KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
OPINI

Individualis-Kapitalis Bukan Lagi Dosa
Oleh : Ilus Trian Dayano | 11-Aug-2017, 21:56:05 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa manusia sekaligus menjadi makhluk individual juga menjadi makhluk sosial. Bila menginginkan kehidupan yang harmonis, maka kedua hal itu harus dipenuhi secara seimbang. Namun kenyataan saat ini berkata lain, ada pula yang lebih mementingkan individualnya dan mereka hidup bahagia, demikian sebaliknya.

Mari kita tengok sebentar beberapa realitas keindividualitasan yang merajalela di tengah kehidupan kita. Teramat seringkali kita melihat berbagai perilaku pedagang yang curang kepada si pembeli. Pada waktu lalu, ketika masih zamannya minyak tanah murah dan tidak langka, pedagang bensin eceran mengoplos bensinnya dengan minyak tanah. Alasannya simpel bahwa dia ingin mengeruk laba yang lebih.

Cak Nun pernah menulis hal serupa di dalam esai singkatnya. Beliau menceritakan seorang pemilik bengkel yang kebingungan menyikapi karyawannya yang terlalu baik kepada pelanggannya. Si karyawan tersebut memiliki kecerdasan intelektual yang sangat menakjubkan dibidang bengkel. Mungkin dia hanya menyerah ketika membenahi pesawat terbang yang rewel. Dia mampu memperbaiki onderdil hingga layak pakai kembali.

Si pemilik bengkel hanya bergeleng-geleng melihat tingkah lakunya. Bagaimana dia tidak berpikir keras, karena secara wajar dan normal pihak bengkel harusnya menyarankan untuk mengganti onderdil tersebut. Di sisi lain, si karyawan begitu polos melayani keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pelanggannya. Polos, maksudnya dia akan mengatakan oke-oke saja bila sama sekali tidak ada kerewelan mesin motor pelanggannya. Seharusnya dia tidak harus membela pelanggannya. "Bilang kurang ini kurang itu atau apalah," begitu pikir si pemilik bengkel. Otomatis, bengkel itu sulit meraup keuntungan yang lebih.

Kabar akhir-akhir ini mengatakan bahwa terjadi krisis persediaan garam. Telah ditemukan oplosan garam dengan pecahan kaca yang dilakukan oleh produsen garam di Lamongan. Betapa mengerikan perlakuan ini.

Bentuk keindividualitasan mereka tentu mengarah pada praktik kapitalisme. Sebagaimana yang kita kenal pahamnya yang mengajarkan mencari laba sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya-ditambah dengan apapun caranya. Apakah mereka bahagia? Iya, secara individual mereka bahagia karena mendapatkan laba yang lebih besar. Namun, secara sosial mereka meresahkan kehidupan manusia lain, bahkan tidak mau ikut campur dampak apa yang terjadi kepadanya.

Betapa tatanan kehidupan masyarakat saat ini sudah semrawut. Dunia ini diisi oleh orang-orang licik dan tidak adil. Pilihannya hanya dua, jika ingin menjadi kaum kapitalis yang percaya bahwa harta benda bisa mendampingi kematiannya di kuburan, silahkan menjadi kaum kapitalis. Sebaliknya, jika menginginkan menjadi manusia sejati, maka disamping mementingkan kepentingan individual, pikir juga kepentingan sosial - manusia lain.

Sayang seribu sayang, bahwa para pedagang, pengusaha, ahli pengoplos dan seterusnya secara sadar atau tidak sadar yang telah meresahkan manusia lain itu sudah dianggap sebagai kewajaran dan normal saja. Bahwa mereka menganggap kelakuannya bukanlah dosa lagi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia