KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Harga Cabai Merah Melejit Naik di Pangkalpinang
Oleh : Rahma Nurhamidah | 26-Nov-2017, 11:14:57 WIB

KabarIndonesia - Pangkalpinang, Harga cabai merah melonjak naik di salah satu pasar di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Cabai Merah yang sebelumnya hanya berkisar 40.000 per kg sekarang naik 37,5 persen menjadi 50.000 per kg. Berbeda halnya dengan cabe rawit justru harganya relatif stabil yang bekisar antara 30.000 per kg sampai 32.000 per kg di minggu ketiga bulan ini.

Pada minggu pertama, cabai merah harganya sama dengan cabai rawit, yang hanya berkisar dari Rp 30.000,00 - 32.000,00 per kg. Namun, peningkatan drastis berturut-turut terjadi pada minggu kedua dan ketiga. Bahkan seperti dibahas sebelumnya, pada minggu kedua harga cabai bertambah 10 persen dibandingkan minggu pertama. Berdasarkan pengamatan Survei HK 1.1 di Pasar Pagi, harga cabai merah melonjak naik dapat disebabkan oleh mahalnya harga cabai di kalangan pedagang besar, sehingga harga jual cabai besar di kalangan pedagang eceran juga menjadi mahal. 

Mahalnya harga cabai tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor cuaca di musim penghujan yang kurang baik untuk cabai, para petani pun kerap enggan memetik hasil produksi mereka karena hasilnya tetap saja tidak bagus. Sedangkan untuk cabai yang telah dipetik mendapatkan kesulitan dari pendistibusian, karena ketika cabai kena hujan di perjalanan, maka komoditas tersebut akan berkurang nilainya karena bisa membusuk lebih cepat. Faktor cuaca tersebut menghambat distribusi cabai dengan pembebanan ongkos tambahan.  

Selain karena faktor cuaca, daerah sentral produksi juga menjadi penyebab mahalnya harga cabai besar. Ketika daerah tersebut cukup jauh dari sentra produksi maka sudah pasti ada ongkos tambahan yang dimasukan dalam harga cabai yang dijual. Daerah seperti Pangkalpinang, Kep. Babel yang bukan merupakan sentra produksi cabai besar dan jauh dari sentral produksi terdekat penghasil cabai besar. 

Mungkin disparitas harga antar daerah dianggap wajar, karena adanya jarak distribusi yang berbeda di setiap daerah. Namun, hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Pangkalpinang, untuk dijadikan semacam "deteksi dini" , karena ditakutkan harga cabai dapat melejit naik sampai Rp 100.000,00 mengingat saat ini intensitas hujan yang sangat tinggi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia