KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 

Formalisasi Hukum Adat, Solusikah ?

 
OPINI

Formalisasi Hukum Adat, Solusikah ?
Oleh : Adi Supriadi | 30-Des-2007, 21:32:24 WIB

KabarIndonesia - Pada dasarnya diakui atau tidak, hukum adat merupakan bagian dari hukum yang tetap berlaku dan lestari di seluruh daerah di indonesia, bayangkan berapa ribu suku yang ada di Indonesia? Maka masing-masing suku mempunyai hukum adat masing-masing. Penggunaan hukum adat, diyakini sebagian masyarakat dapat lebih memenuhi asas keadilan. Sehingga hal ini membuat beberapa daerah mencoba berusaha memformalkan hukum adat ini.

Masalahnya, Indonesia ini heterogen sukunya, jika hanya mempunyai satu suku saja maka gampang dalam realisasinya, disebabkan Indonesia ini banyak suku, menurut penulis akan sangat berbahaya dalam penjagaan persatuan dan kesatuan bangsa, misalkan saja ada sekelompok masyarakat Sunda di daerah Melayu, kemudian di daerah yang notabene penduduk aslinya merupakan Melayu maka banyak hal yang akan terjadi karena belum tentu hukum adat yang diterapkan sesuai dengan adat yang ada di Sunda termasuk yang paling riskan adalah soal keyakinan. Demikian juga dengan yang lainnya, misalnya di suatu daerah berpenghuni asli bersuku Dayak, sedangkan di sana ada orang China, Jawa, Sunda, Manado, Batak dan lain sebagainya. Apa yang akan terjadi jika hukum adat tersebut tidak bersesuaian dengan keyakinan suku yang berbeda ini, apa perlu kemudian hengkang dari daerah tersebut.

Hampir semua daerah di Indonesia, dimana-mana sudah menerapkan hukum adat sebelum republik ini merdeka. Dengan terbentuknya Republik Indonesia ini dengan membuat hukum positif dengan mengambil dari akar budaya yang ada di Indonesia, justru dengan akar budaya yang dimiliki Indonesia masih lestari membuat norma-norma sosial dalam kehidupan masyarakat di Indonesia tetap terpelihara hingga kini.

Hanya memformalisasi atau membuat peraturan daerah berdasarkan hukum adat menurut saya masalah besar. Sehingga kita akan sering mendengar berita jika Seruan Azan dilarang karena hukum adat setempat tidak memperbolehkan. Demikan sebaliknya suara nyanyian misa dan kebaktian tidak diperbolehkan karena di daerah tersebut berlaku hukum adat yang melarang hal tersebut. Karena diakui atau tidak hukum adat yang tidak tertulis di masyarakat Indonesia sangat identik dengan keyakinan yang mereka peluk. Agar hal ini tidak terjadi ambisi untuk memberlakukan hukum adat melalui perda perlu di kaji ulang karena akan berdampak pada terancamnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Cukuplah hukum adat sebagai hukum yang diyakini oleh masyarakat yang berlatarbelakang yang sama. Hukum adat yang ada di Indonesia memang harus dilestarikan dan perlu diketahui oleh kalangan etnis apapun untuk menghormati, dan tugas dari pemerintah adalah melakukan pelestarian sebagai ilmu pengetahuan. Usaha-usaha untuk memformalisasi hukum adat di berbagai daerah akan berdampak pada perpecahan negara ini. Lahirnya Gerakan Aceh Merdeka, atau rakyat Maluku Selatan ataupun Organisasi Papua Merdeka tetap didasarkan kepada adat masing-masing dan notabene masing-masing adat ini didasarkan pada keyakinan yang mereka peluk selama ini.

Pelestarian hukum adat itu perlu dilakukan, karena itu aset budaya bangsa, tetapi pemberlakuan hukum adat sebagai perda di sebuah daerah, apakah itu solusi? Hukum adat yang sudah menjadi bagian budaya ini wajib diinventarisir untuk kemudian difahami sebagai cagar budaya dan khasanah pengetahuan bagi bangsa lain bahwa Indonesia ini kaya akan budaya.

Walau bagaimanapun kita semua sebagai bangsa yang beragam akan mencintai persatuan dan kesatuan, dan berharap sangat tidak terpecah-belah karena ambisi sekelompok orang tidak bertanggungjawab. Jangan sampai bangsa ini suatu saat nanti sebagai bangsa yang rasial. Sebuah suku anti terhadap suku lainnya hanya karena berbeda hukum adat.

*) Penulis adalah Mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Winaya Mukti Bandung Jawa Barat, Alumnus STAI Al-Haudl Ketapang Kalimantan Barat.

Sumber image: google.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia