KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

KULTUR POLITIK DAN MULTI PARTAI: Kendala Lahirnya Obama Indonesia

 
OPINI

KULTUR POLITIK DAN MULTI PARTAI: Kendala Lahirnya Obama Indonesia
Oleh : Tony Mardianto | 10-Feb-2009, 04:50:02 WIB

KabarIndonesia - Tertarik atas tulisan saudara Supadiyanto di KabarIndonesia edisi 9 Pebruari 2009 yang berjudul: Siapakah “Obama Indonesia” itu? Penulis melihat saudara Supadiyanto sangat peka dalam membaca kondisi yang ada di masyarakat. Terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika tidak hanya menjadi gempita di Amerika tetapi termasuk juga Indonesia seakan ikut menjadi bagian dari keberhasilan Obama menduduki kursi nomor 1 di Amerika Serikat. Hal tersebut timbul dikarenakan ada goresan sejarah kehidupan Obama dan Indonesia. Dan dari sisi inilah saudara Supadiyanto menggugah para calon pemimpin bangsa, yang secara konkrit akan tertuang dalam Pilpres 2009. Mengharapkan kelahiran Obama Indonesia seharusnya menjadi cambuk keras bagi para Capres 2009.

Secara impilisit keinginan akan lahirnya Obama Indonesia sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas figur Presiden yang pernah ada. Sudah demikian tipisnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang ada. Hal ini tampak dari banyaknya golput serta keinginan akan lahirnya Obama Indonesia.
 
Ada dua faktor yang menjadi kendala lahirnya Obama Indonesia. Pertama: Kultur politik di Indonesia. Kedua: Adanya sistim multi partai.  

Pencalonan seorang Presiden tentu saja tidak lepas dari peran partai politik yang mana seorang Calon Presiden dibesarkan. Hal ini juga berlaku di negara mana pun, tidak terkecuali di Amerika Serikat. Yang menjadi pembeda antara Indonesia dan Amerika adalah: Kekuatan karakter seorang calon presiden Amerika harus memiliki nilai jual yang tinggi, jauh lebih tinggi dibanding nilai jual partai pendukungnya. Hal ini menyebabkan nilai “hutang budi” seorang Presiden terpilih tidak sedemikian besar terhadap partai pendukungnya. Hal ini berdampak positif bagi Presiden terpilih.
 
Presiden terpilih dapat melaksanakan tugas dan membuat kebijakan tanpa banyak dipengaruhi oleh suara partai. Semua kebijakan yang diambil hanya terfokus pada kepentingan negara. Di Indonesia hal ini justru berlawanan. Keberhasilan seseorang menjadi Presiden RI sangat bergantung pada kekuatan partai yang mendukungnya. Tak heran bila dalam proses pemilihan presiden sering terjadi koalisi antara beberapa partai. Tanpa dukungan partai yang kuat, seorang capres sulit untuk lolos menjadi Presiden RI. Hal ini berdampak pada tingginya rasa hutang budi seorang presiden terpilih terhadap partai yang mengusungnya.

Faktor negatif yang timbul diantaranya adalah kebijakan yang diambil selaku Presiden RI banyak dipengaruhi oleh bisikan partai pendukungnya. Ancaman tidak tertulis bagi seorang Presiden yang tidak melaksanakan amanah partainya adalah dicabutnya dukungan terhadap presiden tersebut dalam pemilihan presiden periode berikutnya. Hal ini sangat tampak di saat seorang presiden menyusun anggota kabinetnya. Target prosentase anggota parpol pendukung yang harus duduk di kabinet menjadi acuan utama dibanding  pertimbangan kemampuan seseorang untuk memimpin sebuah departemen. Maka tak heran bila kita melihat sebuah departemen di Indonesia dipimpin oleh seorang menteri yang sama sekali tidak memiliki kemampuan intelektual di departemen yang dipimpinnya.  

Sistim 2 partai yang ada di Amerika Serikat  menyebabkan seorang Calon Presiden harus mengantongi dukungan 50% lebih dari total suara dalam pilpres. Hal ini menimbulkan sortasi alami bagi para kandidat calon Presiden Amerika Serikat. Hanya seorang yang berdedikasi tinggi dan memiliki rangkaian sejarah cukup bersih yang akan mampu memperoleh dukungan 50% lebih rakyat Amerika Serikat. Dampak positif yang timbul di sini adalah keberadaan seorang Presiden Amerika Serikat akan menjadi solid, karena dia sudah berpijak di atas kepercayaan 50% lebih rakyat Amerika Serikat.

Sisitim multi partai yang ada di Indonesia menyebabkan seorang Calon Presiden meiliki target dukungan yang jauh lebih kecil dibanding Presiden Amerika Serikat. Dengan analogi ada 5 capres yang maju dalam pilpres maka seorang calon presiden cukup memiliki 20% lebih suara untuk menduduki kursi kepresidenan. Secara logika apabila arah kebijakan seorang Presiden terpilih berpihak pada kepentingan para pendukungnya, maka hanya 20% rakyat Indonesia yang mendapatkan kesejahteraannya. Presiden yang terpilih hanya dengan bermodalkan 20% suara rentan terhadap goncangan. Hal ini disebabkan karena presiden terpilih hanya berpijak diatas kepercayaan 20% rakyat Indonesia. Selebihnya cenderung berposisi sebagai oposisi yang selalu mencari kelemahan pemerintah yang berkuasa guna dijadikan palu pemukul untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat itu.

Bisa kita bayangkan bagaimana rasanya hidup di sebuah negeri yang selalu dihantui bayang-bayang kudeta. Kita semua sadar, bahwa kudeta adalah produk elite politik tingkat atas, tapi dampak kehancuran sebuah kudeta  akan selalu menjadi kado penderitaan bagi rakyat kecil dan miskin. Kelahiran Obama Indonesia hanya sebuah mukjizat bagi bangsa Indonesia.   (Nama Pena: Ki Semar)



     Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia