KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
OPINI

Harga Cabai Merah Melejit Naik di Pangkalpinang
Oleh : Rahma Nurhamidah | 26-Nov-2017, 11:14:57 WIB

KabarIndonesia - Pangkalpinang, Harga cabai merah melonjak naik di salah satu pasar di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Cabai Merah yang sebelumnya hanya berkisar 40.000 per kg sekarang naik 37,5 persen menjadi 50.000 per kg. Berbeda halnya dengan cabe rawit justru harganya relatif stabil yang bekisar antara 30.000 per kg sampai 32.000 per kg di minggu ketiga bulan ini.

Pada minggu pertama, cabai merah harganya sama dengan cabai rawit, yang hanya berkisar dari Rp 30.000,00 - 32.000,00 per kg. Namun, peningkatan drastis berturut-turut terjadi pada minggu kedua dan ketiga. Bahkan seperti dibahas sebelumnya, pada minggu kedua harga cabai bertambah 10 persen dibandingkan minggu pertama. Berdasarkan pengamatan Survei HK 1.1 di Pasar Pagi, harga cabai merah melonjak naik dapat disebabkan oleh mahalnya harga cabai di kalangan pedagang besar, sehingga harga jual cabai besar di kalangan pedagang eceran juga menjadi mahal. 

Mahalnya harga cabai tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor cuaca di musim penghujan yang kurang baik untuk cabai, para petani pun kerap enggan memetik hasil produksi mereka karena hasilnya tetap saja tidak bagus. Sedangkan untuk cabai yang telah dipetik mendapatkan kesulitan dari pendistibusian, karena ketika cabai kena hujan di perjalanan, maka komoditas tersebut akan berkurang nilainya karena bisa membusuk lebih cepat. Faktor cuaca tersebut menghambat distribusi cabai dengan pembebanan ongkos tambahan.  

Selain karena faktor cuaca, daerah sentral produksi juga menjadi penyebab mahalnya harga cabai besar. Ketika daerah tersebut cukup jauh dari sentra produksi maka sudah pasti ada ongkos tambahan yang dimasukan dalam harga cabai yang dijual. Daerah seperti Pangkalpinang, Kep. Babel yang bukan merupakan sentra produksi cabai besar dan jauh dari sentral produksi terdekat penghasil cabai besar. 

Mungkin disparitas harga antar daerah dianggap wajar, karena adanya jarak distribusi yang berbeda di setiap daerah. Namun, hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Pangkalpinang, untuk dijadikan semacam "deteksi dini" , karena ditakutkan harga cabai dapat melejit naik sampai Rp 100.000,00 mengingat saat ini intensitas hujan yang sangat tinggi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia