KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

Kontemplasi (تفكر) 23 Nov 2017 09:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kesungguhan Pintu Sukses yang Hakiki

 
OPINI

Kesungguhan Pintu Sukses yang Hakiki
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 14-Sep-2017, 01:05:25 WIB

Kabarindonesia - Ada yang protes pada tulisan saya yang berjudul: Rajin atau Malaskah Kita dalam Melakoni Kehidupan?, dengan mengatakan bahwa saya telah menghukum mereka yang hidup dalam kesulitan ekonomi dengan mencap sebagai orang-orang yang malas. Saya hanya tersenyum saja atas tafsir orang tersebut. Setuju atau tidak, itu merupakan kejadian lumrah atas sebuah gagasan atau pikiran yang telah kita sampaikan kepada orang lain.

Senyum yang saya kembangkan itu berlandaskan pada keyakinan saya bahwa hidup ini sebuah pilihan. Hari ini kita mau makan nasi dengan lauk pauk ayam bakar atau rendang jengkol, itu pilihan. Mau hidup berkecukupan atau serba kekurangan, itu juga pilihan. Mau menikah muda atau terus membujang sampai tua, itu juga pilihan.

Keyakinan saya soal hidup itu adalah pilihan bukan berarti saya menentang takdir Tuhan. Sama sekali tidak. Karena berdasarkan pengetahuan saya, takdir itu ada takdir yang tidak bisa dirubah dan ada takdir yang bisa dirubah. Takdir soal kematian kita tidak bisa rubah. Kita mati di mana, sedang apa, hari apa, dan jam berapa itu merupakan rahasia Tuhan. Tak ada yang bisa merubahnya.

Namun keadaan kita mati dalam keadaan baik (khusnul khatimah) atau dalam keadaan buruk (su-ul khatimah) itu adalah takdir yang bisa dirubah. Terserah kita, kita mau takdir khusnul khatimah atau takdir su-ul khatimah di akhir hidup kita. Kelak mau masuk surga atau masuk neraka. Bukankah itu sebuah pilihan?

Kembali ke soal orang yang senantiasa hidup dalam kesulitan ekonomi, apa itu karena takdir Tuhan? Tentu saja bukan. Itu karena pilihan hidupnya. Bukankah Tuhan telah mengingatkan bahwa Dia tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubahnya. Nah pertanyaan, kenapa kaum itu tak mau merubahnya dan lebih senang senantiasa hidup dalam kesulitan ekonomi?

Jawabannya bisa saja karena kaum itu malas. Bisa juga karena kaum itu belum tahu. Dan sumber kebelum tahuan itu adalah akibat dari rasa malas mencari tahu. Kan ada pepatah; rajin pangkal pandai.

Selama kita rajin, terus berusaha dalam hidup ini tentu akan membuahkan sesuatu yang membahagiakan. Tuhan itu Mahapengasih dan Mahapemurah. Dia tidak akan pernah tinggal diam. Pasti akan memberikan nilai lebih pada hamba-Nya yang gigih berjuang dalam hidupnya. Memberikan keutamaan pada orang-orang yang sungguh-sungguh. Istiqomah, kalau dalam istilah agama. Sehingga ada pepatah Arab : man jadda wa jadda. Artinya, barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat atau bisa mencapai apa yang ditujunya.

Ada kisah menarik dari teman saya yang sekarang hidup berkecukupan setelah memiliki lapak sendiri sebagai pemulung. Awalnya dia memulung dan menjualnya kepada pemilik lapak. Sedikit demi sedikit dia menabung dan terus menjalin relasi pada bos-bos pemulung. Setelah sekian tahun dia memulung, pada akhirnya dia memutuskan untuk membuka lapak sendiri.

Kesungguhannya untuk membuka lapak sendiri itu dibarengi dengan kerja keras dan rajin menabung. Alhamdulillah, sekarang hidupnya berkecukupan. Saat ini dia memiliki banyak anak buah yang tinggal di lapak yang disewanya di daerah Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan satu lagi di daerah Karawang.

"Di daerah Cipete ini saya harus membayar sewa lapak sekitar 20 juta setahun," ujar sohib saya yang aktif menjadi donatur tetap dari beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan dan sosial keagamaan yang ada di wilayahnya.

Rajin berbagi kepada sesama itu dalam rangka mensyukuri nikmat Tuhan. Hasilnya, kemajuan senantiasa yang didapatinya. Usahanya selalu berkah. Bukankah Tuhan akan menambah nikmat pada orang-orang yang bersyukur dan akan memberikan azab yang pedih pada yang kufur.

Ingin menjadi hamba yang bersyukur atau menjadi hamba yang kufur, itu juga sebuah pilihan. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia