KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
OPINI

Jika Aku Menjadi Anggota DPD: Kampanyekan Budaya Biasa yang Dianggap Istimewa
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 31-Des-2011, 22:40:08 WIB

KabarIndonesia - Kemenangan Obama dalam pemilihan presiden AS telah memberikan contoh bagi dunia dan Indonesia bahwa kampanye pencitraan modern itu sangat dibutuhkan dalam memenangkan kompetisi politik.

Akibatnya baik dalam pemilihan legislatif, presiden dan juga pilkada di Indonesia, banyak kandidat yang bersaing di dalamnya, seperti berlomba secara membabi buta dalam mengadakan kampanye pencitraan yang mahal dan glamour.

Kebanyakan dari mereka akhirnya memandang pencitraan politik sebagai sesuatu yang paling diperlukan dan melupakan esensi amanah yang sesungguhnya sebagai seorang wakil yang telah dipercaya rakyatnya.

Mereka melupakan esensi yang sebenarnya bahwa sebagai wakil rakyat yang telah dpilih dan dipercaya rakyat, sudah sewajarnya dan seharusnya mengedepankan amanah dan kebutuhan rakyatlah yang menentukan citra baik dan buruk eksistensinya.

Yang lebih mengenaskan, banyak wakil rakyat yang telah terpilih, akhirnya berusaha mati-matian, menghalalkan segala cara untuk mencari dana dari kedudukannya, baik melalui cara-cara korupsi, money politik, manipulasi, dan penyelewengan lainnya, guna mengembalikan dana yang telah mereka keluarkan dalam kampanye pencitraan saat pemilihan.

Akibatnya sedikit wakil rakyat dan pejabat yang benar-benar memegang amanat rakyat dan menjalankan kewajibannya dengan benar. Wakil rakyat dan pejabat yang benar-benar menjalankan amanat rakyat menjelma sebagai sesuatu yang istimewa.

Lihat saja bagaimana khalayak telah memandang begitu istimewa terhadap apa yang telah dilakukan oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan tugasnya sebagai Walikota Solo. Pun apa yang telah dilakukan Dahlan Iskan yang sekarang menjabat Menteri BUMN. Hanya dengan naik kereta saja, Dahlan Iskan berhasil menjadi wacana istimewa sebagai pejabat yang luar biasa di era sekarang.

Padahal seharusnya memang begitulah wakil rakyat maupun pejabat yang benar. Sudah sewajarnya dan seharusnya seorang wakil rakyat dan pejabat publik itu merakyat. Sebenarnya barulah layak disebut istimewa jika mereka benar-benar menciptakan prestasi membanggakan. Bukan sekedar berperilaku wajar sebagaimana rakyat biasa yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh wakil rakyat dan pejabat publik di mana saja.

Di tengah keterpurukan citra dan kelangkaan wakil rakyat serta pejabat publik yang merakyat inilah seandainya aku menjadi anggota DPD, maka yang pertama kali kulakukan adalah mengkampanyekan/mensosialisasikan bahwa sudah seharusnya pejabat publik atau wakil rakyat itu berlaku dan bertingkah merakyat. Saya ingin menjadikan hal yang biasa dan wajar ini kembali menjadi hal yang biasa saja. Bukan hal yang istimewa, tetapi memang merupakan kewajiban yang tak bisa diingkari.

Dengan melakukan hal-hal merakyat yang memang biasa tapi dipandang khalayak sebagai sesuatu yang istimewa inilah saya sebagai anggota DPD secara perlahan ingin mengembalikan fungsi-fungsi lembaga perwakilan rakyat ke jalurnya yang benar.

Dengan berlaku wajar /biasa dalam arti merakyat inilah, saya akan memberikan contoh pada semua anggota DPR, DPD, serta pejabat publik Indonesia bahwa cukup dengan berlaku biasa saja, tanpa perlu money politik, kampanye pencitraan yang mahal, dan hal-hal muluk lainnya, kita pasti dipilih rakyat kembali untuk mewakili mereka.

Apalagi menjadi anggota DPD merupakan posisi istimewa yang strategis dalam kampanye ini, karena untuk menjadi anggota DPD, kita memiliki kebebasan bergerak untuk benar-benar mewakili rakyat dan daerah yang memilih kita tanpa terikat oleh kewajiban dan kesepakatan politis dengan parpol.

Semoga dengan kampanye membudayakan hal biasa yang sekarang dianggap istimewa ini, Indonesia kembali menjadi bangsa yang membanggakan. Semoga.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia