KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTeologi Inklusif Sebagai Alternatif oleh : Gunoto Saparie
18-Des-2017, 07:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mendengar istilah "teologi inklusif", saya langsung teringat kepada Nurcholish Madjid. Nurcholish adalah salah seorang cendekiawan muslim yang concern cukup mendalam terhadap persoalan hubungan agama-agama dan dialog antaragama. Ia secara teoritis mengedepankan pencarian dan konsep titik temu agama-agama secara eksplisit
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kapan Anak Harus Belajar Membaca?

 
OPINI

Kapan Anak Harus Belajar Membaca?
Oleh : Denni Candra | 06-Des-2017, 17:14:21 WIB

KabarIndonesia - Dalam beberapa kali kesempatan sering terjadi perdebatan diantara para orangtua mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak untuk membaca. Seharusnya hal tersebut tidak mesti menjadi perdebatan, karena agar anak rajin serta akrab dengan kegiatan membaca bukanlah diajarkan tetapi harus dibiasakan. Memaksa anak untuk bisa membaca di usia pra sekolah diyakini akan membuat anak stress dan frustasi, yang pada akhirnya bukan membuat anak senang membaca tetapi malah dapat menghilangkan minat bacanya.

Pada satu sisi sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa menurut data UNESCO pada tahun 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0.001, yang artinya dari 1000 penduduk Indonesia hanya satu orang yang memiliki ketertarikan pada dunia baca. Sebagai jendela ilmu, para orangtua tentu menginginkan agar anaknya kelak menjadi anak yang mencintai buku, lalu langkah tepat apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai orangtua?

Menurut Ross A. Thompson, PhD, professor of psychology dari University of California mengatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan berbeda, dan sulit untuk mengeneralisasikan bahwa anak memiliki masalah dalam membaca. Pengelompokan kesiapan berdasarkan usia sering kali membuat panik orang tua. Cara paling mudah untuk mendeteksi kesiapan dan masalah baca pada anak adalah dengan mengikuti milestones perkembangan anak.

  • Usia 3-4 tahun anak yang biasa dibacakan buku oleh orang tuanya akan mulai mengenal beberapa kosa kata. Ia juga sudah bisa mengingat dan mengucapkan beberapa huruf, simbol dan logo di sekitarnya.
  • Usia 4-5 tahun (pra sekolah) sebenarnya anak sudah memasuki fase pre-reading skills. Anak sudah mengenal beberapa kosa kata, menggunakan kalimat yang berirama, menulis namanya sendiri.
  • Usia 6-10 tahun (usia sekolah) usia ini anak telah lebih matang untuk diajarkan cara membaca yang benar. Mulai bisa membaca cerita yang simpel, mengucapkan kata yang sulit dalam kalimat dan bisa membaca dengan mudah dan lancar umumnya di kelas 3 SD.
Perbedaan teori mengenai kapan waktu yang tepat mengajarkan anak membaca tidak dapat dijadikan acuan baku mengingat setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Belajar sambil bermain adalah konsep yang tepat jika orangtua ingin anak memiliki kecintaan terhadap kegiatan membaca sejak dini. Ini dia taktiknya:

  • Berikan anak buku yang sesuai dengan usianya. Misalnya, buku dengan banyak gambar dan huruf yang besar untuk anak usia pra sekolah.
  • Jangan paksakann anak untuk membaca. Sediakan beragam buku bacaan di kamarnya dan biarkan dia memilih sendiri topik bacaan yang disukainya.
  • Buat permainan kata. Orangtua bisa tempel tulisan nama sesuai dengan benda yang terletak di dalam rumah, dan minta anak membacanya. Atau jadikan perjalanan di mobil menjadi lebih seru dengan meminta anak mencari huruf atau bacaan yang terletak di toko, pinggir jalan atau tulisan di depan mobil.
Jadi intinya bukan kapan anak harus diajarkan membaca, tetapi lebih kepada kapan orangtua membangun kebiasaan suka dengan buku kepada anak. Kalau kebiasaan untuk akrab dan suka bermain dengan buku sudah terbangun maka seiring pertumbuhan usia anak tidak akan terlalu sulit untuk membangun kebiasaan suka membaca.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia