KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
OPINI

Berhutang Oksigen
Oleh : Auly Muftikha Nurfauziah | 21-Okt-2018, 11:51:10 WIB

KabarIndonesia - "Berhutang oksigen", sebuah kalimat yang belum pernah saya dengar sebelumnya dan ketika mendengarnya bisa langsung terpatri di hati dan fikiran saya. Ada yang menarik dari perkataan yang dikatakan dosen saya beberapa hari yang lalu, karena selama ini saya hanya mendengar hutang berupa uang, bukan berupa oksigen.

Lalu bagaimana jika seseorang berhutang oksigen? Semua pertanyaan itu muncul dibenak saya kala itu.  Setelah itu, semua pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran saya terjawab pada kalimat selanjutnya. "di dunia ini kita itu hanya berhutang oksigen sama Allah, semua ini kan milik Allah. Jadi sewaktu-waktu mau diambil ya kita harus ikhlas. Semua memang milikNya".

Dari situlah saya mulai berpikir keras dengan kalimat ini, mencoba menelaah dan mengambil hikmah dari kalimat tersebut.  Akhirnya saya mulai paham makna berhutang oksigen kepada Allah. Semua yang ada di dunia ini memang milik Allah, bahkan oksigen yang setiap hari kita hirup itu pun semua milik Allah. Jadi initinya kita tidak memiliki apa-apa di dunia ini, semuanya milik Allah. Kita hanya meminjam dan suatu saat akan dikembalikan. 

Jadi jika tiba tiba Allah mengambilnya maka kita harus ikhlas. Oksigen saja pinjam, apalagi harta dan jabatan yang kita punya. Itu semua pinjaman dari Allah. Makanya kita harus menjaganya dan suatu saat mengembalikannya. Jadi, bagaimana cara kita mengembalikan pinjaman kita kepada Allah ini? Mari kita tinjau lagi firmanNya " tidak diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Allah" , dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas kita hanya beribadah kepada Allah. 

Jika Allah memberi nikmat seyogyanya disyukuri, jika ada harta lebih ya seyogyanya berbagi, semua pekerjaan dunia hendaknya didasari niat mencari ridho Ilahi bukan hanya mengejar materi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia