KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Aksi Teror Musuh yang Harus Dibasmi Hingga ke Akarnya
Oleh : Iin Suwandi | 14-Jul-2017, 13:01:56 WIB

KabarIndonesia - Belakangan ini kita dikejutkan dengan beberapa kejadian aksi teror mulai dari bom Kampung Melayu Jakarta Timur, penikaman anggota polisi yang sedang berjaga di Mapolda Sumatera Utara dan yang terakhir adalah kasus penikaman anggota Brimob dalam Masjid Falatehan Blok M Jakarta Selatan. Semua kasus tersebut merupakan bentuk teror yang tak terduga kapan dan dimana. Yang jelas aparat  harus siaga 24 jam dalam mengantisipasi aksi teror yang merupakan momok menakutkan.

Kita perlu apresiasi apa yang pernah dikatakan oleh Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, bahwa aksi teror sekarang ini bisa terjadi setiap saat dan di mana saja. "Aksi terorisme sekarang ini tidak mengenal tempat, agama dan waktu. Mesjid, gereja, hotel, perkantoran dan markas kepolisian pun sudah menjadi target serangan." sebutnya.
                
Hal itu berarti Kodam XVI/Pattimura sudah siap antisipasi kemungkinan adanya penyebaran teror dengan melakukan serangan mendadak yang dapat merugikan rakyat dan bangsa Indonesia. Apalagi kita ketahui bersama bahwa wilayah tanggung jawab Kodam XVI/Pattimura didominasi perairan. Bukan tidak mungkin para teroris juga mengincar instansi militer sebagai sasaran serangannya.
                
Tidak mengherankan jika aparat seperti TNI, salah satunya Kodam XVI/Pattimura selalu meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dan cegah dini. Untuk antisipasi teror dalam masyarakat TNI tidak akan mengalami kesulitan. TNI dapat memberdayakan Intel/ Teritorial dan mitranya serta masyarakat. Dengan adanya peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh TNI mulai dari pangkalan, kemudian memaksimalkan petugas dinas dalam, evaluasi masalah lingkungan asrama, pintu-pintu masuk dan sistem keamanannya, maka ruang gerak teror akan dapat diminimalisir.                   

Kita patut bersyukur karena  secara umum perayaan Idul Fitri 1438 H berlangsung aman dan kondusif. Namun demikian, ada catatan penting yang harus menjadi perhatian bersama yaitu peristiwa penyerangan terhadap Pos Penjagaan Markas Polda Sumatera Utara di Medan. Sekelompok orang penyerang, pada dini hari menjelang hari raya mengakibatkan gugurnya satu orang polisi dan satu orang pelaku penyerangan. Kemudian, teror di Polsek Bolo, Bima, NTB, oleh OTK  yang meninggalkan tiga busur panah dan satu ketapel. Satu hari kemudian, aksi ancaman dan penyerangan juga terjadi di Pos Penjagaan Polres Dompu, namun pelaku dapat ditangkap.

Dengan beberapa peristiwa tersebut, terorisme kian jelas menjadi momok bagi peradaban modern. Sifat tindakan, pelaku, tujuan strategis, motivasi, hasil yang diharapkan serta dicapai, target-target serta metode terorisme kini semakin luas dan bervariasi. Semakin jelas bahwa teror bukan merupakan bentuk kejahatan kekerasan destruktif biasa, melainkan sudah merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia (crimes against peace and security of mankind).

Dalam rangka mencegah dan memerangi terorisme tersebut, masyarakat internasional maupun regional serta pelbagai negara telah berusaha membuat kebijakan kriminal (criminal policy) secara istematik dan komprehensif untuk melawan perbuatan yang dikategorikan sebagai terorisme.
 
Oleh karenanya kita berharap apa yang sudah dilakukan oleh TNI khususnya Kodam XVI/Pattimura  mengajak seluruh prajuritnya untuk lebih memaksimalkan deteksi dini terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di wilayahnya. Yang paling penting adalah seluruh masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menanggulagi terorisme.

Setelah kepolisian, bukan tidak mungkin ke depan aparat lainnya seperti TNI, masyarakat sipil dan siapapun menjadi sasarannya. Kata pepatah siap payung sebelum hujan, artinya sebelum kejadian seluruh elemen termasuk TNI sudah siap antisipasi kemungkinan yang paling buruk terjadi. Sejak dini harus dilakukan tindakan sehingga teroris tidak lagi memiliki ruang gerak untuk menjalankan aksi brutalnya.(*)    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Modeloleh : Rohmah Sugiarti
24-Jul-2017, 06:03 WIB


 
  Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Model Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) menandatangani prasasti Desa Sejahtera Mandiri untuk Kampung Berseri Astra Keputih didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia