KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kisah Anies Baswedan Menolak Menjadi Pembicara Bergengsi di Eropa

 
OPINI

Kisah Anies Baswedan Menolak Menjadi Pembicara Bergengsi di Eropa
Oleh : Ilus Trian Dayano | 18-Des-2017, 07:09:08 WIB

KabarIndonesia - Kisah ini terjadi pada saat Anies Baswedan menjadi rektor di Universitas Paramadina. Kisah yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk mengambil hikmahnya.

Ada seorang rektor yang menyampingkan ketenaran dan lebih memilih sebuah komitmen. Suatu waktu Anies berkumpul bersama wakil-wakil rektor untuk membicarakan berbagai isu strategis tentang pengembangan universitas Paramadina.

Di sela-sela musyawarah tersebut, Anies mendapatkan sebuah panggilan, ia pun bergegas izin keluar sebentar. Anies mendapatkan telepon dari seorang pejabat tinggi dari kedutaan besar sebuah negara di Eropa. Maksud panggilan tersebut adalah mengajak Anies agar mau menjadi pembicara dalam suatu acara di negara tersebut.

Namun, bagaimana jawaban seorang rektor ini? Sungguh diluar dugaan, ia menolak untuk menjadi pembicara bergengsi di sebuah negara Eropa tersebut. Lalu apa yang ada dalam pikiran Anies? Padahal karena hal itu, reputasi dia akan meningkat, ia bisa keliling Eropa gratis dan mendapatkan uang dari seminar tersebut.
Ternyata Anies tidak hanya mendapatkan panggilan sekali ini saja. Beberapa waktu berlalu, ia telah ditelepon oleh pihak penyelenggara acara agar berkenan menjadi pembicara bergengsi itu. Anies benar-benar menolaknya karena ia memilih sebuah komitmen. Sebuah komitmen?

Setelah menutup teleponnya, Anies kembali bergabung bersama wakil-wakil rektor untuk melanjutkan musyawarah. Sebagai basa-basi, Anies berkata, "saya sudah menolak untuk hadir, tetapi tetap saja mereka menghubungi terus," katanya lirih. "Pada tanggal yang sama, saya sudah berjanji untuk menjadi saksi pernikahan salah seorang alumnus kita."

Menjadi saksi pernikahan? Bagaimana mungkin menjadi saksi pernikahan bisa mengalahkan menjadi pembicara bergengsi dalam suatu acara yang megah? Mengapa Anies tidak mencontoh kebanyakan orang yang bisa saja dengan ringan menolak janjinya itu. Janji Anies juga tidak terlalu penting, hanya menjadi seorang saksi pernikahan saja.

Dalam momen ini, Anies menunjukkan bahwa ia berbeda dengan orang lain. Anies bisa berpegang teguh menepati omongannya dan janjinya menghadiri pernikahan alumnus kampusnya sekaligus menjadi saksinya. Barangkali Anies berpikiran bahwa kehadirannya sebagai saksi pernikahan juga merupakan momen yang besar. Mahasiswanya akan mengenang kenangan bersejarah yang hanya terjadi sekali seumur hidup itu. Ia akan bahagia karena pernikahannya dihadiri oleh seorang rektor kampusnya.

Anies, selamat untuk Anda! Anda memang berbeda daripada yang lain. Tetaplah teguh untuk memegang janji-janjimu layaknya Anda menepati janji seperti kisah di atas. Anies, rakyat akan bahagia jika pemimpinnya bisa menunaikan janji-janjinya!.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia