KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaPeran Serta Ita Siregar dalam Mengembangkan Dunia Sastra Kristen di Indonesia oleh : Fida Abbott
13-Feb-2018, 23:22 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berkenalan dengan sosok Ita Siregar beberapa tahun lalu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Saya bertemu dengannya lewat salah satu media sosial terbesar di dunia, yaitu facebook, melalui sebuah grup penulisan. Facebook memungkinkan siapa pun berkenalan dengan mudah walau
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Beratnya Menghormati dan Bertoleransi

 
OPINI

Beratnya Menghormati dan Bertoleransi
Oleh : Fida Abbott | 16-Jul-2016, 11:45:33 WIB

KabarIndonesia - Idul Fitri sudah lewat. Saya yakin dari minggu lalu sudah banyak pemudik yang kembali ke rumah masing-masing. Lain halnya di Pennsylvania, USA. Tak ada perbedaan saat Idul Fitri tiba, hingga saya pun lupa. Padahal seminggu sebelumnya sudah mengingatnya. Bagaimana saya kembali mengingatnya?  

Saat sibuk-sibuknya siang hari kami bekerja di depan layar komputer, tiba-tiba pimpinan perusahaan kami datang dan membawa sekotak besar berbagai macam donat dari Dunkin’ Donuts. Karena jumlah tim kami tidak banyak, maka tak lama donat-donat itu pun habis. Dalam perjalanan pulang ke rumah yang memakan waktu sekitar satu jam perjalanan dengan menyetir mobil, pikiran pun melayang ke pimpinan perusahaan. Pemberian donat siang hari itu mengusik pikiran. Saya bertanya dalam hati, mengapa ia membawa donat-donat tersebut? Saya berpikir pasti ada yang khusus. Saya terus berpikir apakah yang khusus itu? Ulang tahun, bukan. Merayakan Ulang Tahun perusahaan pun bukan. Akhirnya, saya pun baru ingat kalau hari itu adalah hari Idul Fitri dan pimpinan perusahaan adalah muslim, kelahiran Iran. Hal itu membuat saya kecewa, tidak mengucapkan Selamat Idul Fitri kepadanya.


Saya baru sadar setelah dua minggu bekerja di tempat pekerjaan tersebut, tidak pernah melihatnya makan dan minum di antara semua anggota tim. Tentu ia pun berpuasa, tapi ia selalu ada di tengah-tengah para karyawannya walau kami sedang asyik menikmati makanan dan minuman. Ia pun tak menampakkan kalau sedang berpuasa sehingga membuat saya pun lupa. Facebook-lah yang membuat saya ingat kembali melihat foto-foto makanan untuk berbuka puasa atau membaca berita-berita online mengenai penggrebekkan warung-warung yang buka di siang hari.


Berita-berita tersebut menarik perhatian saya. Yang menarik adalah para penggrebek membawa pulang makanan yang dijual di warung dan melihat ibu—si penjual—menangis. Hati saya sangat iba, bagaimana perasaan para penggerebek itu membawa pulang makanan ibu penjual warung tersebut. Mungkin ibu itu tetap berjualan karena pembelinya juga banyak yang tidak berpuasa—misalnya para pembecak—sehingga ia ingin tetap melayani selain menginginkan keuntungan. Semestinya ditutup saja kalau memang dibuat aturan tidak boleh berjualan (razia) di siang hari dan dapat dibuka kembali sejam sebelum waktu buka puasa tiba. Tidak perlu berbagi-bagi makanan yang bukan miliknya sendiri. Apakah mereka tidak berpikir dari mana ibu itu akan mendapatkan kembali uangnya? Tentu saja ia menangis karena uangnya tidak dapat kembali lagi. Mungkin ia tak memiliki cukup uang untuk menjual makanan lagi atau ia akan berhutang untuk berjualan lagi. Benar-benar saya tidak tega membaca berita tersebut dan melihat videonya. Hingga saya berpikir apakah para penggerebek itu sedang berpuasa juga? Kalau memang mereka sedang berpuasa, maka sia-sialah ibadah puasa mereka.


Dari berita tersebut, timbul pikiran yang lain. Kalau dengan sesama muslim mereka bertindak seperti itu, bagaimana halnya kepada yang tidak sesama muslim? Semoga berita ini menjadi renungan bersama bagaimana mengasihi sesama selama bulan Ramadhan dan semoga tak terulang lagi dan ibadah puasa mereka diterima oleh Tuhan.


Bertoleransi itu sebenarnya indah, tidak hanya dengan yang berbeda agama, melainkan dengan sesama agama pun, khususnya di bulan Ramadhan. Tidak hanya menghormati dan bertoleransi dengan yang sedang berpuasa tapi juga kepada mereka yang tidak berpuasa pun, termasuk yang muslim. (*)      



Sumber foto: Google
 



Fida Abbott: Penulis novel Antusiasme,

www.novelantusiasme.blogspot.com







Blog: 
http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini!  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/
 

   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia