KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Gebyar Soeharto Tak Pernah Padam

 
OPINI

Gebyar Soeharto Tak Pernah Padam
Oleh : Tony Mardianto | 02-Sep-2009, 06:53:21 WIB

Obrolan Ki Semar
 
KabarIndonesia -
Soeharto dan berbagai latar kehidupannya selalu menjadi pembahasan yang hangat. Contoh yang terdekat adalah rencana pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Dalam suasana bulan Ramadhan yang penuh dengan nilai ibadah ini, isyu pengangkatan Jenderal Soeharto kembali merebak. Dan seperti waktu-waktu yang lalu, laksana api yang didekatkan pada bensin maka banyak sekali pihak yang kebakaran jenggot. Bahkan salah seorang anggota DPR menolak mentah-mentah dengan alasan bahwa salah satu “inti” dari Reformasi adalah menggulingkan kekuasaan Jenderal Soeharto. Jadi mana mungkin Soeharto diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Atau dengan kata lain bahwa pihak yang di gulingkan oleh sebuah gerakan adalah mutlak bersalah, dan para tokoh penggerak gerakan tersebut layak disebut Pahlawan.

Kita semua lupa, bahwa sosok besar seperti Jenderal Soeharto memiliki dua kartu permainan yang pernah dengan erat digenggamnya.

Kartu Pertama: Soeharto adalah penggerak pembangunan yang telah berhasil menata perekonomian Indonesia meroket tajam dibanding masa Orde Lama. Hal ini sulit kita pungkiri. Di jaman Soehartolah pembangunan Sekolah Dasar merata sampai ke desa-desa dan daerah pegunungan. Listrik menyala secara merata ada di jaman pemerintahan Soeharto.  Swasembada pangan juga terjadi dalam masa pemerintahan Presiden Soeharto. Sekali lagi ini fakta yang didukung oleh data.

Kartu Kedua: Soeharto sebagai seorang Koruptor dan pelanggar HAM berat. Menyikapi masalah ini ada dua pertanyaan yang layak mendapat jawaban. Pertama: Bila Soeharto bertindak selaku Koruptor dan Pelanggar HAM, mengapa penegak hukum yang berwenang menangani masalah ini tidak mempu memberikan keputusan yang akurat berdasar data dan bukti-bukti yang kuat. Kedua: Kemana hilangnya dasar Praduga Tak Bersalah di Negeri ini. Keputusan yang memiliki kekuatan hukum belum dikeluarkan, tetapi kita semua sudah berkoar bahwa Soeharto bersalah. Semua kita berhak untuk memandang sesuatu dari berbagai segi. Kita tak perlu heran bila para pengagum Imam Samudera, Amrosi dan para teroris yang lain menganggap mereka para Syuhada Islam, sementara sebagian lain menganggap mereka pembawa bencana kemanusiaan, itu semua terjadi sebagai dampak perbedaan sudut pandang.

Bila pihak yang digulingkan oleh sebuah gerakan dinyatakan tidak berhak menerima gelar pahlawan seperti yang ditegaskan oleh salah seorang anggota DPR, maka bagaimana dengan mantan Presiden Soekarno yang oleh sebagian kalangan dianggap korban penggulingan oleh Jenderal Soeharto? Tidak layakkah mantan Presiden Soekarno menerima gelar Pahlawan Nasional. Jawabnya ada dalam nurani kita masing-masing.

Satu hal yang harus kita pegang teguh sebagai suatu bangsa adalah: Pandanglah para pendahulu kita secara proporsional. Bila kita bangga dengan sisi positifnya, maka jangan ragu untuk mengungkap sisi negatifnya. Bila hal itu tidak dapat dilakukan, maka lebih baik diam.  (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com  
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi.kabarindonesia@gmail.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com
  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia