KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Danau Toba Menuju Kawasan Wisata Kelas Dunia Yang Bersih Dan Sehat
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Aug-2019, 05:56:39 WIB

KabarIndonesia - Adanya mimpi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu obyek wisata kelas dunia ternyata mendapat respon positip dari berbagai kalangan masyarakat yang sehari-harinya hidup di kawasan danau vulkanik ini. Demikian juga Edison Manurung, SH., MM., Ketua Umum Komite Pembentukan Provinsi Danau Toba (KPDT) yang secara gamblang dan tegas menyatakan: "mimpi Presiden Jokowi harus menjadi impian bersama dan sejatinya harus didukung penuh oleh semua pihak, tanpa terkecuali." Penegasan ini disampaikannya usai menggelar rapat bersama Dewan Pakar KPDT yang dilaksanakan di ruang dekan Fakultas Hukum UKI, Jumat (2/8) dalam rangka mempersiapkan sebuah seminar terkait pengembangan kawasan Danau Toba. Menurutnya, sejak lama berbagai komunitas elemen masyarakat selalu menyampaikan adanya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan di kawasan wilayah yang sedang diusulkan menjadi anggota UGG ini. Edison tidak menampik berbagai pernyataan berbagai pihak atas terecemarnya Danau Toba, bahkan oleh pihak Bank Dunia. "Salah satu yang harus dikritisi adalah keberadaan keramba jaring apung (KJA) yang dinilai telah meresahkan dan membuat air Danau Toba menjadi tercemar. Bahkan terjadi pendangkalan dengan surutnya debit air." ujar Edison Manurung kepada pewarta media ini. Mantan Ketua Umum KNPI ini pun menginformasikan bahwa KPDT berencana menggelar diskusi di Gedung DPD RI, Jakarta, 18 September mendatang, dengan menghadirkan sejumlah narasumber untuk mengkaji masalah pencemaran dan perusahaan-perusahaan yang selama ini berkegiatan KJA di sekitar Danau Toba. “Kita ingin Danau Toba bersih dan sehat. Kita akan lakukan kajian komprehensif. Kalau keberadaan KJA meresahkan, ya ditutup saja. Atau minimal dicarikan lokasi yang benar-benar sesuai dan menggunakan metode yang tidak mencemarkan lingkungan. Hal lain mungkin juga perlu kajian keberadaan KJA milik petani lokal, juga lapangan kerja ribuan karyawan perusahaan” ujar Edison Manurung. KPDT juga berharap penataan kawasan Danau Toba dapat dilakukan dengan hasil yang maksimal diantaranya menjadi kawasan pariwisata internasional dan mendunia. “Untuk itu, perlu ada masukan dari para pakar dan masyarakat yang peduli terhadap pembangunan Danau Toba dan kawasannya,” imbuh Edison. Terkait dirinya selaku Ketua KPDT, dengan diplomatis dikatakannya, bahwa sesungguhnya keinginan (bersama) membentuk provinsi Danau Toba (Prodato) tak lain juga merupakan bagian dari upaya melestarikan Danau Toba, selain berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Danau Toba. Sementara itu, Edison menginformasikan bahwa Gubernur Sumut Edy Rahmayadi setuju tidak ada KJA di Danau Toba. Pada bulan April 2019 yang lalu Edy telah memperingati perusahaan AFN dan beberapa waktu sebelum kunjungan presiden, pihakya telah secara khusus menyurati Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk melakukan kajian terpadu terhadap keberadaan KJA di Perairan Danau Toba. Gubernur Sumut menegaskan bahwa perlu ada upaya-upaya terintegrasi, khususnya terhadap sumber pencemar utama, yakni kegiatan KJA dan kegiatan rumah tangga yang menghasilkan limbah baik sampah maupun limbah cair lainnya. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumut juga meminta kementerian terkait bisa segera melakukan pengkajian dan pembahasan mengenai pemulihan kualitas lingkungan di perairan Danau Toba.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia