KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 

Kemenangan Kontrol Media: Kasus Mesuji dan Bima

 
OPINI

Kemenangan Kontrol Media: Kasus Mesuji dan Bima
Oleh : Berthy B Rahawarin | 26-Des-2011, 15:40:46 WIB

KabarIndonesia - Kasus Mesuji di Lampung atau sebagian Sumatera Barat dan Kasus penembakan Polisi terhadap warga di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, menjadi pelajaran pahit di penghujung tahun. Dugaan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang dilakukan petugas BKO, baik dari Kepolisisan maupun Marinir dalam Kasus Mesuji, atau Hanya Brimob di dalam Kasus Sape Bima, membuka mata masyarakat akan dugaan pelanggaran HAM.

Kasus Mesuji yang nyaris terbengkalai, meski sudah dilaporkan beberapa pihak, akhirnya terangkat ke permukaan setelah media melakukan kontrol sosial terhadap seluruh upaya masyarakat untuk mendapat keadilan. Adanya distorsi perintah keamanan dari Jakarta amat mungkin terjadi di lapangan. Sejumlah LSM hingga Komnas HAM bahkan tidak mampu melakukan terobosan berarti mengenai suara mereka yang datang mencari keadilan.

Dengan disoroti banyak media cetak dan elektronik di Jakarta, akhirnya masyarakat luas mendapat gambaran relatif jelas perihal kemungkinan pelanggaran HAM di kedua wilayah yang berbeda itu.

Pernyataan Kepolisian yang berbeda dengan kesaksian sejumlah kalangan masyarakat, terutama mereka yang langsung mengalami kekerasan, mendapat simpati publik. Sekali lagi, media menempatkan posisinya untuk menjadi kontrol sosial ekstra-parlementer yang nyata. 

Dewan Perwakilan Rakyat baru bergegas setelah media terbuka mewartakan kegalauan hati masyarakat yang jadi korban. 
Selain kasus Mesuji, kejadian penembakan di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, menjadi ujian kontrol media terhadap kebenaran faktual dan aktual dari peristiwa penyerangan itu masyarakat sipil oleh pihak Brimob. 

Hanya kekuatan media akan mewakili kontrol masyarakat untuk mengungkap kebenaran sebenarnya. Kita ingin agar Kasus Bima kembali menggugah media untuk melakukan tugas mediasi profesional. Kepolisian, yang anggotanya di lapangan diduga melakukan pelanggaran oleh sejumlah kalangan masyarakat, tidak dikonfrontir pernyataannya dengan kenyataan sesuai laporan masyarakat, termasuk yang diterima Komnas HAM.

Jika Lembaga-lembaga kontrol Masyarakat, termasuk Komnas HAM, bila tidak maksimal melakukan fungsi kontrol penegakkan HAM yang mutlak bagi masyarakat, masyarakat hanya akan bergantung pada media.
Jakarta Lawyers Club, besutan Karni Ilyas dalam sebuah TV Swasta, tampak menjadi salah satu media investigasi yang menjadi mitra dan harapan masyarakat kini dan waktu mendatang.

Tentu, salah mempertentangkan Penegakkan HAM dengan investasi dalam negeri. Jika penegak hukum tidak profesional dalam menegakkan keamanan bagi investasi, investasi terancam karena tidak profesionalnya prosedur pengamanan perusahaan, bukan menyalahkan penegakkan HAM. (*)

Foto: unduh Google



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia