KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Haji dan Penyatuan Umat Manusia
Oleh : Ibn Ghifarie | 31-Des-2008, 14:12:33 WIB

KabarIndonesia - Di tengah-tengah gencarnya sosialisasi dialog antaragama oleh Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al-Saud. Mengawali visi perdamainya dari Mekkah, terus ke Madrid, hingga akhirnya berpuncak di Markas Besar PBB, New York, sepekan yang lalu.

Di lain pihak Negeri Seribu para nabi ini, malah disibukan dengan pelarangan 4 Calon Haji (Calhaj) dari Indonesia asal Ciamis yang masuk kloter 40. Pasalnya, mereka disinyalir beraliran Ahmadiyah. Muksin (68) asal Banjarsari dan istrinya Mimin (67), serta Oyon Sofyan (64) asal Kalipucang dan istrinya Mimon Fatimah (60) merupakan keempat Calhaj yang tak jadi berangkat ke Mekah.

"Empat orang gagal berangkat karena dibatalkan oleh Dirjen Haji dan Umroh sebab adanya larangan Pemerintahan Arab Saudi terhadap jemaat Ahmadiyah masuk haramain. " ujar Kakandepag Ciamis Drs H Munadi Abdul Qodir MM saat melepas keberangkatan Kloter 40. (Tribun Jabar,17/11)

Mampukah kehadiran bulan haji ini dapat memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang kesatuan umat manusia bagi beragam perbedaan bangsa, budaya, bahasa, suku, etnis, dan agama (aliran kepercayaan, sekte, madzah) sekalipun.

Napak Tilas Agama-agama
Momentum Haji merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh. Serangkaian perintah qurban, thowaf, wukuf, sa’i, melempar jumrah pun menjadi petanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Kendati peristiwa haji tak bisa dipisahkan dari ritual peribadahan Adam dan Ibrahim. Jauh sebelum Ibrahim pelaksanaan haji, rukun islam yang kelima ini telah dilakukan sejak Adam jatuh ke muka bumi. (Ramadhan Al-Buthi,1990:77)

Tengok saja, aktivitas Thawaf saat mengelilingi Ka’bah dan Sa’i kala berlari kecil antara Shofa dan Marwah. Kita diingatkan akan kesabaran, keuletan sekaligus kegigihan dan keyakinan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim--budak dari kalangan hitam, ketika menggendong putranya Isma’il.

Wukuf di Arafah, meneguhkan kembali rasa cinta kasih Adam dan Hawa saat ditemukan kembali di padang Arafah pasca memakan buah kholdi dan terlempar dari Surga.
Pelaksanaan kurban pula, menyadarkan kita pada satu ketulusan Ismail untuk segera disembelih oleh Ibrahim atas perintah Tuhannya.

Dengan demikian, haji merupakan napak tilas agama-agama (Adam, Ibrahim—Bapak monotaisme, Ishak--Kristiani dan Ismail serta Muhammad--Islam)
Sangatlah wajar bila Khalil Abdul Karim, menyebutkan bahwa sebagain ajaran Islam mengadopsi dari doktrin Pra-Islam. Haji salah satu contonya.

Konon, sebelum Nabi Muhammad terlahir dan membawa risalah Islam, praktik haji sudah dikenal. Seperti; Talbiyah, Ihram, Wuquf, Kurban, bermalam di Muzdalifah, Jumrah, Tawaf, cium Hajar Aswad (Khalil Abdul Karim, 2000:7).

Pelestarian ibadah ini tidak terlepas dari peran para pengikut setia agama hanif--sebutan untuk penganut Ibrahim yang berada di sekitar Makkah. Namun, lemahnya kekuatan mereka di tengah hegemoni Qurasy menyebabkan banyak sekali penyelewengan yang dilakukan masyarakat setempat dalam praktek ibadah haji.

Adalah Wukuf di Muzdalifah, bukan di Arafah sebelum ajaran Islam datang. Sekelompok manusia yang dikenal dengan sebutan Al-Hummas ini merasa memiliki keistimewaan, sehingga enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wuquf di Arafah. Pemisahan diri dilatarbelakangi oleh perasaan superiolitas, maka Tuhan mengurnya melalui kitabnya “Bertolaklah kamu dari tempat tertolakannya orang-orang banyak dan mohonlah ampun pada Allah sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (Q.S:2:199) (M.Qurais Shihab,2001:334)

Semangat Kemanusiaan
Inilah salah satu praktek ritual haji yang diluruskan oleh Muhammad juga bertentangan dengan penghayatan nilai kemanusiaan universal (Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan).

Sejatinya, kehadiran haji ini harus memberikan semangat kemanusiaan berupa penyatuan umat manusia dalam membangun kerukunan umat beragama (antar dan intra). Pasalnya, dalam prosesi haji terdapat satu moment perpisahan yang tak dapat dipisahkan antara Muhammad dengan umatnnya. Yakni peristiwa Haji Wada.

Isi khutbah nabi di depan 240.000 jemaah itu menekankan; Pertama, Peletakan prinsip dasar hak kemanusiaan. Menjungjung tinggi hak serta perlindungan setiap individu dengan mengharamkan pembunuhan, permusuhan, pemeliharaan kepemilikan, kehormatan dan memulaikan maerabat wanita. Kedua, peletakan prinsip tanggungjawab terhadap sebuah pelanggaran. Setiap orang bertangungjawab atas perbuatanya sendiri dan siap dengan segala konsekuensinya di depan hukum. Ketiga, Solidaritas sosial. Pesan ini memberikan penekanan bahwa semua muslim bersaudara. Solidaritas Islam bukanlah solidaritas golongan (ta’ashubiyyah) atau rasial, melainkan solidaritas yang dibangun atas semangat kemanusiaan, keislaman dan solidaritas keagamaan. (MataAir Edisi 18 Tahun 2008)

Pendek kata, isi dukumen hak asasi kemanusiaan (Al-Watsiqah Al-Buquq Al-Insyaniyyah) menitik beratkan kepada Persamaan; Keharusan memelihara jiwa, harta, dan kehormatan orang lain; Larangan melakukan penindasan atau pemerasan terhadap kaum lemah baik bidang ekonomi atau bidang yang lainnya.

Menilik ketidakberbandingan lurus antara jumlah calon jemaah haji asal Indonesia--sekitar 200 ribu orang dengan sepulangnya mereka ke Tanah Air (Kampung halamanya) niscaya tak akan ada lagi upaya 'penertibak keyakinan' oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda. Tentunya, tak aka nada lagi pelarangan terhadap jemaat Ahmadiyah dalam menunaikan Ibadah haji ke Tanah suci.

Dengan demikain, Haji harus menjadi ajang penyatuan umat baik lahir maupun batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Bukan malah sebaliknya kita sengaja menabur ayat-ayat penuh kebencian dan fitna dalam wilayah keyakinan. Inilah yang diinginkan oleh Ali Syariati, pemikir asal Iran

Memang benar, haji bukanlah sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang "tampil beda" (lebih lurus hidupnya) dibanding sebelumnya. Ini sebuah kemestian. Kalau tidak, sesungguhnya kita hanyalah wisatawan yang berlibur ke tanah suci di musim haji. Tidak lebih! (Ali Syariati,Makna Haji,2001)

Inilah makna terdalam Haji bagi penyatuan umat manusia. Terwujudnya kedamaian, keadilan, kemerdekaan, kesejahteraan, toleransi, saling menghormati antarajaran, antaragama, dan antarkelompok menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga.

*IBN GHIFARIE, Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia