itu permasalahan pada tingkat petani sebagai produsen, berkaitan dengan belum efisiennya proses produksi pangan, serta rendahnya harga jual yang diterima.

Krisis ekonomi yang terjadi tahun 1997 sangat berimbas hingga sekarang. Meskipun pemerintah sedang memperbaiki perekonomian saat ini, tetapi itu belum dapat menjamin masyarakat yang miskin akan sejahtera.

Pemberantasan kemiskinan dan pembangunan tidak merata di seluruh tanah air, menjadi potret keadaan bangsa kita saat ini. Kemiskinan menjadi support meningginya kasus kurang gizi bahkan kematian bayi, ibu hamil dan melahirkan. Hal ini disebabkan karena standar kehidupan mereka yang tidak memadai.

Data UNICEF tahun 2006 menunjukkan penderita gizi buruk pada anak meningkat jumlahnya dari 1,8 juta jiwa pada tahun 2005, meningkat menjadi 2,3 juta jiwa pada tahun 2006. Data ini menggambarkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Indonesia saat ini masih banyak di bawah garis kemiskinan.

Kekurangan gizi pada anak disebabkan karena asupan makanan kurang sehingga mudah terkena penyakit. Dampaknya, tubuh anak akan mengalami keseimbangan negatif, berat badan akan kurang dari berat badan ideal. Ketika kekurangan gizi terus terjadi pada usia sekolah dan masa remaja mengakibatkan gangguan pertumbuhan, produktivitas menurun, dan tingkat kecerdasan yang rendah.

Generasi muda demikian, jelas akan menghambat sekaligus menjadi beban pembangunan bangsa. Jika dibiarkan, kedepannya akan muncul rantai generasi produktif yang hilang.

Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah bangsa saat ini adalah memperkecil kesenjangan sosial masyarakatnya. Jurang pemisah antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin di negeri ini sangat lebar.

Kesenjangan sosial dapat diperkecil dengan pembangunan infrastruktur yang merata di Tanah Air, baik di antara kelompok masyarakat, di antara kota-kota, maupun di antara daerah-daerah.

Pembangunan infrastruktur mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan mobilitas dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga memiliki keuntungan bersama, dimana masyarakat miskin akan memiliki penghasilan dan pekerjaan yang memadai, dan masyarakat kaya dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan investasi untuk tujuan bersama yakni kemandirian bangsa.  

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 
We Do What We Can Do 30 Okt 2014 09:35 WIB

 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB

 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia