KabarIndonesia - Nama Lita Tamzil semakin banyak dibicarakan setelah buku pertamanya "Belajar Gaul,Jadi Manusia Unggul" terbit. Buku setebal 218 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, merupakan bukti kesuksesan Lita Tamzil, yang atas prakarsa suaminya, Paulus Tamzil,
Awas, Komunis Masih Ada! | HOKI | Harian Online KabarIndonesia
OPINI
Awas, Komunis Masih Ada! Oleh : Aulia Asep Ralla | 04-Feb-2009, 00:43:15 WIB
KabarIndonesia - Atas kekejaman PKI, maka pemerintah mengeluarkan Tap MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang larangan ajaran komunis beredar di Indonesia, namun kenyataannya sampai saat ini Tap MPRS tersebut tidak diindahkan oleh mereka. Buktinya, di bulan September itu selalu ada isu tentang kebangkitan kembali PKI, seperti terjadi penangkapan oleh aparat keamanan terhadap warga yang menjual kaos berlambang PKI, yaitu palu arit di Bogor, penyiksaan terhadap mahasiswa Trisakti oleh sekelompok orang yang menggunakan atribut PKI, dan laporan dari keluarga mantan Presiden Soekarno atas terbitnya buku Soekarno File karangan ilmuwan Belanda Antonie CD Dake terbitan PT. Aksara Kurnia yang dianggap oleh keluarga Soekarno sebagai pemutarbalikan fakta sejarah yang dapat mencemarkan nama baik Soekarno.
Dalam upaya perjuangan jangka panjangnya, PKI telah berusaha menghapuskan keterlibatannya dalam peristiwa pengkhianatan dan pemberontakan pada tahun 1965 di daerah-daerah. Operasi kebohongan-kebohongan telah dimulai sejak perencanaan konsep G.30.S oleh polit biro CC PKI. Apalagi gerakan ini gagal, maka PKI sebagai partai tidak terlibat atau cuci tangan, dan pada saat yang tepat akan balik menuduh, bahwa peristiwa berdarah itu terjadi sebagai akibat dari persoalan yang terjadi di dalam tubuh TNI-AD.
Hal ini sekarang mereka buktikan dengan membentuk Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 (YPKP 1965-1966). Kegiatan YPKP 1965-1966 saat ini melakukan rapat-rapat tertutup, seperti baru-baru ini dengan PAKORBA melaksanakan rapat di Tangerang, mereka membahas untuk membongkar kebohongan sejarah tahun 1965-1966, pelanggaran HAM oleh Orba dan TNI-AD pimpinan Soeharto. Menolak Pancasila sebagai dasar Negara. Selain itu, mereka menuntut pencabutan Tap MPRS Nomor 25 dan UUD 45 pasal 32 dan pasal 33, pelurusan sejarah peristiwa 1965, serta penegakkan demokrasi.
Di bidang ekonomi, mereka mengembangkan peternakan sapi di Malang dan peternakan unggas di Pamanukan, Subang. Semua kegiatannya mendapat dukungan dana dari NGO luar negeri dan hibah dari yayasan Tifa, HOM dan HIFOS.
Pengaburan fakta sejarah ini dimaksudkan agar terjadi disinformasi sejarah terhadap generasi muda, sehingga akan menimbulkan keraguan, dan pada akhirnya ada perbedaan persepsi antara generasi yang mengalami dan generasi yang tidak mengalami peristiwa G.30.S/PKI. Ini sangat berbahaya, generasi muda bangsa akan terbawa dan terhanyut oleh opini-opini yang diciptakan oleh kaum komunis dalam perjuangan jangka panjangnya. Sementara tidak ada lagi reaksi dari masyarakat karena pada umumnya sudah lupa atau bahkan tidak tahu lagi kejadian yang sebenarnya, sehingga tidak lagi peduli. Oleh sebab itu seluruh lapisan masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebaran ajaran komunis.
Sejumlah turis asing dan lokal tidak menghiraukan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mengatasi permasalahan sampah kiriman tersebut agar tidak merusak citra pariwisata Pulau Bali. Peran serta semua elemen