KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 
 
OPINI

ESAI BUDAYA: Kenalkan, Aku Hujan
Oleh : St. Sutrisno | 27-Des-2007, 12:38:30 WIB

KabarIndonesia - Kenalkan. Aku hujan. Hujan sesungguhnya.
Bukan “hujan batu” yang biasa terjadi di lapangan sepak-bola saat penonton Liga Indonesia mengamuk karena tim yang dibelanya kalah, atau karena keputusan wasit yang mereka nilai merugikan tim mereka.

Juga bukan ”hujan batu” yang kadang terjadi saat tim eksekusi melakukan penyitaan atas tanah atau pun rumah sengketa.

Bukan pula ”hujan gol” seperti yang diderita PSSI saat kesebelasan kesayangan kita, yang organisasinya saat ini dikendalikan dari balik terali besi itu, bertandang ke Suriah beberapa waktu lalu.

Aku juga bukan ”hujan tangis” dari ibu-ibu pedagang kaki lima saat mereka digusur oleh petugas Tramtib; atau ”hujan tangis” dari para pedagang pasar tradisional karena kiosnya seringkali ”terbakar” sebelum kemudian direnovasi total.

Aku juga bukan ”hujan interupsi” yang terjadi di gedung DPR sejak era reformasi, karena bagiku itu hanyalah sandiwara.

Aku bukan pula ”hujan duit” seperti yang diterima BPPC pada saat dia diberi kuasa memonopoli pemasaran cengkeh, atau barangkali ”hujan duit” yang diterima perusahaan asing di Indonesia dari hasil ”monopoli” hak siar Liga Inggris, yang kemudian secuil daripadanya diberikan ke TV lokal, atau ”hujan duit” dari monopoli-monopoli lainnya.

Aku juga bukan ”hujan amplop” yang sering diterima rakyat calon pemilih pada Pilkada atau pun Pemilu; atau ”hujan amplop” yang kabarnya sering diterima pula oleh anggota DPR ketika hendak mengesahkan RUU.

Aku juga bukan ”hujan air mata” dari keluarga TKI yang familinya disiksa atau bahkan mati di negeri orang, atau ”hujan air mata” dari orang-orang yang telah tertipu oleh oknum perusahaan PJTKI.

Aku adalah hujan. Hujan yang sesungguhnya.
Hujan air murni, yang dulunya ketika aku turun dari langit, aku memberi kesegaran.

Kalau sekarang, ketika aku turun, aku berubah menjadi hujan asam, yang bisa mengganggu kesehatan dan bisa menghancurkan tanaman pertanian, itu bukan kehendakku. Itu hanyalah akibat.

Akibat ulah kamu sendiri. Ulah manusia yang telah mencemari dan mengotori singgasanaku, langitku, dengan berbagai macam unsur kimia seperti CO2, CO, dlsb. Akibat dari perusahaan-perusahaan yang tidak menerapkan sistem manajemen lingkungan secara memadahi;akibat dari manajemen transportasi yang tidak baik, sehingga knalpot-knalpot yang menyemburkan asap hitam pekat masih tetap bisa terus beroperasi, dlsb.

Aku adalah hujan. Hujan sesungguhnya.Hujan yang dahulu ketika aku turun meyirami bumi, aku memberi kehidupan.

Kalau sekarang, ketika aku turun, aku justru menimbulkan bencana, seperti banjir, tanah longsor, dsb. Itu bukan salahku. Bukan pula kehendakku. Itu hanyalah akibat.

Akibat ulah kamu sendiri. Ulah manusia yang tidak mau dan tidak mampu menerapkan sistem manajemen lingkungan dengan baik, entah dalam hal tata ruang kota, dalam bidang pertanian, maupun dalam hal pengelolaan hutan, pantai, dsb.

Aku adalah hujan. Hujan sesungguhnya.Yang dahulu aku selalu turun tepat waktu. Dan karena tepat waktu pulalah, maka para petani tadah hujan pun dapat menanam dan dapat mengandalkan aku untuk menuai hasil.

Tetapi, kalau sekarang aku tidak lagi turun tepat waktu, sulit diprediksi, sehingga membuat para petani pada rugi, dan akibat lebih jauh lagi kutub es mulai mencair dan permukaan air laut juga meningkat, sehingga mulai menenggelamkan pulau-pulau kecil;
dan juga membuat para pejabat sedunia harus repot-repot datang ke Bali; itu juga bukan karena salahku. Itu bukan kehendakku. Itu hanyalah akibat.

Akibat ulah kamu sendiri. Ulah manusia yang telah membuat singgasanaku, langitku, sekarang menjadi lebih panas akibat eksploitasi dan pemanfaatan energy fosil yang sangat-sangat berlebihan.

Kalau boleh jujur, sebenarnya sekarang ini aku sungguh sedih. Kenapa? Karena dahulu aku begitu berkuasa. Buktinya, ”panas setahun bisa aku hapus hanya dengan hujan sehari”, tetapi, sekarang yang terjadi justru sebaliknya. Aku tidak berkuasa lagi. Buktinya, hujan setahun seperti terhapus oleh panas sehari, karena tanahnya banyak yang dibetonisasi, diaspal, dsb.

Kalau kalian pengin aku kembali menjadi hujan seperti yang dulu, hujan yang memberi kehidupan, tolong dengarkan ”suaraku”:
- Jangan kotori dan bikin panas singgasanaku, langitku.
- Jangan kamu tutup pori-pori bumi dengan betonisasi, yang sebenarnya lebih mirip ember raksasa. Dan tolong, kembalikan pepohonan dan rerumputan yang bisa menahanku untuk tidak langsung menghunjam bumi dan menyeret tanah, karena hanya dengan begitulah aku bisa masuk menyatu dengan bumi untuk memberi kehidupan.

Yang perlu kamu ingat. Aku tidak bisa kembali menjadi seperti aku yang dulu lagi, kalau bukan kamu, manusia, yang mengembalikan aku. Jadi tolong dengarkan dan perhatikan ”suaraku”.

Aku. Hujan.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia