KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Janji Nawacita Jokowi Tentang Penyelesain Pelanggaran HAM Masa Lalu
Oleh : Mohamad Hidayat Muhtar | 15-Mar-2017, 12:15:17 WIB

KabarIndonesia - Penyelenggaraan pemilu 2 tahun lalu menghadirkan sebuah isu yang sangat menarik yang menyerang salah satu kandidiat calon presiden dengan berbagai isu pelanggaran HAM dan menjadi aktor serta pelaku utama dalam pelanggaran masa lampau. Isu ini dihembuskan dengan begitu derasnya dan menjadi perhatian banyak pihak. Ada sebuah luka yang mendalam serta kesedihan tiada tanding akan sebuah nestapa tak berujung bagi korban dan keluarga korban. 

Terlepas dari itu isu HAM masa lalu, masih belum padam dan apinya tetap menyala terang. Pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia menjadi sebuah nafas baru, harapan baru dalam penyelesain pelanggaran HAM masa lampau dengan slogan "Nawacita". Mimpi itu makin nyata ketika Nawacita dirumuskan dalam dokumen resmi yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMP) tahun 2014-2019 yang disahkan lewat Kepres Nomor 2 tahun 2015.

Akan tetapi janji nawacita tentang penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu seolah hanya sebagai retorika pengantar tidur yang indah di dengar tetapi tumpul di lapangan, pelaksanaan Nawacita yang pada prinsipya menjadi salah satu pisau instrumen untuk menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu menjadi tumpul sebagai akibat kekuataan politik terhadap orang-orang yang bertanggung jawab pada saat itu.
Kejadian Trisakti, Semanggi 1, Semanggi 2 dan peristiwa 1998 telah menjadi pelanggaran HAM berat, orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab saat itu telah menjadi rahasia umum dan sekarang duduk di jajaran kabinet pemerintah. Merekalah yang ikut melukai para korban serta keluarga korban.

Jalur Rekonsiliasi yang di gagas pemerintah seolah-olah menjadi suatu ketidakmampuan pemerintah menindak secara hukum orang yang bertanggung jawab saat itu. Hal ini menimbulkan impunitas,  ada apa dengan tokoh-tokoh besar tersebut? Ada apa dengan mereka yang kuat secara politik?. Dalam hal ini, Lord Acton pernah mengatakan:"Seseorang yang memiliki kekuasaan cenderung untuk menyalahgunakan kekusaanya akan tetapi seseorang yang mempunyai kekuasaan yang tak terbatas sudah pasti menyalahgunakan kekuasaanya"
Tokoh-tokoh nasional yang memiliki kekuasan kuat sangatlah sulit untuk disentuh oleh hukum. Harus butuh kerja keras serta keberanian yang luar biasa untuk dapat menindak mereka.  Janji Nawacita sebenarnya telah memberikan harapan baru, asa baru serta mimpi baru, tetapi janji itu tak kunjung direalisasikan. Indonesia yang katanya sebagai negara beradab tetapi membiarkan perbuatan barbar menjadi duri dalam daging yang pedihnya tidak hilang sebelum duri itu dihilangkan.*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia