KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
OPINI

"LOMBA TULIS" : BERIBADAH MELALUI JURNALIS WARGA
Oleh : Js Kamdhi | 15-Des-2010, 23:42:53 WIB

“Aku  tidak habis mengerti  bagaimana kerja Geogle. Sungguh, pikiranku tak mampu memahaminya. Rasa kagum, penasaran, terkesan hingga kini tetap saja melekat erat. Betapa tidak? Apa pun yang aku lakukan seketika terekam. Seolah menjadi jejak langkah dan pergumulan hidupku.

Bila aku ‘search geogle’ aku dapat melihat apa yang telah aku lakukan.  Entah tulisan di majalah, surat kabar, buku maupun kegiatan berceramah dalam suatu seminar dengan cepat melekat dalam namaku. Demikian halnya apa yang orang lain lakukan dan katakan tentang aku.Apa pun kata orang,  pendapat orang, bahkan hanya menyebut namaku, seketika melekat dalam namaku. Aku menjadi tahu buku-buku yang pernah aku tulis dipakai oleh siapa saja, tersimpan di sekolah, perpustakaan, perguruan tinggi atau bahkan dalam karya ilmiah entah skripsi, tesis dan desertasi. Tidak hanya itu berapa orang yang telah melihat tulisanku, men=download. Bahkan berates orang menggunakan namaku untuk situs-situs mereka. Begitu aku meng-upload 15 dokumen di docstoc.com, jejaring semakin luas. Tidak hanya sebatas dari Sabang-Merauke tetapi merambah di pelosok dunia.

Apa kata orang dan komentar orang entah di Asia, Eropa, Australia, Amerika seketika melekat dalam namaku. Seolah, geogle mengikuti ke mana pun aku pergi. Seolah geogle merekam apa yang aku ‘omongkan’ dan orang lain ‘omongkan tentang aku’. Seolah mengcopy  yang aku tuliskan dan orang tulis tentang aku. Seolah, aku tinggal di rumah kaca yang tak bisa terhindar dan menghindar. Memang, aku pun beruntung, seketika aku bisa melihat sejauh mana aku berbuat selaras dengan penghayatan tentang  hidup, berkarya, bermasyarakat, berbangsa, bernegara, mendunia.”

Itulah yang aku tuliskan dalam refleksi hidup dengan judul Rumah Kaca. Pada era global konteks hidup dan paradigm hidup berubah total. Saya tidak bisa lagi berpikir-bertindak secara parsial-lokal-regional-nasional tetapi ke ranah universal.

Apalagi, ada 70 negara yang telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pilihan pembelajaran di sekolah sehinnga tulisan-tulisan saya yang menggunakan bahasa Indonesia pun dapat diakses-dicernah-dipahami-dimengerti. Apalagi geogle juga menyediakan akses penerjemahan.

Sejak saya mengawali menulis di media massa cetak, tahun 1975, saya menyadari bahwa tulisan saya adalah pergumulan hidup saya. Tulisan saya adalah pengalaman hidup saya. Tulisan saya adalah perwujudan integritas-kecerdasan-kepribadian-religiositas saya. Saya sangat yakin dengan menulis: buku, karya ilmiah, cerpen, novel, drama, refleksi, artikel, esai saya berbagi pengalaman.

Saya berbagi cara pandang mengenai hidup dan kehidupan. Saya berbagi bagaimana mensyukuri anugerah dan talenta yang Tuhan berikan. Saya berbagi bagaimana saya bergumul dan mengolah hidup dan kehidupan. Sejak saya berkenalan dengan jurnalisme warga saya pun memperluas jejaring. Artinya, tidak sebatas pada media cetak, tetapi merambah on line.

Maka, saya mencoba masuk ke New York Time, Canada Post, Radio Belanda sekadar menyebut beberapa media manca Negara. Sedang dalam negeri saya mencoba bergabung dengan Kompas Forum, Yogya Post, Kedaulatan Rakyat On line, Satu untuk Semua SCTV, dan tentu saja Kabar Indonesia..

Keikut sertaan saya, selama ini, bukan ingin mencari popularitas atau sok intelek, tetapi demi ‘filosofi hidup” yang saya hayati: I heve a dream, so I must do and  give the best. Saya memiliki kerinduan, maka saya berbuat dan memberikan yang terbaik. Artinya, tulisan-tulisan, buku-karya ilmiah-puisi-cerpen-novel-drama-artikel-esai menjadi ibadah saya. Menjadi ungkapan syukur pada Tuhan atas talenta yang Tuhan berikan pada saya.

Oleh karena menulis merupakan ibadah saya pada Tuhan yang telah memberi talenta dalam tulis-menulis, saya pun mengikuti Lomba Tulis HOKI 2010 ini. Inilah ibadah saya. Dan, mudah-mudahan menginspirasi rekan-rekan muda bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan demi masyasrakat-bangsa-negara melalui tulisan sebagai jurnalis warga. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//



   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia